Daun Mimba dan Hama Rayap

halaman 2 dari 4

Hama yang dapat diatasi…

Hama, selain rayap, yang pernah saya temui dan dapat diatasi menggunakan ramuan ini adalah : kutu putih, tomcat, ulat bulu, belalang, nematoda, busuk daun, siput bercangkang, siput telanjang, kepik pemakan daun, kutu-kutu yang menempel di pucuk daun jeruk, ulat keket dan ulat pemakan daun aglonema. Jadi, tidak sebatas mengatasi hama hewan bertubuh lunak saja, tapi juga termasuk serangga / hewan bertubuh keras.

Khusus untuk hama serangga / hewan bertubuh keras seperti belalang, keampuhan ramuan sangat tergantung dari besar-kecilnya ukuran fisik serangga. Semakin besar ukuran serangga, semakin kuat daya tahannya menahan racun. Namun demikian, dari hasil beberapa uji coba terhadap belalang berukuran panjang 15 s/d 20 cm, saya mendapatkan ramuan tetap ber-efek. Kondisi minimal yang dihasilkan adalah melumpuhkan. Walau masih hidup, belalang menjadi “agak” jinak dan tidak rakus. Beberapa belalang lainnya mengalami patah / lepas kaki belakang sehingga tidak dapat melompat jauh..

Beberapa sumber di internet menyatakan bahwa daun mimba dapat juga berperan sebagai penolak (repellent). Eksperimen yang dilakukan menggunakan ramuan ini (tanpa sabun cair) dengan perbandingan (ramuan : air tawar) : 250 ml : 8000 ml (8 liter), dan menyemprotkannya di setiap pucuk daun akan mencegah kupu-kupu meletakkan telurnya di permukaan daun yang tumbuh di seluruh tanaman. Efek penolak ini berlaku juga pada hama pemakan daun lainnya, seperti belalang, tidak terlihat beredar pada fisik tanaman.

Fungsi ramuan sebagai penolak ini dapat bertahan selama antara 1 – 1,5 bulan. Namun tidak berlaku bagi siput bercangkang. Khusus siput bercangkang, ramuan harus diaplikasikan sesuai dengan tingkat peredaran hama. Tidak ada parameter dapat dijadikan ukuran dalam mengendalikan hama yang satu ini. Jeda waktu pengaplikasian setiap 2 minggu sekali pada pangkal batang tanaman, merupakan parameter waktu terbaik yang pernah saya dapatkan dalam mengendalikan hama siput bercangkang dengan menggunakan ramuan ini.


Pemanfaatan daun mimba secara lebih spesifik…

Pemanfaatan daun mimba sebagai salah satu bahan baku pestisida organik yang saya terapkan disini, hanya sebatas mengatasi dan mengendalikan hama saja. Masih banyak kemungkinan lain yang saya belum ketahui, coba dan kembangkan dari kandungan yang dimiliki daun mimba. Ramuan ini cukup aman digunakan dan memiliki efek yang lebih kuat dari ramuan pestisida lain yang telah saya dipublikasikan di artikel berbeda.

Bagi anda yang berniat menggunakan resep ramuan ini sebagai acuan membuat ramuan sendiri dan hendak menerapkan pada koleksi tanaman di rumah, saya sarankan agar tidak berlebihan menggunakan daun mimba sebagai bahan racikan dan / atau pengaplikasian hasil ramuan. Hasil memuaskan yang saya peroleh menggunakan ramuan ini dalam menangani dan mengendalikan hama secara umum, bukan berarti daun mimba sepenuhnya aman digunakan dalam dosis tinggi.

Kemampuan dan kualitas daya bunuh yang tinggi dari ramuan ini terhadap sedemikian banyak jenis hama, benar-benar di luar dugaan dan harapan saya selama ini. Bagaimana pun dan apa pun alasannya, ramuan ini tetap merupakan racun. Saya sarankan untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan dan menanganinya.


Ramuan pestisida berbahan daun mimba kering…

Menggunakan daun mimba kering belum pernah di coba. Mungkin secara kualitas sama saja atau mungkin lebih baik dari daun mimba segar. Bagaimana membuat ramuan pestisida dengan bahan yang telah dikeringkan, saya tidak tahu persis. Jika anda mendapatkan daun mimba sudah dalam kondisi demikian dan hendak dicoba dijadikan bahan ramuan pestisida, lebih baik dihaluskan terlebih dulu kemudian diseduh agar kandungan dalam daun dapat dikeluarkan secara maksimal. Logika yang terjadi pada daun teh kering, jika direndam di air dingin, tidak akan menghasilkan rasa dan aroma sekuat dibanding diseduh.

Namun, saya tidak tahu perbandingan komposisi takaran bahan lain yang harus dicampur dengan air hasil seduhan tersebut. Jika anda berniat mencobanya, dapat menggunakan metode yang telah dibahas pada artikel Tembakau dan Hama Siput Telanjang (Slugs)... Anda dapat mengubah air rendaman tembakau dengan air seduhan daun mimba kering dalam jumlah takaran maksimal sama dengan air ramuan pestisida organik bawang putih (200 ml). Tinggal mencoba dan menentukan jumlah takaran daun mimba kering yang harus diseduh saja.

Selanjutnya⇒

19 tanggapan untuk “Daun Mimba dan Hama Rayap”

  1. Have you ever thought about writing an e-book or guest authoring on other blogs?
    I have a blog centered on the same subjects you discuss
    and would really like to have you share some stories/information.
    I know my audience would value your work. If you are even remotely interested, feel free to send me an
    e mail.

    1. Hai Imam,

      Terima kasih atas apresiasinya.

      Mengenai parutan kelapa manual, saya mendapatkannya di toko perlengkapan alat-alat rumah tangga. Alat itu beredar tidak lama setelah alat pengiris bawang merah “mulai terkenal” di pasaran. Mungkin, saat ini parutan kelapa manual seperti itu sudah jarang dan sulit ditemukan. Anda bisa menggantikannya dengan alat penghalus bahan makanan manual lain (bumbu dapur / pencacah sayur) untuk tujuan yang sama.

      Salam…

  2. Terima kasih atas penjabaran yang detail dan lugas, saya jadi mengerti banyak hal. Selama ini saya mencoba membuat pestisida secara hantam kromo, mencampur semua bahan tanpa tahu secara detail fungsi dan efektifitas masing-masing bahan. Daun sirsak, daun sirih, bawang putih, daun pepaya, tembakau, daun mimba ditambah sabun detergent colek saya campur semua dan difermentasi selama 24 jam, dengan asumsi akan menjadi sebuah ramuan yang sangat ampuh untuk sebuah ramuan pestisida, 😀 😀

    1. Terima kasih atas apresiasi nya…

      Kita semua dalam tahap belajar dan berusaha untuk menjadi lebih baik. Hanya masalah perbedaan waktu siapa yang menyelesaikan terlebih dulu saja.

      Cheers…!

  3. Artikel yang menarik,
    Untuk pengaplikasian terhadap tanaman sayuran seperti cabe, terong, tomat dan sejenis sawi apakah ada pengalaman dosis, umur tanamam dan efek tertentu ?
    Terima kasih

  4. halo, salam kenal.
    Saya baru mulai belajar menanam dan merawat tanaman. Kebetulan kemarin saya mau menambah sekam mentah ke media tanam yg jadi agak padat krn disiram terus.
    Setelah tanaman saya cabut, saya aduk dulu media tanam, eh ternyata keluar rayap2.
    Kebetulan saya kerjakan di dlm kamar mandi dan ada shower dgn air panas, langsung saya siram media tanam nya dengan air panas dr shower.
    Saya mau coba resepnya bikin ramuan diatas. Terimakasih pak.

  5. Tulisan sederhana tp sarat ilmu dan pendalaman, melalui eksperimen dan pengamatan sederhana..
    Tulisan SANGAT LUARR BIASAAA.. bravoo
    Bermanfaat sekali, bnyak trims untk usaha ny

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

%d blogger menyukai ini: