Kulit Telur vs Kapur Dolomit

Kulit telur, merupakan salah satu sampah rumah tangga organik yang sering dijadikan campuran media tanam. Secara bahan dasar, kulit telur memiliki kandungan yang sifatnya mirip dengan kapur dolomit. Fungsinya, untuk meningkatkan kadar basa pH media tanam.
Cara mengaplikasikannya, kulit telur dikumpulkan setelah dicuci bersih. Setelah cukup banyak, ditumbuk hingga cukup halus. Tebarkan di permukaan media tanam, atau dapat juga di tanam kira-kira 2 cm di bawah permukaan media tanam.

Hanya itu saja. Gampang kok.

Beberapa sumber menyarankan untuk tidak menumbuknya sampai sehalus tepung. Cukup hingga menjadi serpihan kecil kasar. Tujuannya, selain meningkatkan pH tanah secara bertahap, juga bisa sebagai repellent hama moluska (siput bercangkang / siput telanjang).

Jadi, inti dari manfaat cangkang telur secara garis besar adalah bisa meningkatkan kadar pH tanah sekaligus repellent hama moluska.

Benarkah seperti itu keadaannya?

Ini cerita tentang eksperimen pemanfaatan kulit telur yang saya telah kerjakan dan berikut hasilnya.


Kulit Telur

Baik dihancurkan asal-asalan, setengah kasar, agak kasar, agak halus, halus hingga sehalus tepung; tidak satupun saya mendapatkan manfaat berarti dari cangkang telur. Perubahan pada tingkat pH tanah, beberapa kali saya men-test menggunakan pH meter, tidak menunjukkan ada perubahan. Mungkin pH meter yang saya pakai, memang kurang peka untuk meraba lebih sensitif perubahan yang terjadi. Sedangkan disisi peredaran hama moluska, kondisinya sama seperti sebelum cangkang telur diaplikasikan.

Kapur Dolomit

Dalam kasus meningkatkan kadar pH tanah / media tanam secara cepat dan signifikan, saya masih belum menemukan bahan terbaik selain kapur dolomit. Satu-satunya kendala dari kapur dolomit adalah tidak dijual dan tidak ada yang menjual dalam jumlah sedikit. Tahun 2009, harga per karungnya (50 kg) adalah Rp. 30.000,-. Hanya karena penasaran dan keingintahuan, serta (kebetulan) ada tanaman yang media tanamnya ber-pH rendah, maka saya pun membeli satu karung.

Dengan takaran yang sama saat menggunakan kulit telur yang ditumbuk sehalus tepung, kapur dolomit mampu menaikkan pH media tanam dari 4 (asam) ke 7 (normal) dalam waktu kurang dari 6 jam. Kondisi pH normal bisa bertahan hingga dua bulan dalam kondisi penyiraman dilakukan sebagaimana biasanya.

Namun, tidak banyak media tanam dalam pot di rumah saya yang memiliki kasus pH rendah ekstrim. Sehingga, kebutuhan kapur dolomit selama setahun untuk menaikkan pH media tanam dalam pot secara singkat untuk semua tanaman di rumah saya, jumlahnya kurang dari satu ons.

Hama Moluska

Pemakaian cangkang telur untuk mengendalikan hama moluska, bisa dibilang, sama sekali tidak bisa diharapkan.

Ditengah waktu bereksperimen mengaplikasikan dengan tingkat kekasaran kulit telur yang berbeda-beda pada beberapa pot, saya melakukan “sidak” (inspeksi mendadak… hehehe…). Caranya, media tanam di pot saya bongkar dan dijadikan dalam bentuk remah-remah. Pada media tanam yang di campur dengan kulit telur yang ditumbuk cukup kasar, saya mendapatkan siput telanjang sedang berbaring nyaman di atas permukaannya. Itulah awal pemicu yang membuat pemakaian kulit telur saya tinggalkan untuk selamanya.

Peredaran hama moluska di rumah saya saat ini, dapat dikendalikan dengan baik menggunakan tembakau dan ramuan pestisida daun mimba. Tembakau untuk area kebun secara keseluruhan dan ramuan pestisida untuk media tanam dalam pot.

Jadi..?

Uraian tentang cangkang telur di atas, bukan bertujuan untuk mendeskreditkan manfaatnya sebagai salah satu bahan organik media tanam yang berasal dari limbah rumah tangga. Meskipun kulit telur sangat mudah diperoleh dan dipercaya memiliki kandungan unsur K yang cukup tinggi, saya melihat, pemanfaatannya tidak lebih dari sekadar hanya untuk menambah kuantitas media tanam belaka. Itu kesimpulan dari bereksperimen tentang kulit telur yang saya peroleh.

Semoga bermanfaat! ☺

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s