Arsip Kategori: Pupuk dan Pestisida Organik

Resep-resep Pestisida Organik Nabati oleh Kardinan

Agus Kardinan, merupakan salah satu sosok pelaku di bidang pertanian organik Indonesia yang memiliki kontribusi terbesar untuk saya menjadi bisa mempelajari dan menguasai cara membuat pestisida organik nabati secara otodidak.

Dari sekian banyak hasil karyanya (buku & karya ilmiah), hanya satu buku yang saya miliki, yaitu : Pestisida Nabati : Ramuan & Aplikasi. Dalam buku yang hanya setebal 80 halaman itu, berisi pengetahuan dasar tentang beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan membuat bahan pestisida. Penjabaran materi yang tertera dalam buku secara keseluruhan, bisa dibilang relatif sangat singkat. Tapi memiliki porsi yang sangat mendasar mengenai inti pestisida tanaman dengan hama yang dapat ditanggulangi.

Buku tersebut, kelihatannya saat ini, sudah tidak dicetak lagi oleh penerbit Penebar Swadaya. Saya sudah mencarinya di internet dan hanya ada dimiliki untuk dipinjamkan oleh sebuah perpustakaan yang berlokasi di Jogja.  Lanjutkan membaca Resep-resep Pestisida Organik Nabati oleh Kardinan

Iklan

Bahan-bahan untuk membuat Pestisida Organik

Di bawah ini adalah cuplikan daftar bahan organik untuk membuat pestisida alami yang saya ambil dari buku Pestisida Nabati : Ramuan & Aplikasi¹ :

Daftar tanaman untuk bahan pestisida

Lanjutkan membaca Bahan-bahan untuk membuat Pestisida Organik

Pupuk Murah Alami untuk Buah Jeruk Kip…

JerukKip_1“Waduuuh… cakep bener yaaa…”, itu ucapan yang terlontar saat pertama saya melihat buah jeruk Kip bergelantungan di setiap ranting pohonnya.

Tumbuh di atas tanah berpasir, namun tanaman ini mampu menghasilkan buah sedemikian rupa. Apa rahasianya?

Setiap sehabis selesai makan, si pemilik tanaman, menuangkan air ledeng di atas piring makan untuk membasuh sisa makanan yang menempel dipermukaan piring. Kemudian, air ini dituang dan ditampung di dalam sebuah ember.

JerukKip_2Perlakuan yang sama diterapkan pada saat setelah selesai memasak makanan atau sisa makanan dalam kuali / panci. Semua dituang dalam satu ember, dibiarkan menjadi dingin. Air dalam ember ini baru diaplikasikan ke media tanam pada keesokan harinya. Rutinitas ini berlangsung setiap hari dan hasilnya benar-benar menakjubkan.

Pupuk alami yang murah meriah ini, tidak hanya dapat digunakan untuk tanaman buah saja. Tetapi juga untuk tanaman bunga.

Berminat untuk mencoba?