Semua tulisan dari Omar Ramlee

Have a little skills and experience in Accounting System Computer Programming. Writing on blog is most recent activities. Love playing game, especially car racing.

Mimba dan Mindi

Di artikel ini saya coba sajikan sosok pohon Mimba berbarengan dengan foto pohon Mindi yang mana keduanya terdapat di halaman rumah saya :

Lanjutkan membaca Mimba dan Mindi

Iklan

Efek mematikan Pupuk dan Pestisida Sintetis?

Ladang-ladang Pembunuh

Di provinsi Sri Lanka Utara Tengah, di sebidang hamparan tanah subur disekitar sisa reruntuhan kuil Buddha, para petani telah menanam padi selama ribuan tahun. Sampai tahun 1960an, mereka mengandalkan lembu, bukan traktor, untuk membajak sawah mereka. Namun sejak metode mekanik dan kimiawi diperkenalkan, telah mengikis habis nilai kearifan lokal yang dimiliki dari teknik konvensional tersebut. Negara kepulauan yang dulu pernah mengklaim kepemilikan dari hampir 3.000 varietas padi ini, kemudian menanam dan memproduksi hanya beberapa varietas unggulan saja di areal persawahan yang secara rutin diguyur pestisida dan pupuk sintetis.

Akibatnya, hasil panen Sri Lanka meningkat 60 persen sejak 1979. Sayangnya, “kemajuan” tersebut diiringi dengan berkembangnya bencana kesehatan masyarakat setempat. Saat ini, penyakit ginjal misterius menimpa sekitar 400.000 orang di provinsi tersebut, yang mana mewakili sekitar sepertiga dari jumlah keseluruhan populasi penduduk.  Lanjutkan membaca Efek mematikan Pupuk dan Pestisida Sintetis?

Resep-resep Pestisida Organik Nabati oleh Kardinan

Agus Kardinan, merupakan salah satu sosok pelaku di bidang pertanian organik Indonesia yang memiliki kontribusi terbesar untuk saya menjadi bisa mempelajari dan menguasai cara membuat pestisida organik nabati secara otodidak.

Dari sekian banyak hasil karyanya (buku & karya ilmiah), hanya satu buku yang saya miliki, yaitu : Pestisida Nabati : Ramuan & Aplikasi. Dalam buku yang hanya setebal 80 halaman itu, berisi pengetahuan dasar tentang beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan membuat bahan pestisida. Penjabaran materi yang tertera dalam buku secara keseluruhan, bisa dibilang relatif sangat singkat. Tapi memiliki porsi yang sangat mendasar mengenai inti pestisida tanaman dengan hama yang dapat ditanggulangi.

Buku tersebut, kelihatannya saat ini, sudah tidak dicetak lagi oleh penerbit Penebar Swadaya. Saya sudah mencarinya di internet dan hanya ada dimiliki untuk dipinjamkan oleh sebuah perpustakaan yang berlokasi di Jogja.  Lanjutkan membaca Resep-resep Pestisida Organik Nabati oleh Kardinan

Kulit Telur vs Kapur Dolomit

Kulit telur, merupakan salah satu sampah rumah tangga organik yang sering dijadikan campuran media tanam. Secara bahan dasar, kulit telur memiliki kandungan yang sifatnya mirip dengan kapur dolomit. Fungsinya, untuk meningkatkan kadar basa pH media tanam.
Cara mengaplikasikannya, kulit telur dikumpulkan setelah dicuci bersih. Setelah cukup banyak, ditumbuk hingga cukup halus. Tebarkan di permukaan media tanam, atau dapat juga di tanam kira-kira 2 cm di bawah permukaan media tanam.

Hanya itu saja. Gampang kok.

Beberapa sumber menyarankan untuk tidak menumbuknya sampai sehalus tepung. Cukup hingga menjadi serpihan kecil kasar. Tujuannya, selain meningkatkan pH tanah secara bertahap, juga bisa sebagai repellent hama moluska (siput bercangkang / siput telanjang).

Jadi, inti dari manfaat cangkang telur secara garis besar adalah bisa meningkatkan kadar pH tanah sekaligus repellent hama moluska.

Benarkah seperti itu keadaannya?

Ini cerita tentang eksperimen pemanfaatan kulit telur yang saya telah kerjakan dan berikut hasilnya.


Lanjutkan membaca Kulit Telur vs Kapur Dolomit

“Namanya, kembang Ang Siau.”

Begitu yang disampaikan almarhum nenek saya selang waktu 45 tahun silam tentang bunga yang menjadi gambar tajuk di atas.

Baru sekitar 7 tahun lalu, saya berhasil mendapatkan bibit cangkok-kan pohon itu dengan wangi bunga menyerupai rasa yang tertanam diingatan saya 45 tahun berselang. Hingga sekarang, bibit yang semula hanya 60 cm, telah tumbuh menjadi pohon seutuhnya setinggi 2 meteran di halaman rumah saya.

Pohon kembang Ang Siau atau lebih sering disebut dengan pohon Ang Siau, merupakan tanaman perdu. Sepengetahuan saya, pohon ini tidak pernah berbuah. Hanya berbunga saja.  Lanjutkan membaca “Namanya, kembang Ang Siau.”