Bawang Putih dan Hama Siput (Snails)

halaman 2 dari 3

Efek negatif ramuan terhadap tanaman…

Walau pun bisa mengendalikan hingga 90% peredaran siput bercangkang, ramuan cenderung berefek mencederai tanaman jika terlalu sering diaplikasikan. Terutama jika diaplikasikan di atas permukaan daun. Hal ini dikarenakan, bawang putih memiliki kandungan Manganese cukup tinggi. Tanaman memperlakukan Manganese sebagai unsur hara / makanan yang dapat diserap oleh daun. Jadi, jika frekuensi peng-aplikasi-an ramuan ini terlalu sering dilakukan, akan mengakibatkan tanaman menjadi overdosis unsur Manganese.

Selain itu, jika bilah daun terluka akibat serangan hama, penyemprotan dengan menggunakan ramuan ini pun akan menjadikan luka bekas serangan menguning. Misalnya, jika ramuan disemprotkan pada kutu putih yang menempel di permukaan bilah daun, maka bekas luka yang ditimbulkan hama kutu putih akan menguning. Saya tidak mengerti ataupun mengetahui secara pasti apa penyebabnya, namun dari beberapa kejadian, akan berakhir seperti itu.

Daun yang terkena serangan cukup parah dan disemprot dengan ramuan, maka kemungkinan besar akan layu dan mati. Ada baiknya penggunaan ramuan pestisida ini lebih ditujukan guna kepentingan pengendalian peredaran hama di permukaan media tanam. Kalaupun kondisinya memaksa untuk mengaplikasikan ramuan di atas permukaan daun, cukup dilakukan dengan 1-2 kali semprot saja.

Penyemprotan ramuan secara berkesinambungan dalam jangka waktu relatif pendek, akan menyebabkan daun menguning dan cenderung mati..

Informasi lain terkait bawang putih sebagai pestisida nabati…

Beberapa sumber menyatakan, bahwa penggunaan bawang putih sebagai pestisida tidak hanya mengatasi hama, tapi juga kehidupan organik lainnya yang berguna bagi tanaman. Saya pribadi, tidak mau merisaukan informasi tersebut. Karena, kita tidak pernah mengetahui dengan jelas apa yang sedang terjadi di bawah permukaan media tanam.

Jika kita tidak menggunakan pupuk sitensis untuk diaplikasikan pada media tanam, ketersediaan nutrisi tanaman pada media tanam lebih ditentukan oleh tingkat aktivitas mikro-organisme yang beredar di dalamnya. Termasuk juga diantaranya adalah hama media tanam. Saya tidak mau berkutat diseputar kebenaran informasi-informasi seperti itu, karena tidak akan menghasilkan satu solusi apa pun.

Pemakaian bawang putih sebagai pestisida, dapat mengatasi beberapa jenis hama yang umum ditemukan pada tanaman hias. Seperti nematoda, jamur dan siput bercangkang. Disamping itu, bawang putih memiliki beberapa kandungan mineral dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan tanaman.

Selain bawang putih, jenis tanaman lain yang dapat menangani hama siput bercangkang adalah tumbuhan patah tulang, daun sembung dan tuba (Pestisida Nabati : Ramuan & Aplikasi – Ir. Agus Kardinan, M.Sc.). Sampai saat ini, saya tidak pernah mencoba menggunakan ketiga tanaman tersebut sebagai bahan dasar membuat pestisida. Karena, menurut beberapa sumber, memiliki kemampuan racun cukup kuat dan mampu membunuh hewan peliharaan.

Teori efek ramuan pestisida terhadap hama siput…

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, siput termasuk hama dengan kategori sulit diatasi gangguan dan ancamannya. Mengapa?

Siput, baik bercangkang maupun tidak, adalah hewan bertubuh lunak beralat kelamin ganda (betina dan jantan, hermaphrodit). Jadi, walaupun tanpa kehadiran pasangannya, siput tidak memiliki kesulitan untuk berkembang biak. Biasanya, mereka meletakkan telurnya di bawah pangkal batang tanaman (siput telanjang meletakkan telurnya di bagian bawah pot).

Tempat itu merupakan lokasi favorit berkumpulnya hama tanaman, karena kondisi lembab dan menjadi tempat lintasan air dari daun ke bawah permukaan media tanam. Di bagian ini juga, pertumbuhan akar baru dimulai. Penggunaan POC (pupuk organik cair) secara berlebihan merupakan salah satu penyebab dari bagian bawah pangkal batang sebagai tempat hama, termasuk siput, mencari makan dan bertelur.

Saat telur-telur menetas, bayi-bayi siput akan langsung melahap endapan POC yang ada disitu. Jika endapan POC sudah habis, bayi-bayi ini, termasuk siput dewasa, akan merayap naik ke permukaan menuju pucuk daun mencari bahan lain untuk dimakan. Ketika mereka menemukan endapan POC yang menempel pada bakal pucuk atau pucuk daun, mereka akan memakannya berikut dengan bakal pucuk atau pucuk daun itu sendiri. Tindakan ini, juga dilakukan oleh hama-hama lainnya, termasuk diantaranya adalah nematoda.

Bagaimana bawang putih mampu membuat hama mati? Saya tidak tahu persis prosesnya, tapi saya mendapatkan teori yang cukup masuk akal untuk menjelaskannya.

Umumnya, hama yang banyak beredar di area media tanam merupakan jenis hewan bertubuh lunak. Pernah anda mencoba mengunyah 1 siung bawang putih? Saat minyak bawang putih terkena lidah, selain lengket (memiliki perekat) akan terasa pedas dan perih, dan baru mereda setelah kita minum beberapa gelas air tawar. Bagaimana jika yang kita minum adalah minuman beralkohol, bukan air tawar?

Gambaran kondisi seperti itulah yang terjadi pada hama-hama tersebut saat terkena ramuan pestisida bawang putih. Walaupun mereka dapat menghindari dengan cara mengeluarkan lendir dari tubuh mereka, hal itu hanya berlangsung sementara. Ramuan akan tetap menempel karena adanya campuran sabun cair.

Tindakan dari mengeluarkan lendir untuk menghindari rasa pedas dan perih dari minyak bawang putih, lama kelamaan akan menyebabkan dehidrasi pada tubuh mereka dan akhirnya mati akibat kekurangan cairan tubuh.

Jadi, kandungan yang terdapat pada bawang putih, bukanlah berupa racun seutuhnya yang bisa mematikan hama siput / hewan bertubuh lunak lainnya. Tetapi, cenderung sebagai bahan perantara guna memaksa hama-hama itu untuk melakukan tindakan yang membuat mereka mati dengan sendirinya. Hama, tidaklah memiliki kecerdasan untuk bisa merencanakan cara mengatasi bahaya secara berkesinambungan. Tindakan mereka dilakukan secara spontan dan akan tetap berlangsung seperti itu selama kondisi yang mereka rasakan masih tidak nyaman.

Selanjutnya…

Iklan

10 tanggapan untuk “Bawang Putih dan Hama Siput (Snails)”

  1. Saya sempat geram dengan hama siput ini. Berbagai cara pernah saya coba tapi kurang memuaskan. Sampai akhirnya saya menemukan cara yg paling efektif tp relatif repot/mahal utk lahan yg terhitung luas, yaitu memagari lahan tanaman dengan WARING (jaring yang terbuat dari anyaman plastik). Semoga bermanfaat.

    1. Terima kasih telah mengunjungi “Kebun di Rumah”,

      Bisa dengan cara kedua-duanya. Saya cenderung menumbuk-nya untuk menghindari kemungkinan berkurangnya kualitas bahan akibat proses blending. Lebih baik anda mencoba kedua cara dalam kuantitas sedikit terlebih dulu untuk mendapat perbandingan mana hasil terbaik dengan efek negatif paling minimal terhadap tanaman di rumah.

      Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: