Memelihara Hama Tanaman???

halaman 2 dari 3

Pupuk Organik vs Hama Tanaman…

Berdasarkan pertanyaan di atas, saya melakukan eksperimen dengan menggunakan beberapa cara pengaplikasian pupuk.

Metodenya :

  • mengaplikasikan pupuk media tanam dan pupuk daun.
  • mengaplikasikan pupuk media tanam saja.
  • mengaplikasikan pupuk daun saja.
  • tidak ada pupuk yang diaplikasikan.

Pembagian metode ini dimaksudkan untuk membatasi tindakan perawatan yang biasa diberikan pada tanaman. Waktu percobaan dari masing-masing metode diaplikasikan secara acak, dibatasi hingga terjadi serangan hama. Setelah periode proses pemulihan selesai dilewati, percobaan kembali dilakukan dengan metode yang lain.

Banyak hal yang terjadi pada saat percobaan dilakukan dan saya tidak membuat detail catatan mengenai semua kejadian itu. Namun, ada beberapa aksi dan reaksi pengulangan tindakan yang dilakukan selama percobaan dengan menggunakan tiga metode pertama diatas.

Keterangan di bawah ini adalah rangkuman / garis besar eksperimen yang berhasil saya ingat.

Pemakaian bahan organik yang dijadikan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman, sebenarnya, juga meninggalkan residu. Residu ini tidak bertahan lama, sebagian besar habis tercuci dan terbawa oleh siraman air. Jika frekuensi pengaplikasian pupuk dilakukan dalam tenggang waktu cukup dekat (2 kali seminggu) dan volume air penyiraman relatif sedikit, maka akan menghasilkan endapan akibat residu pupuk yang tidak tercuci. Endapan residu inilah yang pada akhirnya mengundang hama berdatangan, dimana keberadaan siput bercangkang ukuran kecil merupakan tanda awal kehadiran hama.

Kondisi seperti ini sudah cukup menginformasikan agar pengaplikasian pupuk dihentikan untuk sementara waktu. Mengapa?

Jika pengaplikasian pupuk tidak dihentikan, tingkat serangan hama akan bertambah besar dengan jenis hama yang semakin bervariasi. Walaupun takaran dosis pupuk dikurangi, tidak serta-merta turut mengurangi populasi hama.

Hama, pada dasarnya, merupakan mahkluk hidup yang juga membutuhkan makanan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Mereka mengkonsumsi sari makanan pada tanaman dengan cara menghisapnya dari bagian-bagian tanaman seperti batang dan daun. Pupuk organik juga diperoleh dengan cara mengekstrak bahan organik tertentu. Dengan demikian, ekstrak bahan organik untuk menjadi makanan bagi tanaman merupakan makanan yang sama dikonsumsi oleh hama. Seandainya, ekstrak bahan organik tersebut dapat menjadikan pertumbuhan tanaman berlangsung dengan baik, maka hama yang mengkonsumsinya juga akan mendapatkan efek serupa (bahkan mungkin lebih baik). Inilah sebabnya mengapa saya menyebutnya dengan memelihara hama tanaman.

Menghentikan pengaplikasian pupuk secara otomatis akan menghentikan sebagian suplai makanan bagi hama yang beredar. Berapa lama waktu penghentian harus dilakukan? Kira-kira 6 – 8 minggu sebelum pengaplikasian berikutnya kembali dilakukan. Selain menghentikan sebagian suplai makanan bagi hama, 8 minggu merupakan waktu yang dibutuhkan bakteri dan jamur untuk menyelesaikan fermentasi endapan residu pupuk. Pengaplikasian Pestisida Organik dengan Bawang Putih…atau Pestisida Organik dengan Daun Mimba…, pada pangkal tanaman setiap 2 hari sekali di awal waktu penghentian pemberian pupuk selama 2 minggu pertama, dapat mengatasi dan mengendalikan mayoritas serangan hama dengan baik.

Setelah melewati minggu ke-8, ada baiknya mengurangi frekuensi dan takaran dosis pupuk yang biasa diaplikasikan sebelumnya. Tindakan ini cukup efektif untuk mencegah serangan hama datang kembali.


Overdosis Pupuk dan / atau Pestisida…

Biasanya, pada kasus murni disebabkan akibat serangan hama, kondisi tanaman sudah menunjukkan perubahan ke arah lebih baik pada minggu ke-4. Jika setelah melewati minggu ke-4 kondisi yang terlihat seolah-olah terhenti (stagnant), ada dua kemungkinan yang menjadi penyebabnya :

  1. hama masih bertahan.
  2. overdosis pupuk dan / atau pestisida.

Penyebab hama masih bertahan, menurut saya, kemungkinannya sangat kecil. Hanya pada kasus-kasus tertentu saja, seperti serangan hama busuk batang dalam jaringan batang tanaman, yang masih mungkin dapat bertahan.

Kemungkinan yang disebabkan overdosis pupuk akan menimbulkan reaksi mirip seperti serangan hama. Demikian juga sebaliknya. Misalnya, serangan hama nematoda memiliki efek mirip dengan tanaman yang kekurangan unsur hara Fe (besi). Dimana, kekurangan unsur Fe ini dapat disebabkan karena kelebihan dari unsur P (fosfor). Wajar jika terjadi kemungkinan terjadi kelebihan unsur P, mengingat unsur P adalah nutrisi makro yang mayoritas selalu ada pada kompisisi kandungan bahan organik dan sifatnya sulit larut dalam air. Namun, walaupun terlihat kekurangan unsur Fe, bukan berarti tidak ada kandungan unsur Fe dalam media tanam (artikel Nutrisi untuk Tanaman…). Uuugh…. rumit banget!

Kedua hal tersebut berlangsung di bawah permukaan media tanam dan efek yang ditimbulkan baru terlihat saat tanaman mendekati kondisi cukup parah. Untuk mengetahui secara langsung penyebab masalah, tidak ada cara yang lebih efektif selain dengan membongkar dan mengeluarkan media tanam dari dalam pot. Penggunaan pH meter dapat membantu mendapatkan kepastian penyebab permasalahannya yang sebenarnya sebelum tindakan membongkar media tanam dilakukan. Jika permasalahannya memang terletak pada overdosis pupuk, ada baiknya mengganti media tanam lama dengan yang baru.

Selanjutnya⇒

4 tanggapan untuk “Memelihara Hama Tanaman???”

  1. Saya telat bang baca artikelnya nih. Aku kelebihan kasih pupuk ke pohon buah blackberry dan cherry.. dlm 2 hari daun mulai kecoklatan mengering. pohon blakberrynya tamat riwayatnya. pohon cheery keliatan bertahan krn lbh besar pohonnya. Lain kali klo overdosis lg berarti harus ganti metannya deh 😉 .

    1. Duh, sayang banget… Tapi, kalau saya perhatikan, hampir setiap penggiat tanaman hias pernah dan masih mengalami hal yang sama. Penyebab yang paling sering terjadi adalah berkurangnya tingkat porous media tanam. Parameternya yang berhasil saya tangkap adalah media tanam harus segera diganti saat kedapatan beberapa daun menguning serentak. Kalau bisa, sebelum itu terjadi, media tanam harus digemburkan secara berkala. ☺

      1. Iya, saya udah lihat video clip-nya… seram yaa… baru kali ini ngeliat dampak overdosis pupuk sampe begitu parah. Kalo sempet dan kamu masih inget kronologi-nya, tolong dijadiin artikel Nel… (Ntar saya reblog lagi… hahaha… jadi jelek buntutnya…) 😁.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

%d blogger menyukai ini: