Bor Media Tanam

halaman 1 dari 2

Pemikiran / ide yang mendasari pembuatan bor media tanam ini berasal dari aktivitas cacing tanah (earth worm) di dalam tanah. Ukuran cacing tanah cukup besar (diameter ± 1 cm), biasa berkeliaran di bawah permukaan tanah dan berguna untuk menggemburkan tanah. Jenis cacing ini jarang terlihat berkeliaran di permukaan tanah (saya tidak pernah melihatnya) atau ditemukan di media tanam dalam pot. Cacing tanah tidak merusak dan bukan merupakan hama tanaman. Banyak aktivitas yang dilakukan cacing tanah terhadap fisik tanah, salah satunya adalah membuka jalur aerasi di dalam tanah.


Aerasi dalam Pot

Awalnya, saya tidak memperdulikan mengenai aktivitas hewan bertubuh lunak yang satu ini. Anggapannya adalah sama dengan jenis cacing lain yang berada dalam tanah. Setelah membaca dari artikel salah satu situs di internet mengenai aktivitas cacing tanah, saya mulai memperhatikan lebih jauh mengenai fungsi jalur aerasi dalam media tanam.

Percobaan pertama dalam menciptakan jalur aerasi di dalam media tanam adalah mengeluarkan seluruh isi pot dan membongkar media tanam menggunakan “kape” (sendok semen), kemudian dimasukkan kembali ke dalam pot. Setelah 1 minggu kemudian, tanaman terlihat “sedikit” lebih segar.

Eksperimen  kembali dilakukan terhadap beberapa tanaman lain yang dalam kondisi stagnant. Setelah 2-3 minggu, sebagian tanaman mengeluarkan pucuk baru. Namun, sebagian lainnya tetap diam.

Menyaksikan semua itu, saya berkesimpulan, “ada kemungkinan” keberadaan aerasi dalam media tanam membawa efek positif walau pun sulit dibuktikan hubungannya dengan keseluruhan proses tumbuh-kembang tanaman. Permasalahannya, jika kemungkinan itu memang benar adanya, maka menjadikan tindakan membongkar media tanam untuk memelihara jalur aerasi sebagai salah satu rutinitas dari perawatan tanaman merupakan hal yang merepotkan.


Cara membuatnya

Beberapa tools (alat bantu) perlengkapan berkebun, yang dibeli di toko-toko maupun buatan sendiri, telah saya coba terapkan untuk mengakomodasi kebutuhan itu. Salah satunya yang cukup memadai dan fleksibel digunakan untuk dipakai pada beberapa aktivitas berkebun adalah “bor media tanam“.

Setelah melalui beberapa modifikasi model ulir untuk menembus ke dalam media tanam, saya mendapatkan satu model yang cukup “bersahabat” dan tidak terlalu merusak akar tanaman dalam pengoperasiannya.

Cara dan bahan serta perlengkapan untuk membuatnya, dapat dilihat dibawah ini :

Bahan :

  • Kawat ikat ukuran 12           : 0,5 meter

Peralatan :

  • Tang Potong
  • Tang Buaya
  • Potongan Pipa Paralon

Cara Membuat :

Jepit ujung kawat pada pipa paralon dengan menggunakan tang
Putar kawat ke arah dalam (kiri) melingkari paralon
…hingga membuat lilitan 1 lingkaran penuh
Lepaskan paralon dari lilitan kawat.
Tekuk pada bagian pangkal lilitan hingga 90 derajat.
Tarik ujung lilitan…
hingga lebih menjulur seperti pada gambar.
Buat sedikit penyesuaian…
… hingga terlihat seperti…
…pada gambar ini.
Jepit ujung kawat yang lain dengan menggunakan tang…
putar hingga membentuk mirip lingkaran.
Tekuk bagian pangkal lingkaran hingga 90 derajat seperti terlihat pada gambar
Hasil akhir keseluruhan akan terlihat seperti ini.

Catatan :

  • Ukuran panjang kawat dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
  • Pengurangan panjang kawat akibat bentuk ulir pada ujung dan bentuk pegangan pada pangkal kira-kira 10-15 cm.

Selanjutnya⇒

Iklan

4 thoughts on “Bor Media Tanam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: