Pupuk Organik Cair dan Tanaman

halaman 2 dari 3

Waktu peng-aplikasi-an POC…

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan POC pada daun (foliar feeding). Selain rendahnya konsentrasi dosis pupuk, waktu pengaplikasian juga memengaruhi tingkat penyerapan daun terhadap pupuk. Dengan mengabaikan teori bahwa daun adalah bagian termudah dalam menyerap pupuk, aplikasi sebaiknya dilakukan saat sebelum matahari terbit atau setelah matahari terbenam dimana tingkat kelembaban (relatif humidity = RH) > 80%. Untuk mengetahui tingkat RH dengan tepat, kita memerlukan alat pengukur kelembaban yang dinamakan Hygrometer.

Bagi pelaku tanaman hias profesional, alat tersebut mutlak ada di kebun mereka. Bagaimana untuk yang sekedar iseng (non profesional / hobbies / amatir)? Mengetahui secara tepat berapa tingkat RH hanya dengan menebak adalah tidak mungkin. Namun, yang selama ini saya perhatikan, tingkat kelembaban akan naik saat terjadi pergantian suhu, yaitu sebelum matahari terbit (± pukul 5 – 6 pagi) dan setelah matahari terbenam menjelang tengah malam (± pukul 10 – 11 malam).

Saat sebelum pupuk diaplikasikan, ada baiknya didahului dengan penyiraman. Selain menaikkan tingkat RH, penyebaran pupuk akan lebih merata. Efek dari melakukan penyiraman itu, secara otomatis akan membuat dosis pupuk melemah, sehingga kemungkinan terjadi overdosis bisa diminimalisir. Saya menemukan pendapat yang sama dari cara ini di situs University of Arizona.

Membuat Pupuk Organik Cair (POC) sendiri…???

Di awal artikel Membuat Pupuk Organik Cair untuk Daun…, terdapat daftar bahan organik dan cara membuat POC (versi metode pribadi) di bagian akhir artikel. Itu adalah cara membuat POC yang termudah dan teraman. Apa maksudnya?

Tidak semua bahan organik aman untuk dijadikan POC. Selain kandungan mineral dan protein yang bervariasi (tergantung lokasi), pengaruh tingkat pH setelah POC diaplikasikan juga patut diperhatikan.

Menurut keterangan beberapa sumber di internet, unsur hara yang bersifat “mobile” (biasanya termasuk dalam kategori nutrisi makro) pada tanaman, memiliki kecenderungan untuk memengaruhi pertumbuhan bagian tanaman / daun baru. Sedangkan unsur hara yang bersifat “not mobile” (biasanya termasuk dalam kategori nutrisi mikro), cenderung untuk memengaruhi bagian tanaman / daun lama. Bahan organik, baik nabati dan hewani, memiliki kandungan nutrisi yang bervariasi. Kebanyakan, kandungan unsur hara yang dimiliki kedua jenis bahan tersebut bersifat mobile / nutrisi makro, terutama pada biota air.

Sebagaimana fungsi POC yang cenderung diterapkan hanya sebagai pelengkap nutrisi mikro, bukan sebagai pemenuhan kebutuhan nutrisi makro, menjadi penting untuk diketahui dengan jelas jenis bahan organik yang hendak dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan POC. Mengapa? Media tanam layak tanam adalah media tanam dengan kandungan (minimal N-P-K) nutrisi makro yang memadai. Seandainya POC dibuat dengan bahan dasar dengan kandungan nutrisi makro dan diaplikasikan pada tanaman ber-media tanam layak tanam, dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya overdosis nutrisi. Jadi, bahan organik dengan kandungan nutrisi makro tinggi, sebaiknya (atau lebih baik), tidak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan POC.

Nah… sekarang mari kita lihat lebih jauh garis besar karakter yang dimiliki oleh masing-masing bahan organik, baik biota air maupun tumbuhan pada umumnya.

Hampir semua bahan organik yang berasal dari biota air memiliki kemiripan kandungan mineral dan protein. Walaupun berbeda lokasi, kandungan utama mineral dan protein biota air umumnya tidak jauh berbeda, terkecuali lokasi / tempat mereka dibesarkan bercampur limbah bahan kimia. Tingkat pH produk akhir setelah diaplikasikanpun relatif normal.

