Pupuk Organik Cair dan Tanaman

halaman 1 dari 3

Banyak sumber menyatakan, salah satu kemampuan daun adalah menyerap unsur hara yang dibutuhkan tanaman dari udara bebas untuk proses fotosintesis. Kemampuan ini, dinyatakan, jauh lebih besar dibandingkan akar tanaman. Banyak yang menyebutkan bahwa daun berperan sebagai akar di atas permukaan tanah bagi tanaman. Jika memang demikian adanya, pemberian unsur hara dengan sengaja melalui daun, sudah tentu akan sangat banyak membantu proses pertumbuhan tanaman.

Pupuk Organik Cair (POC) atau lebih dikenal dengan sebutan pupuk cair atau pupuk daun, lebih diutamakan pengaplikasiannya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi (dalam hal ini masih berbentuk unsur hara) tanaman melalui daun dan memang harus demikian penerapannya. POC tidak bisa berperan sebagai jalur utama tanaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Media tanam tetap merupakan jalur utama tanaman dalam memperoleh nutrisi yang menjadi kebutuhannya. Jadi, apa pun ceritanya, pengaplikasian POC tetap hanya sekedar pelengkap saja. Untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi utama tanaman, tetap harus dengan cara perawatan dan pemenuhan nutrisi pada media tanam. Jika tingkat kelayakan nutrisi di media tanam sudah cukup lengkap, maka fungsi pengaplikasian POC dapat ditiadakan. Namun, jika kita menginginkan pertumbuhan tanaman relatif cepat, pengaplikasian POC secara rutin merupakan alternatif terbaik untuk mewujudkannya.

Terasa cukup sederhana, bukan? Seandainya kita menginginkan pertumbuhan tanaman yang relatif cepat, bisa dengan cara mengaplikasikan POC pada permukaan daun (foliar-feeding) secara rutin. Cukup hanya itu saja.

Tindakan tersebut, akan memberikan sebuah hasil berupa pertumbuhan tanaman yang sangat drastis. Tidak hanya terlihat pada pertumbuhan fisik tanaman dari segi batang dan daun saja, tetapi juga pada kemampuan tanaman menghasilkan bunga. Untuk mendapatkan hasil seperti itu, saya menemukan, bahwa penerapan foliar-feeding harus dilakukan dengan dasar beberapa aturan main tertentu, yaitu : jumlah takaran pupuk, waktu pengaplikasian pupuk dan kondisi kandungan unsur hara dalam pupuk (POC) yang diaplikasikan.

Berapa besar kebutuhan tanaman akan POC ?

Berapa jumlah dosis / takaran dibutuhkan dalam setiap kali pengaplikasian POC? Menurut beberapa sumber di internet, mayoritas mengatakan, dalam jumlah yang sangat kecil / sedikit. Jadi, berapa banyak? Berapa definisi takaran jumlah yang sangat kecil itu? Tidak ada parameter yang pasti, karena konsentrasi kandungan unsur hara pada pupuk (organik maupun sintesis) pada setiap kemasan pupuk yang dijual di pasaran, berbeda-beda. Sampai akhirnya, saya berkesimpulan, jika akar hanya mampu menyerap 2% keberadaan unsur hara di media tanam (Wikipedia) setiap harinya, maka takaran yang diperlukan POC untuk daun adalah 2% dari takaran yang dijadikan standar dalam sekali pengaplikasian.

Misalnya, jika pada kemasan dinyatakan takaran maksimum 10 ml dicampur dengan air 1 liter, maka takaran yang dibutuhkan menjadi 2% dari 10 ml per 1 liter air untuk setiap kali pengaplikasian. Jika, rekomendasi pada kemasan menyatakan pengaplikasian dilakukan dalam selang waktu 1 minggu sekali, maka hasil takaran dosis 2% dari 10 ml dibagi 7 (1 minggu = 7 hari) untuk dapat diaplikasikan setiap harinya.

Dasar teori takaran dosis ini adalah keseimbangan penyerapan unsur hara oleh akar berbanding sama dengan penyerapan unsur hara oleh daun. Mengapa demikian? Dalam pemikiran sederhana saya adalah dengan kemampuan menyerap unsur hara lebih besar dari pada akar, maka jumlah maksimum dosis yang bisa diserap oleh akar sudah pasti bisa diterima secara aman oleh daun. Walaupun begitu, frekuensi pengaplikasian pupuk juga harus diperhitungkan, karena (jika tidak diperhitungkan) akan memengaruhi kuantitas pupuk yang sebenarnya diaplikasikan.

Sebagaimana contoh di atas, hasil takaran dosis 2% dari 10 ml di bagi 7, adalah jumlah yang sama dengan (nyaris) tidak sampai satu tetes pupuk cair per 1 liter air untuk setiap hari pengaplikasian. Sehingga, informasi yang menyatakan jumlah takaran dosis yang sangat kecil / sedikit untuk setiap kali pengaplikasian POC itu, bisa dibilang ada benarnya juga.

Jadi, kunci utama yang sebenarnya harus diperhatikan adalah tingkat frekuensi peng-aplikasi-an berbanding jumlah takaran pupuk yang hendak di-aplikasi-kan. Keseimbangan dan kebenaran penerapan dari kedua hal tersebut, cenderung memberikan hasil terbaik bagi kondisi fisik tanaman seutuhnya. Baik dari segi pertumbuhan maupun daya tahan tanaman.

Dari beberapa eksperimen untuk mendapatkan takaran pupuk ideal, mulai dari takaran dosis terendah hingga tertinggi dengan frekuensi pengaplikasian yang sama, saya menemukan, bahwa semakin besar dosis yang diberikan bukan hanya membuat kemungkinan tanaman menjadi overdosis, tapi juga peredaran hama semakin tinggi. Demikian juga kebalikannya, semakin kecil takaran dosis yang diberikan, peredaran hama menjadi semakin rendah dan tanaman pun tumbuh dengan banyak kekurangan unsur hara.

Pernyataan itu, bukan mengartikan bahwa peredaran hama tanaman bisa diminimalisir dengan cara mengurangi jumlah frekuensi dan takaran pupuk yang harus diaplikasikan. Walaupun ada kebenaran dari tindakan meminimalisir peredaran hama dengan cara seperti itu, tidak sepenuhnya 100% pasti bisa terlaksana.

Penerapan teknik mengaplikasikan POC berdasarkan jumlah takaran dan frekuensi di atas, akan tetap mengundang hama tanaman. Namun, masih dalam taraf terkendali bisa menjadi pernyataan yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.

Jika anda memilih jalan ter-aman untuk bisa terhindar lebih jauh dari hama tanaman adalah dengan cara menjaga ketersediaan unsur hara di media tanam, tanpa perlu meng-aplikasi-kan POC pada permukaan daun. Dengan cara tersebut, hama cenderung terfokus di bagian media tanam saja. Walau pertumbuhan tanaman relatif lambat, kemungkinan terjadi serangan hama daun jauh berkurang.

Selanjutnya⇒

Iklan

19 tanggapan untuk “Pupuk Organik Cair dan Tanaman”

  1. Sy sdh mncb dgn bhn dsr organik nabati,,dari buah,d campur dgn air cucian ikn at udang dgn parutan bngt putih ,,,trxta sgt baik. Dri sgi produksi dn kwlts dn kwntitsnya beras .trm ks

  2. Brp banyak pemberian pupuk berupa butiran2 kecil utk satu pot tanaman, dan pemberian pupuk apa hrs setiap hari ?
    Terimakasih…

    1. Hai Laila,

      Gali media tanam sekeliling tanaman sedalam 1 buku jari tangan. Taburi sepanjang galian tersebut dengan pupuk. Jangan terlalu banyak. Asal saja di sepanjang galian yang telah dibuat. Lalu tutup / kubur kembali seluruh galian yang telah di taburi pupuk tersebut.

      Untuk pupuk organik padat, umumnya diaplikasikan per 3 bulan sekali. Sedangkan untuk pupuk sintesis padat, anda bisa melihat instruksi cara pengaplikasiannya sebagaimana tertera pada kemasan pupuk (biasanya juga per 3 bulan sekali).

      Salam…

  3. sorry mas,,,, yang mau saya tanyakan apakah semua tanaman mimbutuhkan nutrisi yang sama? dalam hal ini NPK….
    terima kasih…

  4. mas, selain bikin poc dari bahan biota laut, ada gak dari bahan nabati yg mas coba dan berhasil?
    apa bisa kotoran ayam atau lainnya di jadikan bahan poc? trus bgaimna pembuatannya?

  5. Selaamat pagi… Mas sy pingin tau aja ada apa enggak pupuk yt di aplikasikan tiap hari.. Pada tanaman hias. Maksdnya dicampur sm air yg disiramkn tiap hari ditanaman…

    1. Hai Olla,

      Sayangnya nggak ada yaaa… 😊

      Beberapa jenis nutrisi untuk tanaman yang ada dalam pupuk, tidak mudah larut oleh air. Jika setiap hari diaplikasikan, akan bertumpuk dan menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.

      Itu alasan mengapa pupuk (cair) harus diaplikasikan secara berkala sesuai takaran paling banyak seminggu sekali. Idealnya sih, dua minggu sekali jika disirami setiap hari.

      Salam. ☺

  6. apakah kompos yang diberikan pada tanah bersamaan dengan pupuk organik cair yang disemprotkan ke daun keduanya bisa berinteraksi (mengingat keduanya sama2 organik) dan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?

  7. Mas ketika tanaman saya berbunga atau berbuah apakah sebaiknya tetap saya berikan pupuk cair atau seperti apa? Saya biasa pakai pupuk cair SOLUSI .. terima kasih jawaban nya..

    1. Boleh saja, tapi usahakan pakai pupuk dengan komposisi nilai NPK yang sama. Coba lihat tulisan yang tertera di kemasan pupuk solusi yang anda pakai sekarang. Kalau nilai NPK nya tidak sama, sebaiknya ganti untuk sementara dengan pupuk lain sampai bunga / buah menjadi mekar / matang.

      Salam. ☺

  8. Mas kl pupuk cair buatan sendiri dipakai ny ke daun atau hnya ke akar atau tanah dan brp kali dalam 1 mg?

    Kita tau nilai NPK yg dibutuhkan tanaman dari mana? NPK itu apa ya?

    Pupuk hydro A B bs dipakai untuk tanaman non hidroponik? Kl bs aturan ny seperti apa? Saya menanam sayuran.. baru mulai menanam.. terima kasih jawaban ny..

    1. Satu minggu sekali dengan cara disemprotkan hanya ke daun.

      NPK itu singkatan dari Nitrogen Phosphor Kalium. Itu tiga unsur kimia yang dibutuhkan untuk dijadikan makanan oleh tanaman. Saya belum mendapatkan rumus untuk mengetahui seberapa besar nilai NPK yang dibutuhkan untuk tanaman. Semua yang saya kerjakan berdasarkan pengalaman saja.

      Saya belum pernah mencoba pupuk hidroponik untuk tanaman non hidroponik. Banyak yang bilang berbeda dan tidak bisa dipakai untuk tanaman non hidroponik.

      Kalau untuk tanaman sayur-sayuran, ada baiknya anda juga mempelajari cara membuat pestisida organik. Biaya perawatan tanaman akan menjadi jauh lebih murah dan tidak merusak tanah.

      Salam. ☺

      1. NPK sangat penting buat tumbuhan
        Jadi harus tahu komposisinya nitrogen itu dibutuhkan banyak pada saat Fase vegetatif
        Masih tumbuh dan belum berbunga biasa saya pakai NPK (80% nitrogen) P 10% K 10%
        Nnnti kalau mau berbunga N = 15persen P= 70
        K =15%

        Kalau berbunga K lebih tinggi N cukup 15 P 15 dan K 70

    1. Saya belum mencoba sengaja mempelajari ketiga bahan tersebut secara serius untuk dijadikan bahan dasar pupuk.

      Air kelapa dan kecap memiliki kandungan gula. Bisa dijadikan bahan dasar pupuk, tapi tidak bisa terlalu sering diaplikasikan. Dan tidak bisa dalam konsentrasi tinggi untuk setiap kali pengaplikasian. Zat gula akan berfermentasi, dan saat proses itu berlangsung akan banyak mengundang hama tanaman.

      Penyedap masakan (MSG) juga memiliki kecenderungan berfermentasi, hanya sifatnya saja yang non-organic.

      Bahan-bahan seperti itu, lebih baik dipakai untuk membuat kompos dibanding langsung diaplikasikan.

      Secara garis besar, saya berpedoman menggunakan bahan yang sudah melalui proses fermentasi / pelapukan / dikeringkan untuk dijadikan bahan dasar pembuatan pupuk yang bisa diaplikasikan secara rutin. Sedangkan bahan-bahan yang masih segar (bahan yang masih memiliki kandungan air cukup tinggi), pemakaiannya hanya sesekali saja.

      Salam. ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: