Rusa-rusa di Bogor…

Pemandangan di salah satu pojok halaman Istana Kepresidenan Bogor….

rusa-istana-bogor

rusa-istana-bogor1

Daun Kelor : Penangkal Gaib Negatif?

Menyeduh teh kelor setiap pagi hari, telah menjadi rutinitas sejak pertengahan tahun 2012. Sehingga setiap hari, satu teko teh kelor (1,2 liter) selalu tersedia di rumah saya.

Daun Kelor dan Tukang Urut…

Di satu pagi (pertengahan 2013), pembantu harian di rumah saya meminta segelas seduhan teh kelor. “Siapa tahu linu di pergelangan tangan bisa sembuh.”, begitu katanya. Di sela-sela waktu menghabiskan teh kelor, ia pun bercerita tentang sakit di pergelangan tangannya.

Baca lebih lanjut

Sedikit pemikiran tentang Perawatan Tanaman

Tanaman, hidup dengan menyerap unsur hara yang kemudian di olah menjadi makanan melalui proses fotosintesis. Dengan kata lain, kandungan unsur hara (seperti N, P dan K) yang terdapat pada pupuk adalah bahan baku bagi tanaman untuk membuat makanan. Bahan baku ini dimasak untuk menjadi bahan yang bisa diterima dan menjadi makanan oleh tanaman melalui proses fotosintesis. Jadi, anggapan bahwa pupuk merupakan makanan bagi tanaman, tidaklah sepenuhnya benar. Terdapat satu proses “memasak-pupuk” yang harus dilalui hingga akhirnya bisa menjadi makanan yang sebenarnya bagi tanaman. Baca lebih lanjut

Perubahan tampilan layar & konsep menu Kebun di Rumah

Hai…

Kepada para pengunjung Kebun di Rumah, pada periode antara tanggal 28 September 2014 hingga 04 Oktober 2014, saya akan dan sedang melakukan revisi / perubahan tampilan layar dan konsep menu blog Kebun di Rumah.

Mohon maaf bila terjadi ketidaknyamanan saat anda hendak meng-akses blog ini selama pada periode waktu perubahan tersebut dilakukan.

Terima kasih atas perhatiannya…

Pupuk Murah Alami untuk Buah Jeruk Kip…

JerukKip_1“Waduuuh… cakep bener yaaa…”, itu ucapan yang terlontar saat pertama saya melihat buah jeruk Kip bergelantungan di setiap ranting pohonnya.

Tumbuh di atas tanah berpasir, namun tanaman ini mampu menghasilkan buah sedemikian rupa. Apa rahasianya?

Setiap sehabis selesai makan, si pemilik tanaman, menuangkan air ledeng di atas piring makan untuk membasuh sisa makanan yang menempel dipermukaan piring. Kemudian, air ini dituang dan ditampung di dalam sebuah ember.

JerukKip_2Perlakuan yang sama diterapkan pada saat setelah selesai memasak makanan atau sisa makanan dalam kuali / panci. Semua dituang dalam satu ember, dibiarkan menjadi dingin. Air dalam ember ini baru diaplikasikan ke media tanam pada keesokan harinya. Rutinitas ini berlangsung setiap hari dan hasilnya benar-benar menakjubkan.

Pupuk alami yang murah meriah ini, tidak hanya dapat digunakan untuk tanaman buah saja. Tetapi juga untuk tanaman bunga.

Berminat untuk mencoba?