Daun Mimba dan Hama Rayap

Bagi para pelaku perawatan tanaman organik, tidak asing rasanya saat mendengar kata “mimba” (EN : Neem). Saya tidak tahu mereka yang pernah mendengar, apakah pernah merasakan juga kemampuan “mimba” dalam perawatan organik. Jika melihat atau seseorang menawarkan bibit pohon ini kepada anda, saya sarankan untuk membeli dan memeliharanya di rumah.

Berikut ini saya sertakan sedikit cuplikan mengenai mimba dari buku “Pestisida Nabati : Ramuan & Aplikasi, Ir. Agus Kardinan, M.Sc.” :

… “Beberapa konferensi internasional telah banyak diselenggarakan untuk membahas masalah tanaman mimba, di antaranya yang diadakan di Jerman, India, Filipina, Kenya, Australia, Thailand dan Indonesia. Semua konferensi menempatkan mimba sebagai prioritas pertama untuk bahan pestisida nabati. Di negara-negara tersebut, mimba telah terdaftar sebagai pestisida. Di India sendiri telah terdaftar sekitar 200 formula pestisida yang berasal dari mimba. Dalam hal ini Indonesia masih jauh ketinggalan dibandingkan negara tetangga yang sudah lebih dahulu sadar akan lingkungan. Di negara tetangga, pemakaian pestisida nabati didukung oleh pemerintah, bahkan pemerintah sendiri turut serta dalam melakukan demonstrasi dan penyuluhan lapangan.”…

… “Tanaman mimba mampu mengendalikan sekitar 127 jenis hama dan mampu berperan sebagai fungisida, bakterisida, antivirus, nematisida, serta moluskisida.”….

Berdasarkan keterangan tersebut, khasiat / kandungan pestisida yang dimiliki tanaman mimba boleh dibilang telah mendapat pengakuan secara internasional. Sehingga, menurut saya, kita tidak perlu lagi meragukan keampuhan zat pestisida nabati yang dimiliki tanaman ini untuk kebutuhan mengatasi hama tanaman. Secara sepintas, kemampuan pestisida yang dimiliki tanaman ini bersifat umum, atau bisa digunakan untuk mengatasi mayoritas hama tanaman. Benarkah demikian? Suatu hari, saya diberi kesempatan untuk membeli anakan pohon mimba. Saya bawa pulang dan pelihara pohon itu di rumah.

Saat ini, anakan pohon mimba itu telah tumbuh setinggi ± 1,8 meter. Tidak terlalu rimbun, namun ada sedikit daunnya yang dapat di panen dan dijadikan bahan pestisida untuk kebutuhan sendiri. Saya memodifikasi resep Pestisida Organik Bawang Putih dengan menambahkan daun mimba sebagai salah satu bahan ramuan. Anda dapat melihat komposisi resepnya pada artikel Membuat Pestisida Organik dengan Daun Mimba

Daun Mimba dan Bawang Putih Kupas

Setelah beberapa kali melakukan eksperimen, saya mendapatkan satu garis besar bagaimana cara memanfaatkan daun mimba sebagai pestisida nabati di rumah. Dibawah ini adalah ceritanya :

top

Proses pembuatan ramuan…

Saya menggunakan alat parutan kelapa manual untuk menghaluskan bawang putih dan daun mimba. Ada beberapa hal patut mendapat perhatian saat melakukan proses menghaluskan bahan mentah dengan menggunakan peralatan manual. Bahan mentah yang telah dihaluskan, memiliki sifat cukup tajam jika terkena permukaan kulit. Hindari kontak langsung bahan yang telah dihaluskan dengan permukaan kulit jari dalam waktu cukup lama. Jika itu terjadi, cuci segera menggunakan air bersih + sabun dan diulangi hingga beberapa kali. Kalau dibiarkan, jari akan terasa pedih dan kulit pada permukaan jari akan mengelupas setelah beberapa hari kemudian. Jadi, disini saya ingatkan untuk lebih berhati-hati selama dalam proses menghaluskan kedua bahan.

Pemakaian blender / mesin giling bumbu (grinder), mungkin, merupakan peralatan alternatif yang memadai untuk proses menghaluskan kedua bahan tersebut. Saya masih belum berniat menggunakan bantuan peralatan mesin guna mencegah kemungkinan berkurangnya kualitas bahan karena panas bilah pisau akibat putaran poros mesin.

Parutan Manual

Isi Parutan Manual

Ide perbedaan kualitas hasil proses menggunakan parutan mesin dan manual adalah dalam pembuatan santan kelapa. Saya tidak tahu bagaimana menyampaikannya secara benar, tapi intinya kurang-lebih seperti berikut ini. Jika anda menggunakan blender untuk memarut kelapa, maka santan yang dihasilkan akan cenderung pecah saat dimasak. Mesin parut kelapa di pasar tradisional, berbeda cara kerjanya dengan blender atau pun grinder. Poros pisau parutan berputar dengan perantaraan sabuk / tali karet yang terhubung pada poros mesin. Sedangkan pisau pencacah kebanyakan mesin blender atau grinder terpasang menyatu dengan poros mesin.

Saya sendiri tidak dapat menjelaskan secara ilmiah perbedaan kualitas hasil proses menghaluskan bawang putih dan daun mimba antara menggunakan peralatan manual dengan mesin. Apakah asumsi ini terlalu berlebihan? Mungkin saja. Silahkan anda menilainya sendiri.

Setelah proses menghaluskan bahan selesai, keduanya dimasukkan dalam sebuah ember dicampur dengan air tawar dan diendapkan selama 24 jam. Proses pengendapan selama 1 hari 1 malam sudah cukup untuk menjadikan air rendaman berfungsi sebagai pestisida. Kemudian, ramuan ditambahkan dengan sedikit spiritus, lalu di aduk hingga rata. Setelah itu air rendaman disaring untuk dipisahkan dari ampasnya dan disimpan dalam botol bekas minuman dingin bersoda. Ramuan bisa langsung digunakan dan sisanya disimpan untuk kebutuhan di lain waktu.

Beberapa sumber menyarankan agar tidak meletakkan / menyimpan ramuan di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Radiasi ultra violet sinar matahari, memiliki kecenderungan merusak produk akhir makanan / herbal. Secara tidak sengaja, saya pernah meletakkan ramuan di tempat yang terkena sinar matahari pagi antara pukul 07.00 s/d 09.00. Setelah itu, saya mendapatkan bahwa ramuan telah kehilangan keampuhan-nya saat diaplikasikan untuk membunuh hama.

top

Testing kualitas pestisida…

Untuk menguji keampuhan ramuan, tidak ada cara selain dengan mengaplikasikannya dengan hama tanaman. Lagi-lagi, saya diberi kesempatan untuk melakukan uji coba terhadap hama tanaman dengan mudah. Hama-hama tanaman muncul di pekarangan rumah bersamaan setelah ramuan selesai dibuat. Beberapa jenis hama muncul berturut-turut tanpa diketahui apa penyebabnya, termasuk hama rayap yang jarang terlihat keberadaannya.

Melihat hama tanaman yang umum beredar, seperti : siput, kutu putih dsb. menjadi mati setelah terkena ramuan bukanlah sesuatu yang sangat istimewa bagi saya. Tetapi, berbeda halnya dengan rayap.

Sebelumnya, saya tidak pernah menemukan cara terbaik membasmi rayap yang bersarang di dalam pot tanpa membuang media tanam lama dan menggantinya dengan yang baru. Beberapa hari setelah ramuan selesai dibuat, saat sedang melakukan penggemburan media tanam, saya melihat “seekor rayap” keluar dari dasar pot. Semua ramuan pestisida bahan organik yang pernah dibuat, tak satu pun berhasil menangani rayap.

Hasil yang berbeda ditunjukkan oleh ramuan berbahan daun mimba ini. Rayap mati dalam waktu < 15 detik! Ramuan anti-hama terbaik yang sebelumnya pernah saya buat adalah dengan campuran air rendaman tembakau. Namun, ramuan tersebut hanya mampu mendiamkan rayap sementara waktu saja (seolah-olah terlihat mati) dan tak lama kemudian kembali bergerak normal seperti semula.

Benarkah ramuan berbahan daun mimba bisa bekerja dengan baik untuk mematikan rayap? Saya duduk diam menunggu selama 5 menit guna memastikan bahwa rayap itu benar-benar mati atau tidak hilang di gotong semut. Setelah 5 menit kemudian, si rayap tetap diam ditempat dan tidak bergerak sedikit pun alias mati.

Sebagaimana biasanya, rayap tidak pernah beroperasi sendirian. Selalu bergerombol. Memang benar seperti dugaan saya. Pot tempat rayap pertama keluar saya angkat, dan terlihat teman-teman si rayap yang mati (± 10 – 20 ekor) berkumpul bersiap-siap melarikan diri. Saya lakukan hal yang sama seperti pada teman-temannya itu dan, tak lama kemudian, nasib mereka pun sama, mati!

Jika terdapat kumpulan rayap di bawah bagian luar dasar pot, berarti ada dua kemungkinan masih ada rayap lainnya di sekitar situ. Kemungkinan terbesar, sebagaimana kejadian yang sebelumnya, masih ada rayap lain di dalam pot. Bagaimana caranya agar rayap-rayap di dalam pot dapat di lokalisasi-kan untuk tidak menyebar sementara ramuan di aplikasikan? Satu-satunya cara adalah dengan meng-guyur permukaan media tanam dengan ramuan.

Untuk menghindari ramuan terbuang dengan cepat dari dalam pot, saya letakkan pot di atas nampan-pot berukuran besar. Dengan demikian, ramuan yang dituangkan ke dalam media tanam akan tertampung pada nampan-pot. Kemudian, ramuan diencerkan dengan air tawar (1:1), lalu disiramkan ke permukaan media tanam tanpa terlebih dahulu memindahkan tanaman di dalamnya.

Memang, setelah tindakan itu dikerjakan, tidak ada lagi rayap yang keluar dari dasar pot. Saya pun tidak tahu apakah tindakan itu dapat atau tidaknya membunuh rayap yang ada di dalam media tanam. Kurang dari 1 menit kemudian, hama nematoda (cacing) keluar dari lubang di dasar pot dan berenang di genangan ramuan yang tertampung di nampan-pot. Saya tinggalkan sebentar, dan kembali memeriksa setelah 30 menit kemudian.

Ketika pot diangkat dari nampan-pot, ± 20 ekor mayat berbagai ukuran, termasuk hampir jadi mayat nematoda terendam bersama air ramuan yang tertampung pada nampan-pot. Saya tumpahkan isi nampan di atas permukaan conblock, dan tak lama keluar rayap-rayap dari sela-sela nat-conblock. Saya kembali mengencerkan ramuan baru, kemudian menyiramkannya ke seluruh permukaan conblock di tempat dan sekitar rayap-rayap tadi bermunculan. Saya tinggalkan TKP setelah beberapa menit kemudian dan tidak terlihat lagi rayap keluar dari sela-sela nat-conblock.

Mulai keesokan harinya, untuk mendapat kepastian sejauh mana efek ramuan yang dihasilkan, setiap pagi selama tiga hari berturut-turut saya memeriksa bagian bawah pot yang sebelumnya di huni rayap. Bersih! Tidak ada tanda apa pun yang menunjukkan keberadaan atau kembalinya teman-teman si rayap. Demikian juga halnya dengan yang di bawah permukaan conblock.

Sejak kejadian itu, saya baru benar-benar meyakini akan kualitas mimba sebagai salah satu bahan pestisida organik berdaya bunuh tinggi terhadap hama tanaman.

Bagaimana nasib tanaman yang tumbuh di dalam pot? Sejak penyiraman dilakukan sampai tiga bulan kemudian, tidak ada gejala atau tanda-tanda efek negatif teridentifikasikan. Baik di area pucuk tanaman, mau pun di area daun lama tetap dalam kondisi normal dan proses tumbuh-kembang tanaman berjalan sebagaimana mestinya.

top

Hama yang dapat diatasi…

Hama, selain rayap, yang pernah saya temui dan dapat diatasi menggunakan ramuan ini adalah : kutu putih, tomcat, ulat bulu, belalang, nematoda, busuk daun, siput bercangkang, siput telanjang, kepik pemakan daun, kutu-kutu yang menempel di pucuk daun jeruk, ulat keket dan ulat pemakan daun aglonema. Jadi, tidak sebatas mengatasi hama hewan bertubuh lunak saja, tapi juga termasuk serangga / hewan bertubuh keras.

Khusus untuk hama serangga / hewan bertubuh keras seperti belalang, keampuhan ramuan sangat tergantung dari besar-kecilnya ukuran fisik serangga. Semakin besar ukuran serangga, semakin kuat menahan racun ramuan. Namun demikian, dari hasil beberapa uji coba terhadap belalang berukuran panjang 15 s/d 20 cm, saya mendapatkan ramuan tetap ber-efek. Kondisi minimal yang dihasilkan adalah melumpuhkan. Walau masih hidup, belalang menjadi “agak” jinak dan tidak rakus. Beberapa belalang lainnya mengalami patah / lepas kaki belakang sehingga tidak dapat melompat jauh..

Beberapa sumber di internet menyatakan bahwa daun mimba dapat juga berperan sebagai penolak (repellent). Eksperimen yang dilakukan menggunakan ramuan ini (tanpa sabun cair) dengan perbandingan (ramuan : air tawar) : 250 ml : 8000 ml (8 liter), dan menyemprotkannya di setiap pucuk daun akan mencegah kupu-kupu meletakkan telurnya di permukaan daun yang tumbuh di seluruh tanaman. Efek penolak ini berlaku juga pada hama pemakan daun lainnya, seperti belalang, tidak terlihat beredar pada fisik tanaman.

Fungsi ramuan sebagai penolak ini dapat bertahan selama antara 1 – 1,5 bulan. Namun tidak berlaku bagi siput bercangkang. Khusus siput bercangkang, ramuan harus diaplikasikan sesuai dengan tingkat peredaran hama. Tidak ada parameter dapat dijadikan ukuran dalam mengendalikan hama yang satu ini. Jeda waktu pengaplikasian setiap 2 minggu sekali pada pangkal batang tanaman, merupakan parameter waktu terbaik yang pernah saya dapatkan dalam mengendalikan hama siput bercangkang dengan menggunakan ramuan ini.

top

Pemanfaatan daun mimba secara lebih spesifik…

Pemanfaatan daun mimba sebagai salah satu bahan baku pestisida organik yang saya terapkan disini, hanya sebatas mengatasi dan mengendalikan hama saja. Masih banyak kemungkinan lain yang saya belum ketahui, coba dan kembangkan dari kandungan yang dimiliki daun mimba. Ramuan ini cukup aman digunakan dan memiliki efek yang lebih kuat dari ramuan pestisida lain yang telah saya dipublikasikan di artikel berbeda.

Bagi anda yang berniat menggunakan resep ramuan ini sebagai acuan membuat ramuan sendiri dan hendak menerapkan pada koleksi tanaman di rumah, saya sarankan agar tidak berlebihan menggunakan daun mimba sebagai bahan racikan dan / atau pengaplikasian hasil ramuan. Hasil memuaskan yang saya peroleh menggunakan ramuan ini dalam menangani dan mengendalikan hama secara umum, bukan berarti daun mimba sepenuhnya aman digunakan dalam dosis tinggi.

Kemampuan dan kualitas daya bunuh yang tinggi dari ramuan ini terhadap sedemikian banyak jenis hama, benar-benar di luar dugaan dan harapan saya selama ini. Bagaimana pun dan apa pun alasannya, ramuan ini tetap merupakan racun. Saya sarankan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dan menanganinya.

top

Ramuan pestisida berbahan daun mimba kering…

Menggunakan daun mimba kering belum pernah di coba. Mungkin secara kualitas sama saja atau mungkin lebih baik dari daun mimba segar. Bagaimana membuat ramuan pestisida dengan bahan yang telah dikeringkan, saya tidak tahu persis. Jika anda mendapatkan daun mimba sudah dalam kondisi demikian dan hendak dicoba dijadikan bahan ramuan pestisida, lebih baik dihaluskan terlebih dulu kemudian diseduh agar kandungan dalam daun dapat dikeluarkan secara maksimal. Logika yang terjadi pada daun teh kering, jika direndam di air dingin, tidak akan menghasilkan rasa dan aroma sekuat dibanding diseduh.

Namun, saya tidak tahu perbandingan komposisi takaran bahan lain yang harus dicampur dengan air hasil seduhan tersebut. Jika anda berniat mencobanya, dapat menggunakan metode yang telah dibahas pada artikel Tembakau dan Hama Siput Telanjang (Slugs)… Anda dapat mengubah air rendaman tembakau dengan air seduhan daun mimba kering dalam jumlah takaran maksimal sama dengan air ramuan pestisida organik bawang putih (200 ml). Tinggal mencoba dan menentukan jumlah takaran daun mimba kering yang harus diseduh saja.

top

Pelengkap rutinitas aktivitas berkebun…

Ramuan pestisida ini dapat dipakai sebagai pelengkap rutinitas tindakan perawatan beberapa jenis tanaman hias lain di samping anthurium dan anggrek. Ada kemungkinan ramuan ini tidak cocok diaplikasikan pada jenis tanaman tertentu (mis. tanaman herbal / obat-obatan). Saya masih belum mengetahui atas kemungkinan itu.

top

Tingkat kesegaran ramuan…

Kondisi segar ramuan hanya dapat bertahan sebentar (4 – 5 minggu) hingga akhirnya menjadi basi dan mengeluarkan aroma bawang putih sangat tajam akibat proses fermentasi. Namun tidak mengurangi kualitas sebagai racun terhadap hama, juga tidak menimbulkan efek negatif terhadap tanaman yang diaplikasikan. Menyimpan ramuan di lemari pendingin, mungkin dapat menjadi cara alternatif mencegah percepatan proses kadaluwarsa.

Daun mimba memegang peran penting dalam menentukan kualitas kemampuan ramuan. Semakin banyak jumlah daun yang dipakai sebagai bahan baku ramuan, maka semakin kuat efek pestisidanya.

Perbandingan bahan baku per siung bawang putih : per lembar daun mimba = 1 : 6, akan menghasilkan ramuan dengan kemampuan daya bunuh hama yang tinggi. Konpensasinya, tingkat kesegaran ramuan hanya bertahan dalam jangka waktu relatif singkat.
Perbandingan 1 : 1, dapat mempertahankan tingkat kesegaran relatif lebih lama dengan konpensasi kualitas daya bunuh hama yang rendah.

Tetapi, dari hasil beberapa percobaan, berapa pun jumlah daun mimba yang digunakan sebagai bahan baku, akan tetap menghasilkan ramuan berkemampuan daya bunuh terhadap hama. Perbedaannya, terletak pada waktu yang dibutuhkan hingga akhirnya hama menjadi mati.

top

Kualitas daun mimba…

Seperti telah saya nyatakan pada artikel lain di situs ini, kandungan satu bahan nabati sangat ditentukan oleh kualitas tempat tumbuh tanaman tersebut. Jadi, kualitas daun pohon mimba tergantung dari kualitas nutrisi yang dikonsumsi pohonnya. Seorang kolega saya pernah membandingkan kualitas daun pohon mimba di rumah saya dengan daun pohon mimba yang tumbuh di pinggir jalan untuk dijadikan bahan obat herbal. Hasilnya, efek daun pohon mimba di rumah saya jauh lebih kuat daripada pohon mimba yang tumbuh di pinggir jalan.

top

Fungsi ramuan sebagai pupuk organik cair (POC)…

Beberapa sumber menyatakan daun mimba memiliki kandungan nutrisi yang dapat berfungsi sebagai pupuk daun. Sebenarnya, saya agak meragukan kebenaran pernyataan itu. Ketika proses mensterilkan media tanam, saya tidak menemukan perbedaan antara ramuan bawang putih tanpa dan dengan daun mimba setelah 1 bulan diaplikasikan di media tanam dengan tanaman yang sama. Jeda waktu pengaplikasian masing-masing ramuan ± 3 bulan, dan saya rasa itu waktu yang cukup untuk menunjukkan bila ada perbedaan efek dari kedua ramuan terhadap pertumbuhan tanaman.

Saya meminta dua orang berbeda untuk mencoba ramuan ini pada tanaman di rumah mereka. Setelah lewat sebulan, mereka kembali dan menyampaikan tanggapan positif atas kemampuan mengatasi hama secara umum dari ramuan. Kuncup bunga anggrek Catelya yang stagnan dan tidak mau mekar karena dikerubuti kutu, menjadi mekar 1 minggu kemudian setelah pemiliknya menyemprotkan ramuan ini di seluruh bagian kuncup bunganya saja. Lainnya mengatakan bahwa pohon jeruk kip di rumahnya hampir mati karena digerogoti rayap di bagian akar, kembali mengeluarkan pucuk daun baru setelah media tanamnya disiram ramuan.

Keduanya merupakan keadaan yang berbeda dengan kasus sama, yaitu mengatasi hama. Dugaan saya cenderung pada kemampuan ramuan mengatasi hama tanpa berfungsi sebagai pupuk. Dasar dari kedua kasus tersebut adalah terganggunya proses pertumbuhan bunga dan daun akibat hama. Jika yang mendasari adalah tanaman kekurangan nutrisi, keduanya tanaman tersebut tidak akan berkembang dan bertahan hidup. Mungkin dugaan saya hampir salah atau sama sekali salah. Disini saya hanya mencoba lebih berhati-hati dalam menyimpulkan keadaan yang sesungguhnya.

Pengaplikasian pupuk menggunakan kedelai tumbuk / giling bersamaan tindakan sterilisasi menggunakan ramuan pestida daun mimba, belum pernah dicoba. Sampai sekarang, kedua tindakan pengaplikasian tersebut selalu saya lakukan secara terpisah.

top

Hal-hal lain di seputar tanaman mimba…

Berikut ini saya sertakan gambar mengenai daun mimba, saya ambil dari situs yang beralamat : http://bptsitubondo.wordpress.com/2008/06/05/mimba-azadirachta-indica-ajuss-bag-i/

Daun Mimba (kiri) dan Daun Mindi (kanan).

Daun Mindi Muda (kiri) dan daun Mimba Muda (kanan).

Di Bogor, mayoritas penduduk setempat lebih mengenal Mimba dengan sebutan Mindi. Sedangkan Mindi sendiri lebih dikenal dengan sebutan Afrika. Hal sama mungkin terjadi di daerah tempat tinggal anda, namun dengan penamaan berbeda. Jadi, bagi anda yang berdomisili di Bogor, jika hendak meminta bantuan jasa masyarakat setempat untuk mendapatkan daun mimba, sebaiknya mengganti nama Mimba menjadi Mindi. Pemanfaatan daun Mimba sebagai salah satu bahan pestisida organik, masih belum diketahui secara luas oleh mereka dimana lebih banyak memanfaatkan kayu pohon Mimba untuk dijadikan keperluan yang berhubungan dengan rumah, seperti untuk kusen pintu / jendela. Sedangkan daun Mimba lebih banyak digunakan sebagai pakan ternak.

Hingga saat ini, ramuan pestisida berbahan daun mimba ini, tetap saya gunakan dan tetap menjadi ramuan pestisida terbaik bagi saya selama melakukan aktivitas berkebun. Menurut saya, tanaman mimba adalah salah satu pendukung terbaik bagi para pelaku tanaman dalam mengatasi hama pada koleksi tanaman di rumahnya.

top

Semoga bermanfaat!

12 thoughts on “Daun Mimba dan Hama Rayap

  1. yacht transportation

    Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on other blogs?
    I have a blog centered on the same subjects you discuss
    and would really like to have you share some stories/information.
    I know my audience would value your work. If you are even remotely interested, feel free to send me an
    e mail.

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Hai Imam,

      Terima kasih atas apresiasinya.

      Mengenai parutan kelapa manual, saya mendapatkannya di toko perlengkapan alat-alat rumah tangga. Alat itu beredar tidak lama setelah alat pengiris bawang merah “mulai terkenal” di pasaran. Mungkin, saat ini parutan kelapa manual seperti itu sudah jarang dan sulit ditemukan. Anda bisa menggantikannya dengan alat penghalus bahan makanan manual lain (bumbu dapur / pencacah sayur) untuk tujuan yang sama.

      Salam…

      Balas
  2. elhadiry

    Terima kasih atas penjabaran yang detail dan lugas, saya jadi mengerti banyak hal. Selama ini saya mencoba membuat pestisida secara hantam kromo, mencampur semua bahan tanpa tahu secara detail fungsi dan efektifitas masing-masing bahan. Daun sirsak, daun sirih, bawang putih, daun pepaya, tembakau, daun mimba ditambah sabun detergent colek saya campur semua dan difermentasi selama 24 jam, dengan asumsi akan menjadi sebuah ramuan yang sangat ampuh untuk sebuah ramuan pestisida,😀😀

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih atas apresiasi nya…

      Kita semua dalam tahap belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Hanya masalah perbedaan waktu siapa yang menyelesaikan terlebih dulu saja.

      Cheers…!

      Balas
  3. Rahmat

    Artikel yang menarik,
    Untuk pengaplikasian terhadap tanaman sayuran seperti cabe, terong, tomat dan sejenis sawi apakah ada pengalaman dosis, umur tanamam dan efek tertentu ?
    Terima kasih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s