Sedikit pemikiran tentang Perawatan Tanaman

Tanaman, hidup dengan menyerap unsur hara yang kemudian di olah menjadi makanan melalui proses fotosintesis. Dengan kata lain, kandungan unsur hara (seperti N, P dan K) yang terdapat pada pupuk adalah bahan baku bagi tanaman untuk membuat makanan. Bahan baku ini dimasak untuk menjadi bahan yang bisa diterima dan menjadi makanan oleh tanaman melalui proses fotosintesis. Jadi, anggapan bahwa pupuk merupakan makanan bagi tanaman, tidaklah sepenuhnya benar. Terdapat satu proses “memasak-pupuk” yang harus dilalui hingga akhirnya bisa menjadi makanan yang sebenarnya bagi tanaman.

Terdapat dua bagian dari tanaman yang berfungsi sebagai pengumpul / penyerap bahan baku (unsur hara) untuk dijadikan makanannya, yaitu akar dan daun. Sebagaimana keberadaan dari kedua bagian tersebut, unsur hara yang diserap sudah tentu berasal dari kondisi sekeliling mereka. Akar menyerap unsur hara yang ada di media tanam, sedangkan daun menyerap unsur hara yang ada di udara.

Banyak informasi yang menyatakan bahwa daun memiliki kemampuan lebih besar dibanding akar dalam menyerap unsur hara. Sehingga, seringkali daun mendapatkan julukan / sebutan sebagai akar di atas permukaan tanah bagi tanaman. Apakah benar demikian keadaannya? Dilihat dari kondisi lingkungan sekitar kedua bagian tanaman tersebut, teori yang menyatakan bahwa daya serap unsur hara pada daun lebih besar dari akar bisa dibilang cukup masuk akal.

Kondisi dalam media tanam sudah tentu relatif stabil di banding udara bebas. Dengan begitu, unsur hara yang ada di media tanam pun tidak banyak berubah / hilang. Tidak banyak usaha yang dibutuhkan akar tanaman untuk menyerapnya. Berbeda halnya dengan unsur hara yang beredar di udara. Banyak inteversi yang menyebabkan keberadaan unsur hara sulit di peroleh, salah satu yang menjadi intervensi terbesar adalah angin. Sehingga, adalah wajar jika daun memiliki kemampuan lebih besar dalam menangkap dan menyerap unsur hara.

Kondisi kemampuan menyerap unsur hara di kedua bagian tanaman itu, mungkin, dimiliki oleh semua tanaman yang tumbuh di permukaan bumi. Menurut saya, semua itu merupakan salah satu karakter dari makhluk hidup yang disebut tanaman. Sebagaimana anggota tubuh yang dimiliki manusia yang digunakan untuk mencari makan, tanaman memiliki akar dan daun untuk memenuhi kebutuhan makanannya.

Ok… setelah sedikit ber-filosofi mengenai fungsi akar dan daun pada tanaman, mari kita pahami dengan lebih baik fungsi kerja sebenarnya dari kedua bagian tanaman tersebut. Sebagai penunjang kelangsungan hidup-nya, tentu saja kedua bagian tanaman tersebut berperilaku demikian dalam kondisi normal. Kondisi normal disini bisa diartikan dengan keadaan tanpa bantuan apa pun atau pihak mana pun yang mengusahakan keberadaan unsur hara untuk mereka setiap harinya.

Jika kita, manusia, meng-intervensi kebutuhan unsur hara tanaman dengan cara menyediakannya secara konsisten setiap hari, maka kondisinya berubah menjadi tidak normal. Pertumbuhan tanaman akan terpacu dengan sendirinya atas ketersediaan bahan baku makanan yang melimpah setiap harinya. Dengan sedikit pertahanan dan usaha untuk hidup, mereka sudah bisa tumbuh dengan baik. Maka dari itu, bukanlah sesuatu yang aneh jika tanaman yang tumbuh liar di hutan memiliki daya tahan lebih baik (terhadap cuaca maupun hama) di banding tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah.

Untuk alasan itu juga, selain menyediakan pupuk, kita perlu menyediakan pestisida untuk membantu daya tahan tanaman dalam menghadapi serangan hama. Sebuah kondisi sebab akibat yang sederhana, bukan?

Jadi, menurut saya, adalah sebuah kondisi yang wajar jika hama tanaman sangat rajin menyerang dan menghabisi tanaman yang mendapat perlakuan istimewa dalam memperoleh unsur hara dari manusia. Jika kita memperlakukan pemberian unsur hara untuk tanaman pada batas secukupnya / sesuai kebutuhan, otomatis serangan hama pun akan berkurang.

Semua itu adalah kondisi dasar alami tanaman yang perlu kita pahami dalam melakukan perawatan tanaman. Tingkat kewajaran dan kecukupan tanaman dalam menerima unsur hara adalah cara terbaik untuk menjadikannya tumbuh sehat secara apa adanya.

Kita tidak dapat memaksakan kondisi fisik tanaman yang dipelihara di rumah sama dengan yang ada di pameran. Apa pun ceritanya, tujuan terbesar dari keberadaan tanaman yang ada di pameran (selain pemanis / perangsang agar produk-produk baru untuk kebutuhan tanaman menjadi laku terjual) adalah untuk menghasilkan uang. Semua tanaman terlihat indah saat berada di pameran. Produk-produk (seperti pupuk / pestisida) yang ditawarkan di pameran-pameran tersebut adalah nyata, bukan tipu muslihat. Namun, yang anda harus perhatikan dan pikirkan dengan lebih baik adalah seberapa jauh fungsi dan kepentingan produk-produk tersebut bagi tanaman di rumah anda.

Jika anda merasa yakin membutuhkan salah satu / beberapa produk yang ada, lakukan dengan membeli secukupnya. Tidak perlu berlebihan, terutama untuk produk pupuk / pestisida organik. Karena, kedua produk tersebut memiliki tenggat kadaluwarsa.

Tidak ada maksud dari saya untuk men-diskredit-kan fungsi dan keberadaan pameran tanaman. Saya hanya berusaha memberikan sebuah gambaran bagi anda untuk lebih memahami realita sebenarnya dalam melakukan perawatan tanaman. Hal terbaik yang dapat diberikan pada tanaman yang anda pelihara di rumah adalah disesuaikan dengan kondisi tempat tinggal dan lama waktu (perhatian) yang anda miliki untuk bersama dengan tanaman anda.

Salam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s