Memelihara Hama Tanaman???

halaman 3 dari 3

Mengatasi overdosis pupuk…

Tidak ada cara tercepat mengatasi overdosis pupuk / pestisida selain mengganti media tanam lama dengan yang baru. Tidak ada cara lain yang lebih baik dari itu. Periksa dan perbaiki lubang ventilasi dan drainase pot (buat lubang baru jika diperlukan). Kembalikan tanaman ke dalam pot dengan menggunakan campuran andam dan daun bambu atau jenis media tanam lain yang sudah direndam selama beberapa jam (< 6 jam), tanpa disertai pupuk apapun.

Tindakan tersebut bertujuan untuk menciptakan tingkat kelembaban media tanam yang tinggi. Letakkan tanaman ditempat yang terkena sinar matahari di bawah naungan paranet. Dengan kondisi mendapatkan sinar matahari dan rutinitas penyiraman setiap hari, akan mengikis kelebihan unsur hara pada tanaman dalam waktu relatif singkat.

Hentikan suplai pupuk sama sekali. Jika yang terjadi adalah overdosis pupuk, kemungkinan besar kondisi tanaman dapat pulih seperti sedia kala. Jika overdosis pestisida yang terjadi, sebagaimana seperti saya pernah alami, hampir tidak ada kemungkinan tanaman dapat pulih kembali.

Jika pengaplikasian pupuk merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya serangan hama pada tanaman; apakah dengan cara tidak ada pengaplikasian pupuk, tanaman akan terbebas dari serangan hama? Jawabannya, TIDAK!

Tanah, tanaman dan mikro organisme (termasuk hama tanaman) merupakan satu bagian dari siklus rantai makanan. Ketiganya saling memiliki keterkaitan yang erat dalam satu lingkaran dengan ketergantungan antara satu dengan lainnya. Di alam bebas, ketiga faktor ini hidup dalam kondisi saling mencukupi. Setiap bagian memproduksi sesuatu untuk dikonsumsi oleh lainnya. Tanah menghasilkan nutrisi bagi tanaman, tanaman menghasilkan bahan-bahan mentah fermentasi untuk mikro organisme, mikro organisme menghasilkan kotoran yang diserap tanah sebagai bahan utama pembuatan nutrisi. Semua ini berjalan seimbang untuk mencukupi kebutuhan satu dengan lainnya tanpa menimbulkan gangguan berarti pada tanaman.

Intinya, pencegahan terjadinya kondisi tidak normal pada pertumbuhan tanaman adalah membatasi suplai berlebih dari pupuk dan pestisida. Takaran dosis pupuk skala kecil dengan pengaplikasian yang jarang, tidak akan mematikan tanaman selama rutinitas penyiraman tetap dijaga. Hal ini akan mencegah berkembangnya populasi hama disekitar tanaman.


Pupuk : Organik vs Sintesis…

Jika yang telah disampaikan sebelumnya menyatakan bahwa bahan organik merupakan salah satu sumber kehadiran hama tanaman, apakah dengan menggunakan bahan sintesis tidak mengundang kehadiran hama? Tidak juga. Hama akan tetap ada dan hadir selama tanaman dalam kondisi sehat. Perbedaannya terletak pada efek yang dihasilkan dari kedua bahan tersebut terhadap daya tahan tanaman terhadap serangan hama. Kondisi “hama terkendali” pada tanaman dengan pasokan bahan sintesis (pupuk / pestisida) hanya berlangsung dalam waktu tidak terlalu lama (1 – 2 minggu) dibandingkan bahan organik (4 – 6 minggu).

Menurut saya, baik menggunakan bahan sintesis maupun organik, kuantitas hama yang menyerang adalah sama. Sasaran dari serangan tersebut yang membedakannya. Pada perawatan menggunakan bahan sintesis, hama hanya memiliki satu pilihan makanan untuk mereka konsumsi yaitu tanaman. Sedangkan pada perawatan menggunakan bahan organik, hama memiliki dua pilihan makanan yaitu tanaman dan pupuk yang diaplikasikan.

Sasaran awal pilihan mereka adalah pupuk organik yang diaplikasikan karena sudah dalam bentuk ekstrak (POC) bahan organik cair. Demikian juga yang terjadi pada pupuk dalam bentuk padat seperti bubuk kacang kedelai atau bahan organik lain yang dikeringkan (mis. kulit / kepala udang / ikan). Walau pun tidak dalam bentuk ekstrak, hama akan memilih bahan ini terlebih dulu sebagai santapan mereka dari pada tanaman.

Masing-masing bahan pendukung perawatan tanaman, baik organik maupun sintesis, memiliki kelebihan dan kekurangan nya sendiri-sendiri. Untuk perawatan secara rutin dan berkala, saya menggunakan bahan organik (pupuk / pestisida). Bahan sintesis yang saya gunakan hanya pestisida. Itupun dilakukan pada saat serangan hama sudah diambang batas kendali (merata di seluruh area kebun). Sulit mengandalkan pestisida berbahan organik pada kasus seperti demikian karena reaksinya yang lambat dan bersifat umum (tidak spesifik untuk hama tertentu). Namun, sejak menggunakan Pestisida Organik Daun Mimba setiap 2 minggu sekali, saya tidak pernah mendapatkan peredaran hama di area kebun hingga di luar ambang batas kendali.

Membatasi takaran dan frekuensi pengaplikasian pupuk pada tanaman akan berdampak pada proses tumbuh-kembang tanaman yang lebih stabil dengan perawatan yang lebih mudah. Pemenuhan unsur hara pada media tanam yang dilakukan setiap ± 3 bulan sekali untuk tanaman berukuran besar dan setiap ± 6 bulan sekali untuk tanaman berukuran kecil, dengan menggunakan sedikit kedelai tumbuk/giling (max. 1 sendok teh per pot berukuran besar) sudah cukup memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Pengaplikasian POC yang dilakukan seperlunya (± 1 – 2 bulan sekali) dengan takaran dosis yang sangat rendah dan menyemprotkan ramuan pestisida organik setiap ±2 minggu sekali, akan menjadikan kondisi tanaman terjaga dan terpelihara dengan baik.

Semoga bermanfaat! ☺

4 tanggapan untuk “Memelihara Hama Tanaman???”

  1. Saya telat bang baca artikelnya nih. Aku kelebihan kasih pupuk ke pohon buah blackberry dan cherry.. dlm 2 hari daun mulai kecoklatan mengering. pohon blakberrynya tamat riwayatnya. pohon cheery keliatan bertahan krn lbh besar pohonnya. Lain kali klo overdosis lg berarti harus ganti metannya deh 😉 .

    1. Duh, sayang banget… Tapi, kalau saya perhatikan, hampir setiap penggiat tanaman hias pernah dan masih mengalami hal yang sama. Penyebab yang paling sering terjadi adalah berkurangnya tingkat porous media tanam. Parameternya yang berhasil saya tangkap adalah media tanam harus segera diganti saat kedapatan beberapa daun menguning serentak. Kalau bisa, sebelum itu terjadi, media tanam harus digemburkan secara berkala. ☺

      1. Iya, saya udah lihat video clip-nya… seram yaa… baru kali ini ngeliat dampak overdosis pupuk sampe begitu parah. Kalo sempet dan kamu masih inget kronologi-nya, tolong dijadiin artikel Nel… (Ntar saya reblog lagi… hahaha… jadi jelek buntutnya…) 😁.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

%d blogger menyukai ini: