Penyiraman

halaman 2 dari 3

Pentingnya Konsistensi Menyiram Tanaman

Terlepas dari semua kerumitan untuk menjaga kecukupan nutrisi tanaman, menurut saya, tindakan yang pasti dan rutin dilakukan serta berlaku umum bagi setiap tanaman adalah pemenuhan kebutuhan air secara tetap setiap harinya.

Kandungan unsur hara terbesar air adalah hidrogen dan oksigen (H2O). Kedua unsur hara ini dibutuhkan tanaman dalam proses fotosintesis dan respirasi, mulai dari awal hingga akhir. Secara awam, pengertian dari kedua proses itu adalah pembuatan makanan dan pembentukan sel baru. Kedua proses ini terjadi dan berlangsung setiap hari.

Terlihat jelas alur logikanya, bukan?

Jika proses tumbuh-kembang (fotosintesis dan respirasi) itu terjadi setiap hari, artinya, akan selalu ada kebutuhan air untuk tanaman agar bisa menjalaninya dengan benar.

Jadi, sejak kapan tanaman mengenal pembatasan jumlah volume air agar bisa bertahan hidup jika air itu sendiri sangat dibutuhkan untuk proses fotosintesis dan respirasi yang harus mereka jalani setiap harinya?

Bagi saya, penyiraman tanaman merupakan hal yang patut mendapatkan perhatian untuk dilakukan sebagaimana layaknya kebutuhan kita akan mandi dan air minum setiap hari, terkecuali bila turun hujan. Selama fungsi irigasi bekerja dengan baik, tidak perlu merisaukan kelebihan volume air yang tertampung dalam pot akibat penyiraman. Pemeriksaan secara berkala terhadap volume dan kondisi media tanam dalam pot juga merupakan hal penting guna menjaga kondisi kelembaban yang dibutuhkan akar tanaman tetap stabil.

Jadi, secara sederhana, dapat disimpulkan bahwa untuk menjaga kondisi tanaman tetap dalam kondisi kecukupan nutrisi, ada dua hal utama yang perlu diperhatikan :

  1. Konsistensi tindak penyiraman setiap hari agar ketersediaan unsur H2O tetap terjaga dengan baik.
  2. Pengaplikasian pupuk dengan komposisi unsur hara P jauh lebih rendah daripada N dan K secara berkala.

Tidak terlalu rumit, bukan?

Waktu Penyiraman…

Di musim kemarau, dari beberapa percobaan yang pernah dilakukan, minimal tindakan penyiraman perlu dilakukan setiap harinya adalah antara pukul 5 – 7 pagi. Walaupun tanaman berada dalam keadaan lingkungan agak teduh (di bawah naungan paranet), hawa panas siang hari di musim kemarau membuat tingkat penguapan yang tinggi di area permukaan sekitar tanaman.

Penyiraman yang hanya dilakukan pada sore / malam hari, tidak akan banyak membantu tanaman untuk mempertahankan tingkat kelembaban ideal saat siang keesokan harinya tanpa dibantu dengan Penyiraman di pagi hari. Tanaman dapat bertahan tetap segar hingga keesokkan harinya cukup dengan disiram sekali sehari yaitu saat pagi hari saja. Walau pun tidak mutlak, melakukan pengembunan pada sore / malam hari, akan membantu tanaman dalam melakukan proses respirasi di malam hari.

Perlengkapan menyiram…

Seiring berkembangnya tekhnologi saat ini, banyak sekali peralatan untuk memenuhi kebutuhan menyiram tanaman. Mulai dari perlengkapan yang bersifat standar untuk kebutuhan skala rumah tangga pada umumnya hingga kebutuhan profesional pada khususnya. Sedemikian banyak pilihan perlengkapan yang tersedia sampai pada akhirnya cukup membingungkan untuk menentukan pilihan perlengkapan terbaik.

Menurut saya, semua perlengkapan menyiram yang tersedia dipasaran adalah sama. Tujuan akhir dari semua perlengkapan itu hanya satu, yaitu memenuhi kebutuhan air pada tanaman. Saya lebih tertarik pada perlengkapan menyiram yang memberikan kemudahan dan kenyamanan saat dipakai. Saat ini, saya lebih sering menggunakan sprayer hidrolik manual dengan tangki berkapasitas 2,5 liter.

Sprayer Hidrolik Manual

Tidak ada alasan lain untuk memilih menggunakan alat ini selain menyukainya. Butiran air sangat halus yang dipompa secara manual keluar melalui moncong sprayer jatuh bertahap membasahi permukaan daun hingga seluruh bagian tanaman dan permukaan media tanam pada akhirnya, merupakan momen yang menyenangkan. Saya menikmati saat berlangsungnya proses tersebut. Di musim kemarau, penyiraman dilakukan langsung dari keran air dengan menggunakan nozzle yang menghasilkan curah air mirip ketika hujan. Jadi, setiap harinya, selalu ada waktu dimana tanaman di halaman rumah saya benar-benar dalam keadaan sangat basah layaknya habis diguyur hujan.

Setiap penggemar tanaman memiliki kebiasaan dan cara sendiri dalam merawat koleksi tanamannya. Cara yang saya terapkan dalam melakukan penyiraman bukanlah suatu hal mutlak untuk diikuti. Ini semua semata-mata karena saya menyukainya, tidak ada alasan lain yang lebih baik selain itu.

Tidak ada keistimewaan atau spesifikasi tertentu dalam menentukan perlengkapan yang hendak kita gunakan untuk menyiram. Penggunaan jenis perlengkapan apapun adalah sama. Keistimewaan itu akan terasa ada jika kita menyukai dan menikmati saat menggunakannya.

Sprayer…

Jika anda memiliki dan menggunakan sprayer hidrolik manual untuk aktivitas berkebun, pasti pernah mengalami masalah dengan kebocoran yang terjadi di ujung nozzle. Ini disebabkan karena kekuatan tekanan udara yang dipompakan ke dalam sprayer sudah tidak dapat ditahan lagi oleh ujung nozzle. Saya tidak tahu persis apa yang menjadi penyebab melemahnya karet fungsi penahan tekanan air pada ujung nozzle tersebut. Ketika mengalami masalah tersebut, saya melucuti semua bagian sprayer dan membersihkan/mencuci dengan sabun. Kemudian, beberapa bagian sprayer yang terbuat dari karet dioleskan dengan minyak sayur. Setelah itu, semua bagian sprayer kembali dipasangkan dan (biasanya) masalah kebocoran dapat diatasi dengan baik.

Tehnik mengatasi kebocoran diatas hanya bersifat sementara. Masalah kebocoran ini akan kembali lagi di kemudian hari, dan kemungkinan, dengan kondisi yang lebih parah. Jika tehnik diatas sudah tidak dapat mengatasi lagi kebocoran yang terjadi, ada dua pilihan yang bisa diambil.

Pertama, membeli sprayer baru sebagai pengganti sprayer lama. Kedua, mengendurkan drat yang menghubungkan bagian hidung sprayer dengan bagian utama pompa.

drat moncong nozzle

Jika anda mencoba cara kedua, hal yang pasti terjadi adalah air akan langsung keluar dari ujung nozzle begitu pompa ditekan. Air akan terus menyembur keluar selama masih ada tekanan udara di dalam tangki. Untuk menghentikannya, cukup mengendurkan drat antara leher pompa dengan tangki air.

Saya menerapkan cara kedua pada sprayer lama untuk keperluan menyiram setiap hari dan masih tetap berfungsi dengan baik setelah ± > 2 tahun pemakaian.

Selanjutnya⇒

7 tanggapan untuk “Penyiraman”

      1. Terima kasih atas apresiasinya…

        Saya hanya mencoba melengkapi celah kekurangan informasi untuk mendapatkan suasana taman yang lebih baik di rumah.

        Salam.

    1. Kondisi terakhir, sebagian besar tanaman sudah dijual. Sulit mempertahankan kondisi fisik anthurium yang relatif besar. Saat ini kondisi yang ada tinggal seadanya saja.

      Anda dapat melihat foto terakhir sepertiga bagian dari tanaman yang pernah saya pelihara di artikel Paranet dan conblock.

      Salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

%d blogger menyukai ini: