Daun Kelor : Penangkal Gaib Negatif?

Menyeduh teh kelor setiap pagi hari, telah menjadi rutinitas sejak pertengahan tahun 2012. Sehingga setiap hari, satu teko teh kelor (1,2 liter) selalu tersedia di rumah saya.

Daun Kelor dan Tukang Urut…

Di satu pagi (pertengahan 2013), pembantu harian di rumah saya meminta segelas seduhan teh kelor. “Siapa tahu linu di pergelangan tangan bisa sembuh.”, begitu katanya. Di sela-sela waktu menghabiskan teh kelor, ia pun bercerita tentang sakit di pergelangan tangannya.

Menurut tukang urut yang sebelumnya pernah didatangi untuk berobat, penyebab sakit di pergelangan tangannya adalah bukan berasal dari tubuh fisik, melainkan “dibuat seseorang”. Sehingga, tindakan mengobati dengan cara di urut hanya akan bersifat sementara. Tidak akan dapat menyembuhkan, kecuali akar penyebabnya dibereskan.

Singkat cerita, saya membekali sebungkus daun kelor kering untuk di seduh sendiri di rumahnya. Sedangkan setiap pagi, ia tetap bisa mengkonsumsi segelas seduhan teh kelor di rumah saya. Tiga hari kemudian, ia melaporkan kepada saya bahwa sakitnya telah teratasi. Tanpa kembali ke tukang urut maupun pergi ke “orang pintar”.

Ternyata, lebih dari sekedar sakit linu saja…

Sekitar satu bulan kemudian, sejak pergelangan tangannya telah sembuh, dia bercerita tentang warung milik temannya yang juga terkena “dibuat seseorang”. Warung mie bakso yang semula ramai, menjadi sepi setelah beberapa hari selalu muncul “belatung” di saat pengunjung sedang makan. Meski sekitar warung telah dibersihkan dan menyiramkan minyak tanah di sekeliling area warung, belatung tetap ada setiap harinya. Bahkan, semakin lama semakin banyak.

“Masa ‘sih belatung bisa tiba-tiba muncul begitu aja bertebaran di atas meja di saat waktu nggak ada orang (pengunjung)? Kalau bukan ‘kiriman’, nggak mungkin bisa kaya begitu.”. Kira-kira seperti itu omongan yang disampaikan.

Sebagian sisa daun kelor kering yang saya berikan sebulan sebelumnya, dia berikan ke si pemilik warung untuk diseduh. Kemudian, air seduhannya disiramkan sebanyak satu gelas di setiap permukaan meja makan.

Bagian inilah yang menarik perhatian saya…

Tidak sampai lima menit kemudian, semua meja bersih dari belatung.

Dibersihkan dengan cara disapu? Tidak…. melainkan hilang begitu saja!

Sebelumnya, belatung tetap bertebaran meskipun telah dibersihkan berkali-kali.

Namun untuk kali ini, lima menit… satu jam… satu hari setelah di siram seduhan teh kelor, tidak ada belatung satupun di area warung. Keesokan harinya, semua daun kelor kering yang masih ada di seduh dan kemudian disiramkan di area sekeliling warung.

Hingga saat ini (akhir 2014), kondisi warung sama seperti sebelum terjadi peristiwa serangan belatung.

Benarkah seduhan teh kelor yang mengatasi kejadian tersebut?

Tanaman kelor memang merupakan media / sarana bisa diandalkan untuk mengatasi sebagian besar masalah yang “tidak terlihat”. Saya pun merasakan dan mendapatkan manfaat yang sama ketika harus berhadapan dan berurusan dengan hal-hal demikian.

Namun, menurut saya, peran yang sebenarnya membuat masalah apapun bisa teratasi dengan baik adalah restu dari Yang Kuasa untuk kita agar dapat menyelesaikannya. Bukan sekedar tanaman kelor belaka.

Memang, sangat-amat tidak menyenangkan mengalami dan berurusan dengan hal-hal semacam itu. Terlebih lagi jika keberadaan dan tindakan mereka dikarenakan oleh perintah manusia. Tetapi, biarlah itu menjadi bagian dan cara hidup yang dipilih orang-orang itu bersama dengan para teman gaib-nya.

Dalam hal ini, bagi saya, setidaknya bisa menjadi semakin memahami bahwa untuk masalah apapun, pasti ada cara atau perangkat untuk mengatasinya. Tuhan telah menyiapkan dan menyediakan segalanya untuk kita manusia, siapa pun itu, tanpa terkecuali. Selebihnya adalah tergantung dari diri kita sendiri, bagaimana caranya menyikapi dan memanfaatkan semua pemberian itu dengan bijak.

Salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s