Berbeda dengan bahan organik yang berasal dari tumbuhan / nabati. Selain kandungan mineral dan protein tergantung lokasi dimana bahan itu tumbuh, tingkat pH produk akhir setelah diaplikasikan juga berbeda. Misalnya, POC berbahan dasar daun teh, memiliki tingkat pH sangat rendah (± 4). Sedangkan untuk POC berbahan dasar kopi, tingkat pH-nya berada pada kisaran 5 s/d 6. Pengaplikasian POC berbahan organik dengan bawaan pH rendah mengakibatkan bilah daun lama menjadi kuning.

Bagaimana dengan komposisi NPK dari kedua bahan organik (nabati dan hewani) tersebut? Sampai dengan saat ini, saya belum menemukan cara atau metode yang dapat menentukan berapa komposisi NPK dari sebuah bahan organik.

Sampai sejauh ini, saya menemukan bahan organik dari biota air (khususnya air laut) memiliki kandungan unsur hara jauh lebih banyak dibanding yang terdapat pada bahan organik nabati. Baik unsur hara yang bersifat makro maupun mikro. Jadi, walau pun memiliki kandungan nutrisi makro yang tinggi, bahan organik biota air jauh lebih baik untuk dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan POC.

Lalu, bagaimana dengan kondisi tingginya kandungan nutrisi makro yang ada didalam bahan biota air tersebut? Apakah kandungan nutrisi makro pada POC yang dibuat dengan bahan biota air akan memberikan efek negatif saat diaplikasikan pada tanaman? Selama masih dalam takaran dan frekuensi pengaplikasian yang tidak berlebihan sebagaimana yang dinyatakan sebelumnya, sangat kecil kemungkinan efek negatif itu bisa terjadi. Selain itu, kebanyakan nutrisi makro memiliki sifat mudah larut dan habis tergerus air. Sehingga, bisa dikatakan, efek negatif yang ditimbulkan nyaris tidak ada.

Dari pengamatan saya, kandungan unsur hara bahan organik yang berasal dari biota air memiliki toleransi lebih baik untuk bisa diterima tanaman pada umumnya. Meskipun terdapat kandungan unsur hara bersifat makro yang cukup kuat di dalamnya (khususnya unsur N), unsur hara tersebut akan cenderung melemah saat pupuk diencerkan dan diaplikasikan. Bahkan, saya melihat kecenderungan, kondisi nutrisi makro yang sangat lemah itu memberikan kontribusi pertumbuhan tanaman yang lebih baik.

Selanjutnya⇒

Iklan

20 tanggapan untuk “Pupuk Organik Cair dan Tanaman”

  1. Sy sdh mncb dgn bhn dsr organik nabati,,dari buah,d campur dgn air cucian ikn at udang dgn parutan bngt putih ,,,trxta sgt baik. Dri sgi produksi dn kwlts dn kwntitsnya beras .trm ks

  2. Brp banyak pemberian pupuk berupa butiran2 kecil utk satu pot tanaman, dan pemberian pupuk apa hrs setiap hari ?
    Terimakasih…

    1. Hai Laila,

      Gali media tanam sekeliling tanaman sedalam 1 buku jari tangan. Taburi sepanjang galian tersebut dengan pupuk. Jangan terlalu banyak. Asal saja di sepanjang galian yang telah dibuat. Lalu tutup / kubur kembali seluruh galian yang telah di taburi pupuk tersebut.

      Untuk pupuk organik padat, umumnya diaplikasikan per 3 bulan sekali. Sedangkan untuk pupuk sintesis padat, anda bisa melihat instruksi cara pengaplikasiannya sebagaimana tertera pada kemasan pupuk (biasanya juga per 3 bulan sekali).

      Salam…

  3. sorry mas,,,, yang mau saya tanyakan apakah semua tanaman mimbutuhkan nutrisi yang sama? dalam hal ini NPK….
    terima kasih…

  4. mas, selain bikin poc dari bahan biota laut, ada gak dari bahan nabati yg mas coba dan berhasil?
    apa bisa kotoran ayam atau lainnya di jadikan bahan poc? trus bgaimna pembuatannya?

  5. Selaamat pagi… Mas sy pingin tau aja ada apa enggak pupuk yt di aplikasikan tiap hari.. Pada tanaman hias. Maksdnya dicampur sm air yg disiramkn tiap hari ditanaman…

    1. Hai Olla,

      Sayangnya nggak ada yaaa… 😊

      Beberapa jenis nutrisi untuk tanaman yang ada dalam pupuk, tidak mudah larut oleh air. Jika setiap hari diaplikasikan, akan bertumpuk dan menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.

      Itu alasan mengapa pupuk (cair) harus diaplikasikan secara berkala sesuai takaran paling banyak seminggu sekali. Idealnya sih, dua minggu sekali jika disirami setiap hari.

      Salam. ☺

  6. apakah kompos yang diberikan pada tanah bersamaan dengan pupuk organik cair yang disemprotkan ke daun keduanya bisa berinteraksi (mengingat keduanya sama2 organik) dan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?

  7. Mas ketika tanaman saya berbunga atau berbuah apakah sebaiknya tetap saya berikan pupuk cair atau seperti apa? Saya biasa pakai pupuk cair SOLUSI .. terima kasih jawaban nya..

    1. Boleh saja, tapi usahakan pakai pupuk dengan komposisi nilai NPK yang sama. Coba lihat tulisan yang tertera di kemasan pupuk solusi yang anda pakai sekarang. Kalau nilai NPK nya tidak sama, sebaiknya ganti untuk sementara dengan pupuk lain sampai bunga / buah menjadi mekar / matang.

      Salam. ☺

  8. Mas kl pupuk cair buatan sendiri dipakai ny ke daun atau hnya ke akar atau tanah dan brp kali dalam 1 mg?

    Kita tau nilai NPK yg dibutuhkan tanaman dari mana? NPK itu apa ya?

    Pupuk hydro A B bs dipakai untuk tanaman non hidroponik? Kl bs aturan ny seperti apa? Saya menanam sayuran.. baru mulai menanam.. terima kasih jawaban ny..

    1. Satu minggu sekali dengan cara disemprotkan hanya ke daun.

      NPK itu singkatan dari Nitrogen Phosphor Kalium. Itu tiga unsur kimia yang dibutuhkan untuk dijadikan makanan oleh tanaman. Saya belum mendapatkan rumus untuk mengetahui seberapa besar nilai NPK yang dibutuhkan untuk tanaman. Semua yang saya kerjakan berdasarkan pengalaman saja.

      Saya belum pernah mencoba pupuk hidroponik untuk tanaman non hidroponik. Banyak yang bilang berbeda dan tidak bisa dipakai untuk tanaman non hidroponik.

      Kalau untuk tanaman sayur-sayuran, ada baiknya anda juga mempelajari cara membuat pestisida organik. Biaya perawatan tanaman akan menjadi jauh lebih murah dan tidak merusak tanah.

      Salam. ☺

      1. NPK sangat penting buat tumbuhan
        Jadi harus tahu komposisinya nitrogen itu dibutuhkan banyak pada saat Fase vegetatif
        Masih tumbuh dan belum berbunga biasa saya pakai NPK (80% nitrogen) P 10% K 10%
        Nnnti kalau mau berbunga N = 15persen P= 70
        K =15%

        Kalau berbunga K lebih tinggi N cukup 15 P 15 dan K 70

    1. Saya belum mencoba sengaja mempelajari ketiga bahan tersebut secara serius untuk dijadikan bahan dasar pupuk.

      Air kelapa dan kecap memiliki kandungan gula. Bisa dijadikan bahan dasar pupuk, tapi tidak bisa terlalu sering diaplikasikan. Dan tidak bisa dalam konsentrasi tinggi untuk setiap kali pengaplikasian. Zat gula akan berfermentasi, dan saat proses itu berlangsung akan banyak mengundang hama tanaman.

      Penyedap masakan (MSG) juga memiliki kecenderungan berfermentasi, hanya sifatnya saja yang non-organic.

      Bahan-bahan seperti itu, lebih baik dipakai untuk membuat kompos dibanding langsung diaplikasikan.

      Secara garis besar, saya berpedoman menggunakan bahan yang sudah melalui proses fermentasi / pelapukan / dikeringkan untuk dijadikan bahan dasar pembuatan pupuk yang bisa diaplikasikan secara rutin. Sedangkan bahan-bahan yang masih segar (bahan yang masih memiliki kandungan air cukup tinggi), pemakaiannya hanya sesekali saja.

      Salam. ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: