Mendaur Ulang Media Tanam

Pernah berniat untuk mendaur ulang (mengomposkan) media tanam yang sudah mati? Saya punya saran bagi yang memiliki niat seperti itu untuk, terlebih dulu, mengunjungi alamat blog http://clearwaste.blogspot.com/ ini.

Artikel-artikel dalam blog tersebut sangat membantu kita mengerti bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk membuat kompos. Mulai dari bahan-bahan yang diperlukan sampai proses pengomposan selesai dan siap dipakai, semua ada dijelaskan disitu. Informasi yang disampaikan sangat berguna (bagi mereka yang berniat) untuk mengerti cara mengelola sendiri area lahan kebun di rumahnya.

Tetapi, jika anda memiliki area lahan kebun yang terbatas seperti di kompleks perumahan pada umumnya, menurut hemat saya, lebih baik memikirkan kembali niat untuk membuat kompos. Bukan bermaksud untuk men-deskredit-kan, jika anda memiliki mental dan kesabaran setebal dan sekeras pintu baja brankas di bank, silahkan saja (LOL…).

Walau terlihat sepele, pekerjaan membuat kompos bukan hal yang dapat dianggap enteng. Saya punya pengalaman untuk itu dan hanya bertahan sebatas 2 kali proses tahap membuat kompos. Selanjutnya, saya cenderung untuk bersusah payah menggiling / menumbuk kacang kedelai guna memenuhi kebutuhan nutrisi yang layak pada media tanam. Selain itu, saya sudah menutup area kebun di halaman rumah dengan conblock. Jadi, untuk mendapatkan rumput segar sebagai salah satu bahan dasar pembuatan kompos, sudah sulit diperoleh.

Namun demikian, cukup banyak hal penting yang saya peroleh dari pengalaman membuat kompos dan dijadikan sebagai dasar dalam melakukan tindakan perawatan tanaman sampai saat ini. Berikut ini, saya sertakan catatan perlengkapan, bahan dan cara membuat kompos yang pernah saya lakukan dulu.

Perlengkapan :

  • 2 ember plastik bekas wadah cat ukuran 25 liter
  • 1 tongkat kayu/plastik
  • 1 sprayer
  • 1 lembar terpal plastik ukuran  ±  1,5 m².

Bahan untuk membuat kompos :

  • ¼  ember (maksimum) media tanam yang sudah mati.
  • Rumput / daun segar yang sudah dicacah.
  • Rumput / daun kering yang sudah dicacah.
  • Ampas kopi, ampas teh, atau ampas/sisa makanan.

Cara membuat :

  • masukkan semua bahan kompos ke dalam ember pertama hingga memenuhi ¾ bagian ember.
  • aduk menggunakan tongkat kayu / plastik seraya di spray dengan air hingga seluruh bahan tercampur kelembabannya secara merata.
  • tutup ember jangan terlalu rapat, biarkan sedikit terbuka sebagai lubang untuk sirkulasi udara – biasanya, lubang ditutup dengan kawat nyamuk atau kain yang berpori-pori besar
  • untuk menjaga kemungkinan lalat atau serangga terbang lainnya bertelur di dalam adukan.
    simpan ditempat teduh.
  • lakukan pengadukan setiap hari (selama ± 1 bulan), spray bahan adukan jika terlihat agak mulai mengering (usahakan tetap dalam kondisi lembab).
  • setelah ± 1 bulan, akan terlihat bahan menyusut, menjadi hancur (lapuk) dan berwarna agak kehitaman.
  • tumpahkan dan sebarkan di atas terpal plastik untuk dikeringkan di bawah sinar matahari.
  • setelah kering merata, kompos siap digunakan atau simpan di ember kedua sementara
  • ember pertama dapat digunakan untuk melanjutkan proses pembuatan kompos baru.

Keterangan :

  • Jika anda menyertakan ampas / sisa makanan ke dalam adukan, kemungkinan besar anda akan menemukan belatung dalam adukan.
  • Aroma tidak sedap yang dihasilkan oleh bahan adukan selama proses pengomposan berlangsung, merupakan hal yang wajar / normal.
  • Jika hendak melanjutkan membuat kompos, sisakan sedikit hasil kompos yang hendak dikeringkan (dijemur) dalam ember pertama. Sisa ini akan membuat waktu proses pengomposan berikutnya relatif lebih cepat.
  • Menggunakan bahan ampas / sisa makanan akan menghasilkan kualitas kandungan nutrisi kompos jauh lebih baik.
  • Ampas kopi / teh membuat waktu proses pengomposan relatif lebih cepat.

Mayoritas metode pembuatan kompos yang banyak beredar di internet, cenderung untuk menggunakan cairan mengandung mikro organisme saat memulai proses pengomposan dan biasa disebut “starter”. Cairan ini sudah banyak dijual di penjual perlengkapan pertanian atau anda bisa membuatnya sendiri seperti apa yang diinformasikan pada situs yang tertera di awal artikel ini.

Metode yang saya gunakan, lebih mengandalkan pada mikro organisme pada ampas / sisa makanan yang disertakan sebagai salah satu bahan pembuat kompos. Secara kualitas hasil kompos, saya tidak tahu dimana perbedaannya secara persis apabila dengan menggunakan “starter”. Yang pasti, metode tersebut membutuhkan waktu relatif lebih lama (± 4 – 6 minggu) sebelum kompos siap untuk dikeringkan.

Cara menerapkan kompos yang sudah kering pada media tanam adalah mengaduknya bersama media tanam (kompos : media tanam = 1 : 4), dilanjutkan dengan langkah sebagaimana biasa melakukan pengantian / penambahan media tanam baru. Bahan media tanam yang digunakan sebagai campuran harus tanah mentah (plain soil) atau media tanam yang sudah mati (habis kandungan nutrisinya). Jika anda menggunakan media tanam berupa bahan pelengkap tanah yang masih baru (mis. andam, daun bambu, sekam mentah, serpihan pakis dsb.), dapat menyebabkan kecenderungan kelebihan nutrisi (over nutrition) pada tanaman (overdosis).

Berapa lama kandungan nutrisi yang ada dalam kompos habis terpakai?

Tergantung dari jenis tanaman, besar fisik tanaman yang mengkonsumsinya, intensitas frekuensi tindakan penyiraman dan intensitas cahaya matahari setiap hari serta berbagai faktor lainnya. Umumnya, jika diterapkan pada media tanam di pot, dapat bertahan hingga ± 3 bulan. Agak sulit menentukan keadaan kandungan nutrisi dalam media tanam. Mengenali karakter tanaman adalah cara terbaik untuk mengetahuinya.

Membuat kompos analoginya adalah mempekerjakan mikro organisme tanah penghasil satu bahan yang mengandung unsur hara guna melengkapi kebutuhan unsur hara pada tanah. Dengan kata lain, anda akan berhubungan dengan para mahkluk tanah itu selama proses pengomposan berlangsung. Apa pun metodenya, tidak ada salahnya untuk mencoba membuat kompos sendiri. Setidaknya, ada sedikit pengetahuan yang dapat di ambil dalam memahami kebutuhan tanaman yang ada di area halaman rumah kita.

Semoga bermanfaat!

One thought on “Mendaur Ulang Media Tanam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s