Cangkang Kepiting sebagai (?)

Karakter tanda tanya (?) pada judul artikel ini memang demikian keadaannya. Saya tidak tahu untuk memasukan cangkang kepiting sebagai kategori pupuk atau pestisida. Tidak banyak yang saya dapatkan dari bahan organik yang satu ini. Menggunakan cangkang kepiting dengan cara membenamkannya ke dalam media tanam, tidak menunjukkan efek positif / negatif yang cukup berarti terhadap proses tumbuh-kembang tanaman. Semenjak mulai dibenamkan hingga akhirnya lapuk, saya tidak menemukan sesuatu yang dapat dikatakan menguntungkan ataupun merugikan bagi pertumbuhan tanaman.

Mungkin ada efek positif dari bahan tersebut, karena sejak dibenamkan hingga melapuk, kondisi tanaman di atas permukaan media tanam terlihat normal dan minimal dari gangguan hama. Namun, hal tersebut juga terjadi pada mayoritas tanaman lain yang tidak dibenamkan bahan ini ke dalam media tanamnya. Saya lupa untuk melakukan pemeriksaan kadar pH media tanam saat periode bahan tersebut dibenamkan dan tidak pernah membongkar / mengeluarkan media tanam dari dalam pot untuk memeriksa kondisi media tanam secara keseluruhan. Jadi, selama masa tersebut, saya tidak mendapatkan sesuatu yang berbeda pada proses tumbuh-kembang antara tanaman yang mendapatkan bahan ini dengan yang tidak, pada media tanamnya.

Beberapa minggu setelah proses pelapukan selesai, saya membongkar media tanam dan mendapatkan hama nematoda dalam jumlah relatif lebih banyak daripada media tanam lain yang sebelumnya tidak menggunakan cangkang kepiting. Mungkin, keberadaan cangkang kepiting, saat berada dalam media tanam, dapat mengendalikan (tidak mematikan) hama nematoda yang beredar di media tanam. Saya hanya melakukan percobaan ini satu kali saja, tidak berkelanjutan. Ada kemungkinan jika dilakukan secara berkala, dapat mengendalikan keberadaan hama nematoda dengan baik. Bahan cangkang kepiting yang cukup keras ini, menjadikannya lambat untuk terurai dan melapuk. Perlu waktu 3 – 4 bulan sejak dibenamkan hingga melapuk. Kondisi bahan seperti ini sangat ideal untuk mempermudah tindakan perawatan tanaman dalam pengendalian hama nematoda dalam waktu yang relatif lama.

Beberapa sumber mengatakan bahwa cangkang kepiting memiliki zat yang mengundang sejenis bakteri yang menjadi musuh alami dari nematoda. Selain itu, cangkang kepiting memiliki kandungan unsur hara tertentu yang juga berguna untuk pertumbuhan tanaman. Sayangnya, saya tidak melihat atau merasakan hal yang sama pada eksperimen yang telah saya lakukan. Jadi, sulit untuk menyetujui kebenaran dari pernyataan tersebut.

Cangkang kepiting yang menjadi bahan eksperimen adalah sampah rumah tangga. Setelah isinya selesai disantapkan, sisa cangkangnya yang digunakan sebagai bahan percobaan. Jika anda memiliki bor media tanam (artikel Bor Media Tanam), tindakan membenamkan dapat dilakukan dengan mudah. Cukup membuat lubang dengan menggunakan alat tersebut sedalam ½ bagian dari tinggi media tanam, masukkan cangkang kepiting yang telah dihancurkan menjadi bentuk serpihan. Tutup kembali lubang dengan menggunakan bor media tanam. Selesai.

Hal utama yang membuat saya tidak melanjutkan eksperimen ini adalah ketersediaan bahan secara konsisten. Terlalu mahal biaya yang harus dikeluarkan hanya sekedar untuk mengendalikan hama nematoda belaka. Dilain pihak, sampah cangkang kepiting tidak dapat dibiarkan terlalu lama sebelum dibenamkan ke dalam media tanam. Walau pun bisa dengan cara dibersihkan terlebih dahulu, namun (lagi-lagi) tidak sebanding jika hanya untuk sekedar mengendalikan hama nematoda belaka. Tidak ada salahnya untuk mencoba cangkang kepiting sebagai salah satu alternatif bahan organik jika konsistensi ketersediaan bahan dapat terpenuhi dengan baik.

Catatan :

Saya tidak pernah membuat / mencoba menjadikan cangkang kepiting atau bahan organik non-nabati lainnya sebagai bahan dasar pembuatan POC. Parameter awal yang saya gunakan untuk pembuatan POC berbahan dasar organik non-nabati adalah efek yang diperoleh dari bahan mentah setelah dibenamkan ke dalam media tanam. Jika bahan tidak menunjukkan efek positif pada proses tumbuh-kembang tanaman selama masa dibenamkan, saya tidak akan menjadikannya sebagai bahan dasar pembuatan POC.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s