Nutrisi Mikro

Mayoritas nutrisi mikro sifatnya tidak mobilisasi pada tanaman. Gejala kekurangan nutrisi mikro biasanya ditemukan pada pertumbuhan baru. Ketersediaan nutrisi mikro di dalam tanah sangat tergantung pada pH dan kehadiran ion-ion lainnya. Tingkat keseimbangan yang tepat antar ion menjadi penting karena banyak nutrisi mikro yang sifatnya berlawanan satu sama lain. Terlebih lagi yang bersifat logam berat dimana kelebihan dari satu elemen dapat menimbulkan gejala kekurangan terhadap satu dengan lainnya. Jika tingkat pH dipertahankan pada level tertentu dan pupuk yang digunakan mengandung nutrisi mikro diaplikasikan setahun sekali (kecuali gejala kekurangan unsur besi), gejala kekurangan sangatlah jarang ditemukan pada tanaman indoor. Mayoritas nutrisi mikro bersifat sebagai enzim perangsang tumbuh.

Besi (Fe)

  • Diserap sebagai Fe + +, Fe + + +.
  • Tidak beredar dalam jaringan tanaman.
  • Dapat terbilas air.

Kekurangan unsur Besi :

  • Klorosis pada interval bilah daun terutama pada jaringan muda, yang mungkin menjadi putih dan tidak memiliki klorofil.
  • Gejala kekurangan Fe dapat ditemukan dalam kondisi sebagai berikut (walaupun pada tanah yang memiliki kandungan Fe) :
    • Tanah dengan kandungan Ca tinggi
    • Tanah dengan kondisi kelembaban rendah.
    • Tanah dengan kandungan Mn tinggi.
    • Kelebihan unsur P.
    • Tanah dengan kandungan logam berat tinggi (Cu, Zn).
    • Tanah yang kekurangan oksigen.
    • Hama nematoda yang menyerang akar tanaman.
  • Kekurangan Fe harus ditambahkan dalam bentuk khelat (EN : chelate); jenis khelat yang dibutuhkan tergantung pada pH tanah.

Keracunan unsur Besi :

  • Jarang terjadi kecuali pada tanah yang tergenang air.

Boron (B)

  • Diserap sebagai BO3-
  • Tidak beredar dalam jaringan tanaman.
  • Dapat terbilas air.

Kelebihan unsur Boron :

  • Menghitam atau kematian jaringan antara vena.

Kekurangan unsur Boron :

  • Kegagalan pertumbuhan benih.
  • Kerusakan internal.
  • Kematian tunas apikal.

Seng (Zn)

  • Diserap sebagai Zn + +.
  • Tidak beredar dalam jaringan tanaman.
  • Dapat terbilas air.

Kelebihan unsur Seng :

  • Muncul sebagai defisiensi Fe.
  • Mengganggu Mg.

Kekurangan unsur Seng :

  • berdaun kecil (little leaf)
  • pengurangan ukuran daun
  • ruas pendek
  • (rosetting) margin daun terdistorsi atau mengerut
  • klorosis interveinal.

Tembaga (Cu)

  • Diserap sebagai Cu + +, Cu +.
  • Beredar pada batas tertentu dalam jaringan tanaman.
  • Mudah beredar dalam tanah.

Kelebihan unsur Tembaga :

  • Dapat terjadi pada pH rendah.
  • Muncul sebagai defisiensi Fe.

Kekurangan unsur tembaga :

  • Pertumbuhan baru kecil
  • cacat, layu.
  • Dapat ditemukan di beberapa lahan gambut,
  • tanah.pada pot.

Mangan (Mn)

  • Diserap sebagai Mn + +.
  • Tidak beredar dalam jaringan tanaman.
  • Dapat terbilas air.

Kelebihan unsur Mangan :

  • Penurunan pertumbuhan.
  • Coklat bercak pada daun.
  • Muncul sebagai defisiensi Fe.
  • Ditemukan dalam tanah yang bersifat asam.

Kekurangan unsur Mangan :

  • Klorosis pada interval bilah daun diikuti dengan bintik-bintik coklat menghasilkan efek merah kotak-kotak.

Molibdenum (Mo)

  • Diserap sebagai MoO4-.
  • Beredar dalam jaringan tanaman.
  • Tidak mudah terbilas air.

Kekurangan zat Molibdenum :

  • Interveinal klorosis pada daun tua atau midstem.
  • Daun tumbuh kembar.
  • Daun berbentuk pecut.

Klor (Cl)

  • Diserap sebagai Cl-.
  • Sangan mudah beredar dalam jaringan tanaman.
  • Dapat terbilas air.

Kekurangan unsur Klorin :

  • Daun layu yang menjadi perunggu kemudian klorosis kemudian mati.
  • Akar bergerombol.

Keracunan unsur Klorin :

  • Garam cedera.
  • Daun terbakar
  • Dapat meningkatkan kelembaban.

Nikel (Ni)

  • Diserap sebagai Ni + +.
  • Beredar pada tanaman bunga.
  • Tidak dapat terbilas air.
  • Banyak terdapat dalam biji dan buah.
  • Dibutuhkan tanaman untuk pembentukan urease dengan memecah nitrogen pada urea.
  • Terlibat dalam pemanfaatan zat besi dari tanah.

Kekurangan unsur Nikel :

  • Mengurangi pemanfaatan besi.

Keracunan unsur Nikel :

  • Menimbulkan klorosis dan margin daun nekrotik.

Cobalt (Co)

  • Diserap sebagai Co + +.
  • Dibutuhkan oleh tanaman yang baru ditanam.
  • Esensial untuk fiksasi nitrogen.
  • Sedikit yang diketahui tentang kekurangan atau gejala toksisitas.

Sumber :  The University of Arizona РMicronutrient Outline

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s