Letak Area yang terkena Sinar Matahari

Idealnya, waktu yang dibutuhkan mayoritas jenis tanaman untuk mendapatkan sinar matahari adalah ± 8 jam. Sinar matahari digunakan untuk membantu proses fotosintesis tanaman, dimana mengubah unsur hara yang diserap oleh akar dan daun yang diproses (photosintesis) hingga hasil akhirnya menjadi zat yang digunakan pada proses respirasi (pembentukan sel baru).

Rumah tinggal yang memiliki area ruang terbuka cukup luas, tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan sinar matahari selama ± 8 jam penuh secara berkesinambungan. Semua ini tidak akan terjadi pada mayoritas rumah tinggal dengan kondisi berdempetan satu dengan lainnya yang memiliki area ruang terbuka hanya pada bagian depan dan/atau bagian belakang rumah. Dengan asumsi halaman pada rumah yang tampak mukanya menghadap timur atau barat, maka area terbuka yang terkena sinar matahari adalah ± 6 jam dalam sehari. Baik letaknya pada bagian depan maupun belakang rumah.

Berbeda halnya pada rumah dengan tampak muka menghadap selatan atau utara, akan menerima sinar matahari penuh selama ± 8 jam setiap harinya selama ± 6 bulan, dan akan menjadi teduh pada periode ± 6 bulan berikutnya karena terhalang bangunan rumah itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh revolusi bumi, sehingga menjadikan posisi matahari terbit dan terbenam akan berubah dari bagian samping depan ke samping belakang rumah, dan sebaliknya setiap ± 6 bulan sekali.

Rumah dengan tampak muka menghadap arah timur dan barat, juga akan terkena dampak revolusi bumi dan mengalami kondisi teduh karena sinar matahari terhalang oleh rumah di sisi kanan-kirinya. Namun, hal tersebut tidaklah separah yang terjadi pada rumah dengan tampak muka menghadap selatan atau utara.

Efek yang ditimbulkan akibat kondisi teduh berkepanjangan adalah terganggunya pertumbuhan tanaman. Walaupun tidak sampai membuat tanaman menjadi mati, perubahan lama waktu penerimaan sinar matahari akan membuat tanaman melakukan tindakan adaptasi dengan keadaan sekelilingnya. Hal ini sering kali menghasilkan pertumbuhan baru yang tidak terduga, seperti memanjangnya tangkai daun, bentuk bilah daun yang tidak sempurna, keterlambatan waktu berkembang dan lain sebagainya. Keadaan ini juga yang di kemudian hari menimbulkan terjadinya overdosis pupuk/pestisida, serangan hama dan penyakit tanaman lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s