About Me

Hai…

aboutme2Perkenalkan nama saya Omar Ramlee, pemilik situs “Kebun di Rumah”. Latar belakang edukasi saya adalah computer database programming. Pernah bekerja sebagai staff IT di sebuah bank swasta sebagai programmer dan saat ini sebagai freelance Author. Saya memiliki ketertarikan pada banyak hal yang dapat membuat sebuah kemudahan dan efisiensi dalam satu sistem kerja maupun rutinitas kehidupan sehari-hari.

Memodifikasi dan menjadikan satu sistem kerja baru serta menjadikannya murah, mudah diperoleh, berdaya tahan (durable) dan bisa diterapkan secara umum merupakan tantangan menarik untuk dijalani. Mengetahui dan memanfaatkan hal-hal disekitar kita secara maksimal dan tepat guna adalah langkah yang cukup masuk akal untuk memulainya.


Latar belakang pembuatan “KEBUN di RUMAH”

aboutme1Saya tidak memiliki pengetahuan formal mengenai biologi dan botani. Saya hanya menyukainya. Semua artikel mengenai berkebun dalam situs ini berdasarkan informasi yang didapat melalui media cetak dan elektronik (internet) ditambah sedikit rangkuman analisa dari beberapa pengalaman dan eksperimen pribadi.

Hingga saat ini, teknologi komputer, khususnya programming dan game, lebih mendominasi waktu keseharian saya daripada berkebun. Lalu, mengapa saya membuat artikel mengenai berkebun?

Terbiasa menghadapi suatu kondisi dimana permainan logika sangat berperan penting dalam merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi keuangan pada komputer, membuat saya berpikir dan mengagumi keadaan atas proses yang terjadi di sebuah lingkungan hutan hujan-tropis. Ada sebuah mekanisme yang tidak dapat dijelaskan telah dan sedang berlangsung didalamnya serta jauh dari campur tangan manusia. Keseimbangan antara satu bagian dengan lainnya, menghasilkan satu bentuk harmonisasi menarik dan indah dimana mayoritas penghuni kehidupan terbesar didalamnya adalah tanaman.

Saya menikmati saat dimana tanaman mengeluarkan tunas daun, bakal bunga, pertumbuhan akar dan semua yang berhubungan dengan proses tumbuh kembang tanaman. Ada sesuatu yang menarik di situ, yang kita biasa menyebutnya sebagai KEHIDUPAN. Mengikuti proses tumbuh kembang tanaman merupakan hal yang menyenangkan bagi saya, karena setiap tanaman memiliki ciri dan karakternya sendiri. Saya merasakan satu bentuk yang mulia di dalamnya.

Seperti nama temanya, “KEBUN di RUMAH”, apa yang hendak saya sampaikan disini adalah tentang metode perawatan tanaman hanya sebatas ruang lingkup kebun di halaman rumah untuk jenis tanaman hias dalam pot pada umumnya, anthurium khususnya.

Mengapa harus anthurium?

Saya tidak tahu. Saya hanya menyukainya.

Dimulai pada pertengahan tahun 2007, ada beberapa cara / metode dari beberapa sumber informasi tentang perawatan tanaman yang saya coba-terapkan. Ada yang efektif (bagi saya pribadi), ada juga yang tidak. Mungkin karena perbedaan lingkungan dan dasar pengetahuan yang dimiliki masing-masing sumber.

Semakin banyak informasi mengenai cara / metode diperoleh, menjadi semakin sulit menentukan mana yang terbaik. Hingga kemudian, saya mencoba bereksperimen untuk menyusun cara / metode sendiri guna memperoleh hasil sesuai yang diinginkan.

Anthurium adalah tanaman yang menjadi objek utama saya bereksperimen. Untuk mendapatkan hasil yang netral, saya mengolah informasi dari berbagai sumber mengenai penggunaan bumbu dapur dan bahan-bahan organik yang bisa dijadikan bahan dasar membuat pupuk dan pestisida tanaman. Dengan demikian, berbarengan waktu eksperimen merawat tanaman berlangsung, saya juga mengerjakan eksperimen meracik pupuk dan pestisida secara swadaya.

Semua pengalaman dan hasil bereksperimen itu, saya kumpulkan menjadi beberapa artikel yang bisa anda baca dalam blog ini.

Sejauh mana tingkat keberhasilan dari eksperimen-eksperimen tersebut?

Agak sulit untuk dinyatakan bagaimana persisnya ke dalam bentuk satu kesimpulan.

Gambaran perbandingan keadaan sebelum dan setelah eksperimen menjadi baku adalah saat ini saya sama sekali tidak memiliki ketergantungan terhadap pasar atas ketersediaan pupuk, pestisida dan bahan kebutuhan tanaman lain yang rutin diperlukan dalam berkebun.

Itu saja.

Jika sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan metode serta bahan organik / sintesis yang saat ini sedang anda gunakan, silahkan tetap terus menggunakannya sebagaimana biasa anda lakukan.

Sekiranya diperlukan, saya akan meng-update artikel-artikel yang telah dipublikasikan. Baik sekedar memperjelas maksud dari apa yang telah tertulis maupun tambahan keterangan-keterangan baru, tanpa mengubah jalur pokok pembahasan telah disampaikan sebelumnya.

Seandainya ada yang hendak disampaikan, silahkan langsung menuliskan komentar anda pada kolom komentar di bagian akhir dari setiap artikel terkait.


Hak cipta…

Pemakaian semua konten (judul blog / situs, logo, artikel, gambar dsb.) yang bersumber dan ada dalam kebundirumah.com oleh pihak di luar kebundirumah.com, mengacu pada ketentuan dan hukum sesuai tertera di semua undang-undang hak cipta yang berlaku di negara Indonesia dan juga undang-undang hak cipta yang menjadi ketentuan WordPress.com sebagai penyelenggara / induk / host dari kebundirumah.com.

kebundirumah.com akan selalu menyetujui tindakan sepihak apa pun yang dilakukan oleh WordPress.com terkait dengan tindak pelanggaran hak cipta atas pemakaian semua konten (judul blog / situs, logo, artikel, gambar dsb.) yang bersumber dan ada dalam kebundirumah.com oleh pihak di luar kebundirumah.com, baik yang berlokasi di dalam mau pun di luar wilayah hukum negara Indonesia.

kebundirumah.com tidak bertanggung jawab atas pemakaian satu / beberapa / semua konten dalam kebundirumah.com oleh pihak di luar kebundirumah.com dengan / untuk tujuan komersialisasi dalam bentuk apa pun.

Lebih jauh mengenai UUHC (Undang-undang Hak Cipta) dapat dipelajari pada alamat-alamat di bawah ini :

Terima kasih anda telah meluangkan waktu untuk mengunjungi situs-situs saya.

Iklan

16 thoughts on “About Me”

  1. With havin so much content and articles do you ever run into any issues of plagorism or copyright violation?
    My site has a lot of unique content I’ve either
    written myself or outsourced but it looks like a lot of it is popping it up
    all over the web without my permission. Do you know any methods
    to help protect against content from being
    ripped off? I’d genuinely appreciate it.

    1. I think, all bloggers (begginner or advanced) have the same issue. You can’t forbid others not to steal your articles. I do not really want to worry about it. I believe that every human being is unique. During this time, I always try to write every topic based on who I really am. Posts made like that would make difficult to changed. Because the ideas and the ways to delivering the content is based only by my own thought, opinion and personality. That is my copyrights. So, if others try to claim my posts or steal my posts and then claim it as theirs, I won’t mind. The time will shows whose the true owner of the posts.

      I’m sorry for my English limitation…

  2. A motivating discussion is worth comment. I do think that you need
    to write more on this subject matter, it may not be
    a taboo matter but usually folks don’t discuss these subjects.
    To the next! Many thanks!!

    1. Your absolutely a 100% right! But, I want to make this blog just as it was. Keep focus, but simple and easy to understand for others who have gardening hobbies.
      For a change, I’ve already made another blog which talking around using everyday electricity at home and how to reduce using it with minimum impact to our daily life (listrikdirumah.com).
      I think, it can be used for wider discussion, more than just electricity only. Thanks for your concern.

  3. Halo Pak Omar, saya sedang membutuhkan bantuan Bapak bagaimana cara nya agar tanaman hias dirumah (pot) tetap mendapat air walaupun saya tidak dirumah dalam waktu 2 bulan sd 1 tahun?
    Saya sudah mencari alat watering system dengan timer di Ace Hardware, sayang nya mereka tidak punya. Bisa saja saya minta tetangga untuk menyiram bila saya sedang bertugas di luar, tetapi mereka terkadang lupa akhirnya tanaman yang saya titipkan mati, saya jadi kecewa. Untuk itu saya butuh alat pemberian air tanpa harus merepotkan orang lain.
    Ada saran Pak Omar?terimakasih banyak sebelumnya ya..

    Salam hangat,
    Niken

    1. Hai Niken,

      Tidak ada perangkat otomatis menyiram tanaman sebaik watering system dengan timer. Karena memang dibutuhkan beberapa perangkat untuk menggantikan keberadaan manusia agar tindak penyiraman dapat dikerjakan secara (mendekati) sempurna.

      Saya pernah mencoba meniru dengan cara membuat menggunakan pompa ĸolam (outdoor) yang dicelupkan ke dalam tandon air, dan pompa tersebut diaktifkan oleh timer. Bisa diterapkan dan lebih murah daripada membeli perangkat watering system, namun terlalu repot membuat jalur baru untuk pendistribusian air dari tandon ke area taman.

      Perangkat yang dibutuhkan untuk meniru watering system sebenarnya tidak rumit dan mudah diperoleh di pasaran. Perangkat utamanya adalah tandon air, pompa kolam (outdoor) dan timer. Selebihnya adalah membangun jalur distribusi air khusus menyiram dari tandon ke area taman¸ termasuk jalur pipa untuk nozzle. Proses membangun jalur distribusi air inilah yang perlu diperhitungkan dan dikerjakan dengan hati-hati, karena harus disesuaikan dengan kondisi rumah.

      Saya menghentikan percobaan meniru membuat watering system ini karena begitu semuanya pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik, maka semuanya akan menjadi permanen. Berbeda dengan perangkat watering system yang sudah jadi dan dijual dipasaran. Produk tersebut sangat fleksibel, mudah dipindah-sesuaikan dan dibereskan. Itulah sebabnya saya menyatakan tidak ada perangkat sebaik watering system yang dijual dipasaran.

      Saya rasa, anda bisa mencari di internet pihak-pihak yang menjual perangkat watering system selain Ace Hardware.

      Salam.

  4. Halo Pak Omar

    Saya mau mencari daun mimba utk dijadikan pestisida alami utk tanaman di kebun rumah saya, namun setelah sekian lama saya kesulitan menemukannya. Bisa minta bantuannya pak untuk mengirimkan daun tersebut, saya akan ganti biayanya.

    Terima Kasih

    1. Dibagian akhir artikel Daun mimba dan hama rayap, saya sertakan alamat bptsitubondo. Silahkan kunjungi alamat tersebut. Anda dapat menanyakan ke contact-person yang tertera di bagian akhir artikel untuk membantu anda.

      Mohon maaf, saat ini saya kekurangan daun mimba sebagai bahan baku membuat ramuan pestisida untuk kebun di rumah.

      Salam…

Komentar ditutup.

Iklan

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: