Kacang Kedelai sebagai Pupuk

halaman 3 dari 3

Menghaluskan kacang kedelai…

Ada dua cara menjadikan kacang kedelai kering ke dalam bentuk bubuk pasir (bukan tepung). Menggunakan batu lumpang (untuk menghaluskan bumbu) dan penggiling biji-bijian manual. Diperlukan sedikit kawat nyamuk guna menyaring dan memisahkan antara kacang kedelai halus dengan kasar secara bertahap selama proses penghancuran. Baik menggunakan batu lumpang maupun penggiling manual, sebaiknya penghancuran dikerjakan sedikit demi sedikit (max. 1 sendok makan) agar lebih mudah. Jangan diberi air untuk melunakkan kacang kedelai, supaya hasilnya dapat disimpan dalam waktu lama. Lapisan kulit kacang kedelai boleh dihaluskan, boleh tidak. Tingkat kehalusan yang dibutuhkan hanya sebatas butiran pasir, tidak perlu sampai menjadi tepung sehingga setelah diaplikasikan tidak mudah terbuang bersama air saat melakukan rutinitas tindakan penyiraman.

Dapat juga penghancuran dilakukan menggunakan mesin penghalus bumbu atau penggiling biji kopi untuk skala rumah tangga. Saya tidak memiliki mesin tersebut dan belum pernah mencobanya. Biasanya, menghancurkan bahan / bumbu dapur kering tidak akan mengurangi kandungan nutrisi dan aroma dalam bahan. Jadi, saya rasa, tidak ada masalah bila hendak menggunakan cara itu.

Namun, saya sarankan, jika hendak menghancurkan dalam jumlah banyak (> 0,5 kg), gunakan mesin khusus menggiling biji kopi. Kekuatan dan kualitas dari mesin serta pisau penghancurnya jauh lebih baik dibandingkan penghalus bumbu dapur biasa. Disamping itu, mesin penggiling biji kopi biasanya dilengkapi fasilitas kemampuan menghancurkan hingga tiga tingkatan. Kasar, butiran pasir dan tepung / bubuk.

Tingkat kehalusan kacang kedelai akan berdampak pada kecepatan waktu disertai tinggi-rendahnya kuantitas kandungan nutrisi dalam media tanam. Semakin halus, semakin mudah terurai menjadikan kuantitas kandungan nutrisi media tanam akan naik dengan cepat. Hal ini harus diperhitungkan agar konsentrasi nutrisi dalam media tanam tetap seimbang / sesuai dengan daya serap akar tanaman, sehingga mencegah terjadinya overdosis pupuk pada tanaman.


Kacang kedelai vs kotoran ternak…

Mengapa tidak menggunakan pupuk kotoran ternak saja (mis. kotoran sapi, kelinci, kambing dsb)?

Bisa saja, namun tidak semua orang bersedia mengaplikasikannya sendiri. Mereka lebih cenderung menggunakan pupuk sintesis, karena terlihat lebih mudah dan bersih. Disamping itu, kualitas kotoran ternak sangat bergantung dari makanan yang dikonsumsi oleh si ternak itu sendiri. Kualitas nutrisi pakan ternak berbeda dengan nutrisi rumput. Kualitas nutrisi rumput itu sendiri pun bisa berbeda-beda. Tergantung daerah dan kualitas tanah tempat tumbuhnya.

Hal ini akan berefek sama terhadap mikro organisme pengurai kotoran tersebut dalam media tanam. Jadi, sulit untuk memastikan apakah nutrisi pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak memiliki standar kelayakan unsur hara sebagaimana yang diperlukan media tanam dalam memenuhi kebutuhan proses tumbuh-kembang tanaman.

Saya pribadi tidak mau berspekulasi dengan ketidakpastian kualitas nutrisi pada pupuk kotoran ternak yang banyak dijual dipasaran sebagai pupuk untuk konsumsi koleksi tanaman di rumah. Walaupun harga kacang kedelai jauh lebih mahal, saya cenderung untuk tetap menggunakannya sebagai pupuk karena lebih memiliki kepastian kandungan nutrisi.


Jadi…

Sebenarnya, eksperimen penggunaan bubuk kacang kedelai ini lebih ditujukan untuk mencari satu alternatif yang bisa dijadikan ukuran standar dalam mengaplikasikan nutrisi untuk tanaman secara mudah di segala kondisi.

Tidak dibutuhkannya lahan khusus selama proses pengomposan berlangsung, merupakan keunggulan utama dari penggunaan kacang kedelai tumbuk sebagai pupuk. Selain itu, kemudahan untuk mendapatkan kacang kedelai itu sendiri merupakan faktor terpenting agar rutinitas proses pengaplikasian nutrisi untuk tanaman bisa tetap terjaga.

Dengan menggunakan bubuk kacang kedelai sebagai alternatif pupuk tanaman, saya berharap, siapa pun dapat melakukan tindak perawatan tanaman tanpa perlu kekhawatiran akan ketersediaan pupuk sintesis atau bahan lainnya untuk bisa dijadikan sumber nutrisi tanaman di rumah. Selama pasar (baik tradisional maupun modern) dapat ditemukan, maka kita bisa mendapatkan kacang kedelai. Dengan begitu, kita dapat meminimalisir kemungkinan kekurangan nutrisi untuk tanaman yang dipelihara dimana pun kita melakukan tindak perawatan tanaman.

Semoga bermanfaat!

17 tanggapan untuk “Kacang Kedelai sebagai Pupuk”

  1. Saya lagi buat kompas dari kacang kedelai di campur dengan tanah ,udah hampir 2 bulan.Tapi kenapa di dalam pengompasan saya terdapat banyak ulat kecil Dan selalu basah.Saya Ada tutup plastik.

    1. Hai Magda,

      Membuat kompos memang seperti itu kondisinya, tetapi saya kurang mengerti penyebab kompos yang anda buat tidak mengering (seharusnya lembab / tidak berair). Mungkin ada langkah yang terlewatkan selama proses pembuatannya.

      Sebenarnya, anda tidak perlu membuat kompos jika memiliki “kacang kedelai tumbuk”. Cukup membuat parit seukuran ibu jari pada permukaan media tanam mengelilingi tanaman. Taburkan kacang kedelai tumbuk secara merata di dalam parit. Lalu parit kembali di tutup. Maksimal bubuk kacang kedelai yang dibutuhkan untuk pot berukuran 35 – 40 adalah 1 sendok teh (boleh kurang, tetapi jangan lebih). Tindakan tersebut dapat mempertahankan tanaman tanpa pupuk hingga 6 bulan. Anda cukup menyiramkan air secukupnya setiap hari agar kelembaban media tanam tetap terjaga.

      Salam…

    1. Sebatas kapasitas area kebun di halaman rumah pada umumnya, bisa. Namun, seberapa besar tingkat efektifitas dalam memengaruhi tumbuh-kembang tanaman inti agak sulit diprediksi. Karena tindakan tersebut juga akan menyuburkan tanaman-tanaman lain (gulma) yang bisa mengganggu dan tumbuh di sekitar tanaman inti.

      Salam…

  2. Saya harus membuat percobaan biologi,saya tertarik untuk menggunakan kulit kacang kedelai sebagai pupuk untuk tanaman kacang kedelai itu sendiri.Berdasarkan artikel di atas,bahan yang digunakan adalah kacang kedelai utuh yang ditumbuk,nah saya ingin tau apakah kulit kedelainya saja juga bisa digunakan sebagai pupuk?
    p.s:Harga kedelai relatif mahal sementara maksud saya adalah agar para petani kcg kedelai bisa memanfaatkan ‘ampas’ kulit kedelai mereka
    Terima kasih banyak

    1. Hai Joana,

      Terima kasih atas apresiasi anda untuk blog ini.

      Ide anda untuk mendapatkan pupuk murah dengan menggunakan bahan dari produk tanaman kedelai memang menarik di “explore” lebih jauh. Percobaan yang saya kerjakan tidak mencapai hingga titik yang anda tanyakan. Saya rasa, kandungan nutrisi yang terdapat pada kulit kacang kedelai berbeda dengan biji-nya. Jadi, walau pun bisa digunakan, hasil yang diperoleh memiliki kecenderungan berbeda dengan menggunakan biji kacang kedelai.

      Saya ada ide yang “mungkin” bisa dijadikan alternatif lebih pasti dari “ampas” kulit kedelai, yaitu limbah produk pembuatan makanan yang menggunakan kedelai sebagai bahan baku-nya untuk dijadikan pupuk. Seperti ampas susu kacang kedelai atau air limbah produk makanan tahu (en. = tofu). Tetapi, sejauh mana efektifitasnya, mohon maaf, saya juga tidak tahu.

      Dalam logika saya, walau pun sudah dalam bentuk limbah, kandungan nutrisi yang dimiliki masih sama dengan kondisi aslinya. Hanya kuantitas-nya saja yang berkurang. Jadi, yang perlu dipelajari dan diketahui hanya frekuensi dalam mengaplikasikannya pada tanaman saja.

      Salam…

  3. Di atas tertulis : ” Garis besar rangkuman informasi yang saya dapatkan, menyatakan bahwa kacang kedelai mampu melakukan proses pengomposan dengan sedikit efek negatif terhadap tanaman dewasa, namun sama sekali tidak dapat diterapkan untuk tanaman bibit. ”

    Berarti pupuk kacang kedelai ini hanya bisa di terapkan pada tanaman yg sudah terlebih dahulu tumbuh? Dan jika kita baru menanam bibit gabisa langsung di kasih pupuk kedelai itu? Atau bagaimana, mohon di jelaskan. Terima Kasih

    1. Hai Fitria,

      Benar seperti itu maksud dari kalimat tersebut, sama dengan pemahaman yang anda sampaikan. Seandainya anda menggunakannya pada media tanam yang hendak / telah disemaikan tanaman bibit, hasilnya cenderung mematikan tanaman bibit tersebut. Ini akibat tingginya kandungan mineral & protein yang dimiliki kacang kedelai.

      Minimal umur tanaman yang pernah saya coba dan aman untuk menggunakan pupuk kacang kedelai adalah 6 bulan. Di bawah itu, lebih baik menggunakan kompos. Walaupun “agak” lambat pertumbuhannya, tanaman relatif aman dari kemungkinan overdosis pupuk.

      Salam.

  4. Terima kasih atas jawabannya 🙂
    Tapi boleh tidak saya tahu dimana saya bisa mendapatkan informasi lebih lanjut yang menyatakan bahwa proses pengomposan kedelai bisa dilakukan secara langsung pada tanaman?
    pertanyaan saya ini tidak lain untuk menyelesaikan tugas sekolah saya, terima kasih sekali lagi jika anda mau menjawab pertanyaan ini.

    1. Hai Fitria,

      Mohon maaf, saat ini saya belum bisa membantu pertanyaan anda.

      Sumber awal informasi mengenai “soy bean”, seluruhnya saya peroleh dari Wikipedia. Termasuk, ditambah dari alamat / link yang direferensikan di dalam artikel. Saya tidak mencatat alamat / link yang menyatakan hal sebagaimana anda tanyakan, karena niat awalnya hanya sekedar “ingin tahu” saja.

      Seingat saya pernyataan tersebut ada dalam sebuah artikel tentang pemakaian pakan ternak untuk pupuk tanaman. Disitu disebutkan perbandingan hasil paling ideal untuk dijadikan pupuk, diantaranya menceritakan penggunaan pakan yang mengandung campuran jagung dibandingkan dengan penggunaan pakan yang mengandung campuran kedelai.

      Dan, rasanya, masih berkaitan erat dengan pembahasan pupuk berbahan organik dan non-organik juga. Karena, pada selang waktu yang sama, saya baru mengetahui bahwa kedelai impor merupakan produk genetically modified organism (GMO).

      Hanya informasi itulah yang masih tersisa di ingatan saya. Semoga bisa membantu mengarahkan anda. ☺

      Salam…

  5. Salam…Bang Omar…saya pernah terbaca artikel tentang kandungan nutrisi dalam daun kelor yang luar biasa, dapatkah daun kelor digunakan sebagai pupuk alternatif , terima kasih.

  6. Salam kenal admin kebundirumah

    Saya sedang mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk ditanami, informasi pupuk delelai ini sangat bermanfaat 🙂
    saya sempat baca di blog lain pupuk organik dengan daun bambu, di salah satu pertanian di jawa tengah menggunakannya dan hasil bibit cepat tumbuh tinggi. Apakah admin kebundirumah pernah menggunakan juga daun bambu, klo pernah tolong dibuat artikel hasil pengaplikasian daun bambu sebagai pupuk 🙂

    Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

%d blogger menyukai ini: