Kacang Kedelai sebagai Pupuk

halaman 1 dari 3

Kacang kedelai dijadikan pupuk? Walau saya baru mengetahui pada pertengahan tahun 2011, menurut keterangan di Wikipedia, informasi mengenai kedelai dapat berfungsi sebagai pupuk sudah ada sejak PD II (1942).

Apa kepentingan saya harus menjadikan kacang kedelai pupuk media tanam?

Berawal dari rasa malas mengerjakan rutinitas menjaga ketersediaan unsur hara pada media tanam agar pertumbuhan dan kesehatan tanaman bisa tetap terjaga. Metode yang biasa dan standar dikerjakan untuk itu adalah mengganti media tanam lama dengan media tanam baru yang telah dicampur sedikit kompos (demikian informasi yang saya dapatkan di awal menekuni bidang ini).

Memang benar, metode tersebut bisa dibilang sebagai inti dari rutinitas perawatan tanaman yang sesungguhnya. Namun, jika itu dikerjakan secara berkesinambungan, akan terasa amat-sangat membosankan. Waktu, tenaga dan ruang untuk mengerjakannya; merupakan faktor yang tidak dapat ditawar. Saat semua selesai dikerjakan, pasti menyisakan sampah berupa media tanam lama. Terasa ada sesuatu yang sia-sia ketika sampah-sampah itu dikumpulkan untuk dibuang begitu saja.

Proses daur ulang (recycling) media tanam, atau lebih dikenal dengan istilah meng-kompos-kan media tanam, merupakan cara untuk mengaktifkan mikro organisme pada media tanam yang sudah mati (artikel Mendaur Ulang Media Tanam…). Unsur hara di media tanam kembali tersedia sehingga media tanam bisa dimanfaatkan lagi untuk menanam tanaman. Itu merupakan cara paling masuk akal agar semua media tanam yang telah menjadi sampah bisa dimanfaatkan kembali.

Namun, proses tersebut memerlukan waktu relatif cukup lama (± 1 – 2 bulan) sampai keadaan media tanam dapat digunakan kembali setelah pengomposan. Dampaknya, dibutuhkan ruang tersendiri khusus selama proses pengomposan berlangsung.

Dapatkah proses pengomposan dilakukan langsung di tempat tanaman sedang tumbuh?

Meletakkan tanaman berbarengan dengan proses pengomposan media tanam hanya akan menjadikannya mati dan membusuk. Beberapa jenis tanaman dapat bertahan, namun mayoritas tidak.

Tapi, pemikiran yang menjadi dasar pertanyaan itu, merupakan sebuah titik awal untuk saya mencari bahan yang dapat dijadikan sebagai pemicu proses pengomposan tanpa dengan efek negatif yang rendah terhadap tanaman secara umum.


Kacang kedelai sebagai bahan pembuat kompos…

Wikipedia, merupakan satu-satunya situs yang menjadi sumber informasi terbesar bagi saya untuk mendapatkan referensi informasi terkait yang dibutuhkan. Disitu, informasi yang tersaji sudah dalam gabungan inti dari beberapa sumber informasi terpisah. Kita juga bisa menemukan sumber yang menjadi referensi / rujukan dari setiap informasi yang di-inti-kan. Dari situ juga saya menemukan informasi yang menyatakan bahwa kacang kedelai adalah salah satu bahan teraman yang dapat digunakan agar proses pengomposan bisa dilakukan langsung di tempat tanaman sedang tumbuh.

Secara garis besar, rangkuman informasi yang saya dapatkan menyatakan bahwa kacang kedelai bisa dijadikan bahan dasar untuk proses pengomposan media tanam (tanah) dengan sedikit efek negatif terhadap tanaman dewasa, namun sama sekali tidak dapat diterapkan untuk tanaman bibit.

Kacang kedelai memiliki kandungan mineral dan protein setara dengan daging dan susu. Kandungan nutrisi untuk tanaman (N-P-K) yang terdapat pada kedelai adalah 7-2-1. Komposisi nutrisi seperti itu, dapat dikatakan mendekati ideal untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada media tanam. Unsur N memiliki karakter sangat mudah habis (lebih mudah habis daripada unsur K), menjadikan keperluan pemenuhan kebutuhan unsur tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan unsur hara lainnya.

Kelebihan kedelai lainnya adalah memiliki daya tarik bagi mikro organisme penghasil unsur N untuk datang disekitarnya. Keberadaaan unsur P yang tidak mudah habis tercuci air dan unsur K yang relatif lebih lama habis daripada unsur N, membuat pemenuhan kelayakan unsur hara pada media tanam menggunakan kedelai menjadi relatif lebih seimbang dalam jangka waktu periode tertentu, karena terbantu dengan keberadaan mikro organisme penghasil unsur N. Tingkat pH media tanam (saya telah mengukurnya secara acak) selama dan setelah periode pengaplikasian relatif netral, yaitu dikisaran >= 6,5 s/d < 7.

Jadi, secara teori, kacang kedelai dapat dijadikan sebagai satu paket produk pupuk media tanam yang cukup lengkap dan ideal guna memenuhi kebutuhan proses tumbuh-kembang tanaman.

Selanjutnya⇒

Iklan

17 thoughts on “Kacang Kedelai sebagai Pupuk”

  1. Saya lagi buat kompas dari kacang kedelai di campur dengan tanah ,udah hampir 2 bulan.Tapi kenapa di dalam pengompasan saya terdapat banyak ulat kecil Dan selalu basah.Saya Ada tutup plastik.

    1. Hai Magda,

      Membuat kompos memang seperti itu kondisinya, tetapi saya kurang mengerti penyebab kompos yang anda buat tidak mengering (seharusnya lembab / tidak berair). Mungkin ada langkah yang terlewatkan selama proses pembuatannya.

      Sebenarnya, anda tidak perlu membuat kompos jika memiliki “kacang kedelai tumbuk”. Cukup membuat parit seukuran ibu jari pada permukaan media tanam mengelilingi tanaman. Taburkan kacang kedelai tumbuk secara merata di dalam parit. Lalu parit kembali di tutup. Maksimal bubuk kacang kedelai yang dibutuhkan untuk pot berukuran 35 – 40 adalah 1 sendok teh (boleh kurang, tetapi jangan lebih). Tindakan tersebut dapat mempertahankan tanaman tanpa pupuk hingga 6 bulan. Anda cukup menyiramkan air secukupnya setiap hari agar kelembaban media tanam tetap terjaga.

      Salam…

    1. Sebatas kapasitas area kebun di halaman rumah pada umumnya, bisa. Namun, seberapa besar tingkat efektifitas dalam memengaruhi tumbuh-kembang tanaman inti agak sulit diprediksi. Karena tindakan tersebut juga akan menyuburkan tanaman-tanaman lain (gulma) yang bisa mengganggu dan tumbuh di sekitar tanaman inti.

      Salam…

  2. Saya harus membuat percobaan biologi,saya tertarik untuk menggunakan kulit kacang kedelai sebagai pupuk untuk tanaman kacang kedelai itu sendiri.Berdasarkan artikel di atas,bahan yang digunakan adalah kacang kedelai utuh yang ditumbuk,nah saya ingin tau apakah kulit kedelainya saja juga bisa digunakan sebagai pupuk?
    p.s:Harga kedelai relatif mahal sementara maksud saya adalah agar para petani kcg kedelai bisa memanfaatkan ‘ampas’ kulit kedelai mereka
    Terima kasih banyak

    1. Hai Joana,

      Terima kasih atas apresiasi anda untuk blog ini.

      Ide anda untuk mendapatkan pupuk murah dengan menggunakan bahan dari produk tanaman kedelai memang menarik di “explore” lebih jauh. Percobaan yang saya kerjakan tidak mencapai hingga titik yang anda tanyakan. Saya rasa, kandungan nutrisi yang terdapat pada kulit kacang kedelai berbeda dengan biji-nya. Jadi, walau pun bisa digunakan, hasil yang diperoleh memiliki kecenderungan berbeda dengan menggunakan biji kacang kedelai.

      Saya ada ide yang “mungkin” bisa dijadikan alternatif lebih pasti dari “ampas” kulit kedelai, yaitu limbah produk pembuatan makanan yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku-nya untuk dijadikan pupuk. Seperti ampas susu kacang kedelai atau air limbah produk makanan tahu (en. = tofu). Tetapi, sejauh mana efektifitasnya, mohon maaf, saya juga tidak tahu.

      Dalam logika saya, walau pun sudah dalam bentuk limbah, kandungan nutrisi yang dimiliki masih sama dengan kondisi aslinya. Hanya kuantitas-nya saja yang berkurang. Jadi, yang perlu dipelajari dan diketahui hanya frekuensi dalam mengaplikasikannya pada tanaman saja.

      Salam…

  3. Di atas tertulis : ” Garis besar rangkuman informasi yang saya dapatkan, menyatakan bahwa kacang kedelai mampu melakukan proses pengomposan dengan sedikit efek negatif terhadap tanaman dewasa, namun sama sekali tidak dapat diterapkan untuk tanaman bibit. ”

    Berarti pupuk kacang kedelai ini hanya bisa di terapkan pada tanaman yg sudah terlebih dahulu tumbuh? Dan jika kita baru menanam bibit gabisa langsung di kasih pupuk kedelai itu? Atau bagaimana, mohon di jelaskan. Terima Kasih

    1. Hai Fitria,

      Benar seperti itu maksud dari kalimat tersebut, sama dengan pemahaman yang anda sampaikan. Seandainya anda menggunakannya pada media tanam yang hendak / telah disemaikan tanaman bibit, hasilnya cenderung mematikan tanaman bibit tersebut. Ini akibat tingginya kandungan mineral & protein yang dimiliki kacang kedelai.

      Minimal umur tanaman yang pernah saya coba dan aman untuk menggunakan pupuk kacang kedelai adalah 6 bulan. Di bawah itu, lebih baik menggunakan kompos. Walaupun “agak” lambat pertumbuhannya, tanaman relatif aman dari kemungkinan overdosis pupuk.

      Salam.

  4. Terima kasih atas jawabannya 🙂
    Tapi boleh tidak saya tahu dimana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut yang menyatakan bahwa proses pengomposan kedelai bisa dilakukan secara langsung pada tanaman?
    pertanyaan saya ini tidak lain untuk menyelesaikan tugas sekolah saya, terima kasih sekali lagi jika anda mau menjawab pertanyaan ini.

    1. Hai Fitria,

      Mohon maaf, saat ini saya belum bisa membantu pertanyaan anda.

      Sumber awal informasi mengenai “soy bean”, seluruhnya saya peroleh dari Wikipedia. Termasuk, ditambah dari alamat / link yang direferensikan di dalam artikel. Saya tidak mencatat alamat / link yang menyatakan hal sebagaimana anda tanyakan, karena niat awalnya hanya sekedar “ingin tahu” saja.

      Seingat saya pernyataan tersebut ada dalam sebuah artikel tentang pemakaian pakan ternak untuk pupuk tanaman. Disitu disebutkan perbandingan hasil paling ideal untuk dijadikan pupuk, diantaranya menceritakan penggunaan pakan yang mengandung campuran jagung dibandingkan dengan penggunaan pakan yang mengandung campuran kedelai.

      Dan, rasanya, masih berkaitan erat dengan pembahasan pupuk berbahan organik dan non-organik juga. Karena, pada selang waktu yang sama, saya baru mengetahui bahwa kedelai impor merupakan produk genetically modified organism (GMO).

      Hanya informasi itulah yang masih tersisa di ingatan saya. Semoga bisa membantu mengarahkan anda. ☺

      Salam…

  5. Salam…Bang Omar…saya pernah terbaca artikel tentang kandungan nutrisi dalam daun kelor yang luar biasa, dapatkah daun kelor digunakan sebagai pupuk alternatif , terima kasih.

  6. Salam kenal admin kebundirumah

    Saya sedang mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami, informasi pupuk delelai ini sangat bermanfaat 🙂
    saya sempat baca di blog lain pupuk organik dengan daun bambu, di salah satu pertanian di jawa tengah menggunakannya dan hasil bibit cepat tumbuh tinggi. Apakah admin kebundirumah pernah menggunakan juga daun bambu, klo pernah tolong dibuat artikel hasil pengaplikasian daun bambu sebagai pupuk 🙂

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: