Media Tanam dan Pot

halaman 3 dari 4

Media tanam dalam Pot…

Jika kita menggunakan pot sebagai wadah menanam, merupakan hal penting untuk menjaga keseimbangan antara tanaman dengan volume media tanam yang dibutuhkan. Tidak semua pot memiliki volume sama, walaupun memiliki kode ukuran yang sama. Kode ukuran pada pot mengacu pada ukuran diameter lingkaran dasar pot.

Misalnya, Pot 35 adalah pot dengan diameter dasarnya berukuran 35 cm. Namun, tidak ada standar untuk ukuran tinggi pot dan diameter lingkaran mulut pot. Penentuan tinggi dan luas area mulut pot hanya didasari atas kebutuhan tanaman yang akan diisikan ke dalamnya.

Pada saat ini, pot yang beredar di pasaran memiliki bentuk yang sangat variatif dan menarik. Memang demikian dasar tujuan pot dibuat, untuk menambah keindahan. Namun, semua pernak-pernik tersebut tidaklah dapat menjadikan kondisi tanaman yang ada didalamnya menjadi sehat.

Jangan mensalah-artikan keindahan yang dihasilkan karena faktor pot dengan keindahan yang dihasilkan karena faktor kesehatan tanaman. Tanaman yang sehat terlihat indah dengan sendirinya, walaupun ditanam pada pot berpenampilan biasa saja.

Pot berbentuk seperti gentong air / tempayan (biasa disebut pot taman) cukup ideal dijadikan sebagai tempat menanam. Pot ini memiliki ukuran lebih tinggi daripada pot yang berbentuk ember, sehingga mampu menampung volume media tanam lebih banyak. Namun diperlukan sedikit modifikasi pada pot guna memenuhi kebutuhan irigasi dan aerasi yang lebih baik untuk mempertahankan kelembaban media tanam agar relatif merata.

Alasan mencukupi kebutuhan volume media tanam tanaman dalam pot merupakan hal yang dianggap cukup untuk tidak perlu diketahui pada sebagian orang. Sering kali kita melakukan tindakan memindahkan tanaman ke dalam pot yang lebih besar berdasarkan pada alasan kondisi fisik tanaman sudah melebihi kapasitas pot. Alasan itu ada benarnya. Semakin besar fisik tanaman, semakin besar kebutuhan ruang untuk akar guna mendukung fisik tanaman.

Namun, hal yang sebenarnya terjadi di bawah permukaan media tanam adalah pertumbuhan akar tanaman akan mendesak dan mengurangi ruang yang semula ditempati media tanam. Berarti, proses tersebut otomatis akan mengurangi volume media tanam yang bisa ditampung dalam pot. Seandainya kondisi itu dibiarkan, maka kebutuhan air dan nutrisi tanaman yang seharusnya dapat diserap melalui akar akan turut berkurang. Ini merupakan salah satu penyebab akar tanaman turun merajalela melalui lubang di dasar pot atau mengikuti jalur aliran air yang keluar dari dalam pot.

Keluarnya akar melalui lubang irigasi dan aerasi pot sudah tentu akan menghambat kemudahan air keluar dengan bebas dari dalam pot. Hal tersebut merupakan awal dari salah satu penyebab terjadinya busuk akar. Terhambatnya lubang irigasi dan aerasi pada pot akan menghasilkan proses fermentasi dan akan berujung pada kesehatan serta daya tahan tanaman.

Itulah kondisi yang sebenarnya dari alasan mengapa tindakan pemeliharaan dan perawatan di bagian akar tanaman perlu dilakukan secara berkala, yang mana salah satunya adalah mengganti kapasitas pot sesuai dengan besar fisik tanaman. Kita perlu memberikan ruang yang cukup antara akar tanaman dengan volume media tanam agar proses tumbuh kembang tanaman tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.


Ukuran Ideal Pot Tanaman…?

Berapa besar ukuran pot yang dibutuhkan oleh tanaman agar kebutuhan akan media tanamnya terpenuhi?

Saya menentukan parameter tersebut berdasarkan diameter mulut pot harus pada kisaran sebesar ½ hingga ¾  bagian diameter horisontal fisik tanaman.

Jadi, jika diameter horisontal tanaman sepanjang 80 cm, maka ukuran diameter (minimal) dari mulut pot harus 80 x ½  = 40 cm atau 80 x ¾ = 60 cm.

Mengapa?

Secara logika, jika kita hendak meletakkan penopang di bawah barang dengan ukuran berdiameter horisontal 80 cm, maka ukuran penopang yang ideal agar barang yang ditopang berada pada posisi seimbang adalah sebesar ½ hingga ¾ bagian ukuran barang tersebut.

Apakah dengan cara itu tanaman akan mendapatkan volume media tanam sebagaimana yang dibutuhkan? Tentu saja tidak semudah itu. Tindakan memotong sebagian dari porsi akar tanaman yang ada, sebaiknya juga dikerjakan sebelum kita mengubur bagian akar dengan media tanam. Setidaknya, terdapat jarak / ruang sekitar 2 s/d 5 cm antara akar tanaman dengan permukaan dinding pot. Jika proses tumbuh-kembang tanaman berjalan dengan baik, ruang tersebut akan terisi oleh akar dalam waktu ± 3 s/d 4 bulan.

Walaupun keseimbangan volume media tanam dalam pot perlu mendapat perhatian, hal mendasar yang paling penting diperhatikan adalah kelembaban media tanam yang tetap terjaga secara konsisten. Kondisi kelembaban yang memadai akan membuat proses tumbuh-kembang tanaman berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga pada akhirnya, akan berefek pada kemampuan adaptasi dan daya tahan tanaman itu sendiri dalam menghadapi perubahan yang terjadi pada lingkungan disekitarnya.

Selanjutnya⇒

Iklan

8 tanggapan untuk “Media Tanam dan Pot”

    1. Diluar konteks teknologi di bidang pertanian, tanah merupakan media tanam paling netral yang bisa diterima oleh mayoritas tanaman. Bukankah tanah merupakan awal tempat asal-usul tanaman untuk tumbuh dan berkembang?

      Salam…

      1. setuju pak, karena didalam tanah terdapat pabrik – pabrik yang sangat produktif mengolah kebutuhan tanaman. Walau terkadang terdapat penghuni yang sedikit merugukan tanaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: