Media Tanam dan Pot

halaman 4 dari 4

Tingkat Kepadatan Media Tanam….

Berapa tingkat kepadatan media tanam yang ideal?

Sedang.

Itulah jawaban yang paling pas.

Kesulitannya adalah menentukan ukuran tingkat “sedang” tersebut. Tanpa keberadaan “bor media tanam“, bagi saya, sulit untuk mengetahui tingkat kepadatan media tanam. Dengan mempelajari karakter dan penggunaan bor media tanam, anda bisa mengetahui bagaimana caranya mengatur kepadatan media tanam dalam sebuah pot.

Beranjak dari pengalaman tersebut, anda akan menemukan tingkat kepadatan yang ideal bagi koleksi tanaman yang ada di rumah. Sulit bagi saya menjelaskan parameter secara umum mengenai tingkat kepadatan media tanam dalam sebuah pot. Faktor kebiasaan tindakan perawatan dan cuaca, berperan sangat menentukan waktu proses media tanam menjadi padat. Dengan asumsi, penyiraman dilakukan setiap hari, maka tingkat kepadatan media tanam akan terjadi pada bulan kedua sejak tindakan penggemburan dilakukan. Hal itu pun sangat bergantung pada jumlah volume air yang disiramkan.

Jadi, ada baiknya anda mencoba sendiri untuk mengetahui keadaan tersebut sesuai dengan kebiasaan tindakan perawatan yang diterapkan pada koleksi tanaman di rumah.

Tingkat kepadatan media tanam yang ideal merupakan faktor yang cukup penting untuk dijaga agar kebutuhan oksigen bagi tanaman yang diserap oleh akar dapat terpenuhi dengan baik. Disamping itu, secara tidak langsung juga menjaga kestabilan kadar pH media tanam.

Tidak menutup kemungkinan, bahwa tingkat kepadatan media tanam dapat diketahui dengan menggunakan alat selain bor media tanam. Pada saat ini, hanya alat itulah yang saya gunakan.

Jika anda melakukan tindakan penggemburan media tanam (menggunakan bor media tanam) pada saat musim kemarau, saya sarankan untuk melakukan tindakan penyiraman (setidaknya) minimal 2 kali sehari. Melakukan penggemburan media tanam pada saat musim kemarau, akan menjadikan kelembaban media tanam berkurang drastis akibat berkurangnya kepadatan media tanam.

Bor media tanam, berfungsi dengan sangat baik untuk membuka jalur aerasi dalam media tanam yang padat akibat tindakan rutinitas penyiraman atau akibat siraman air hujan yang berkesinambungan. Pada musim kemarau, jalur aerasi ini akan dilalui oleh hawa panas dan akan mengeringkan (secara bertahap) bagian media tanam yang dilaluinya. Saya cenderung tidak melakukan tindakan penggemburan media tanam selama musim kemarau, untuk menghindari ketidak-stabilan tingkat kelembaban yang sudah terbentuk sebelumnya dalam media tanam.


Media tanam yang ideal…

Hingga saat ini, saya menjadikan campuran andam dan daun bambu sebagai standar media tanam untuk menanam di rumah. Memang, hampir sebagian besar kebutuhan tanaman bisa terpenuhi dengan baik oleh campuran media ini. Namun, dari pengalaman yang ada, tetap harus dilakukan tindakan penggemburan media tanam secara berkala dengan menggunakan bor media tanam.

Menyertakan pakis sebagai media tanam tambahan untuk mempertahankan media tanam dalam pot tetap dalam keadaan porous, tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Hanya bertahan sementara, karena pelapukan andam dan daun bambu tetap akan terjadi dan pada akhirnya mempersulit tindakan penggemburan, akibat akar-akar yang menempel pada tangkai pakis. Namun, bukan berarti pakis atau jenis media tanam lainnya menjadi tidak cocok digunakan sebagai media tanam.

Jenis media tanam apa pun yang kita gunakan tetap membutuhkan tambahan bahan pelengkap yang berupa “tindakan perawatan” secara rutin terhadap media tanam itu sendiri. Menjaga keseimbangan antara ukuran pot, kuantitas + kualitas media tanam dengan ukuran fisik tanaman; bisa diartikan sebagai sebuah “tindakan perawatan” yang memiliki kepentingan setara dengan rutinitas berkebun lainnya.

Bahan pelengkap berupa “tindakan perawatan” itulah yang, pada akhirnya, lebih berperan dalam menjadikan jenis media tanam apa pun yang digunakan menjadi ideal bagi tanaman yang tumbuh di atasnya.

Semoga bermanfaat! ☺

Iklan

8 tanggapan untuk “Media Tanam dan Pot”

    1. Diluar konteks teknologi di bidang pertanian, tanah merupakan media tanam paling netral yang bisa diterima oleh mayoritas tanaman. Bukankah tanah merupakan awal tempat asal-usul tanaman untuk tumbuh dan berkembang?

      Salam…

      1. setuju pak, karena didalam tanah terdapat pabrik – pabrik yang sangat produktif mengolah kebutuhan tanaman. Walau terkadang terdapat penghuni yang sedikit merugukan tanaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: