Pupuk Organik Cair dan Tanaman

halaman 3 dari 3

Kebenaran kandungan unsur hara pada tabel bahan organik

Jadi, sejauh mana kebenaran informasi kandungan unsur hara dalam satu / beberapa bahan organik yang terdapat pada artikel Membuat Pupuk Organik Cair untuk Daun…???

Saat pertama kali menemukan daftar tersebut, besar harapan saya untuk bisa membuat ramuan POC dengan kandungan unsur hara sesuai seperti dibutuhkan. Beberapa bahan organik yang ada di daftar tersebut, pernah saya coba untuk dijadikan acuan sebagai bahan dasar membuat POC. Parameter kelayakan produk akhir ditentukan berdasarkan efek terhadap tanaman dalam satu periode pengaplikasian. Eksperimen dua bahan nabati, teh atau kopi, menunjukkan hasil jauh dari harapan. Eksperimen dengan bahan biota air, seperti kepala ikan atau udang, menunjukkan hasil sangat memuaskan.

Eksperimen demi eksperimen atas bahan organik yang sama diulang hingga beberapa kali guna mendapatkan kepastian, hasilnya tetap sama. Kemudian saya melakukan penulusuran lebih jauh guna memperoleh detail informasi mengenai bahan nabati. Ternyata, selain menghasilkan perbedaan tingkat pH pada media tanam, bahan nabati juga memiliki kelebihan mineral dan protein dengan tingkat perbedaan yang relatif cukup tinggi. Jadi masing-masing bahan nabati memiliki kelebihan kandungan nutrisi yang unik.

Misalnya, bawang putih (garlic) memiliki kandungan unsur Mn (Manganese) cukup tinggi diantara bahan nabati lain pada umumnya. Perbedaan tinggi-rendah nya tingkat kandungan nutrisi ini akan memengaruhi keseimbangan komposisi kebutuhan nutrisi makro dan mikro pada tanaman yang diaplikasikan (artikel Nutrisi untuk Tanaman…). Menggabungkan beberapa bahan dasar nabati untuk memperoleh komposisi kandungan mineral dan protein yang seimbang bukan tidak mungkin dikerjakan, namun diperlukan alat bantu dan perlengkapan yang lebih memadai.

Beberapa situs, baik akademis maupun non-akademis (amatir), mem-publikasi-kan informasi mengenai daftar kandungan NPK dari beberapa bahan organik. Terdapat jenis bahan organik yang sama, dinyatakan memiliki kesamaan kandungan NPK. Namun, ada juga yang berbeda. Dan, parahnya, tidak satupun dari mereka (sepanjang sepengetahuan saya) pernah menyediakan informasi mengenai metode yang mendasari keberadaan angka-angka kandungan NPK tersebut. Mereka hanya menyertakan informasi kelayakan penerapan pemakaian bahan organik pada luas area lahan tertentu.

Sebenarnya, tidaklah salah jika mereka tidak menyediakan informasi mengenai metode yang mendasari keberadaan angka-angka kandungan NPK bahan organik tersebut. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kualitas suatu bahan organik sangat ditentukan oleh lokasi asalnya. Dengan kata lain informasi mengenai nilai kandungan NPK satu / beberapa bahan organik yang mereka publikasikan, lebih bersifat perkiraan secara umum. Baik untuk dijadikan acuan, namun jangan diandalkan keakuratannya.

Mungkin, ada cara atau metode lebih sederhana dalam pembuatan POC berbahan dasar nabati yang tidak / belum saya temukan, sehingga sampai saat ini penggunaan biota air sebagai bahan dasar pembuatan POC adalah cara termudah dan relatif aman.

Kebutuhan POC pada skala rumah tangga…

Berapa liter jumlah POC untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seluruh tanaman di halaman rumah kita selama setahun? Jika tujuan membuat POC sendiri adalah memenuhi kebutuhan tanaman di halaman rumah, maka jumlah liter yang dibutuhkan tidak lebih dari ½ liter dalam setahun.

Reaksi tanaman terhadap POC baru benar-benar nampak setelah 1 bulan sejak pengaplikasian. Untuk sekali pengaplikasian POC pada area seluas 3 x 8 meter, saya hanya memerlukan 2 kubus es air rebusan udang yang dicampur dengan 4 liter air tawar dalam sebulan (4 minggu). Jika 1 kubus es dicairkan akan menjadi ±15 mililiter biang POC, jadi dalam setahun saya hanya memerlukan 15 x 2 x 12 = 360 milliter (< 500 mililiter) biang POC. Meskipun frekuensi pengaplikasian ditingkatkan menjadi 1 minggu sekali, maka total kebutuhan biang POC adalah : 15 x 8 x 12 = 1440 mililiter (< 2 liter) selama setahun. Jumlah yang sangat kecil dengan biaya yang sangat murah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman melalui daun.

Kesulitan memperoleh informasi kandungan nutrisi bahan organik sebagai dasar membuat POC merupakan kendala tersendiri disamping mendapatkan informasi mengenai sifat pH bahan organik tersebut. Bahan organik terbaik untuk dijadikan biang POC, harus memiliki sifat pH netral. Cara termudah mengeluarkan kandungan nutrisi dalam bahan organik adalah dengan menggodoknya di atas api kecil (< 60° Celcius) selama ± 10 – 20 menit, dimana teknik api kecil dan lama waktu penggodokan itu pun tidak mutlak sebagaimana yang tertulis.

Jadi, seandainya anda memiliki bahan organik untuk dijadikan POC, hanya perlu mencari informasi kandungan nutrisi dan sifat pH dari bahan tersebut. Seandainya informasi itu tersedia dan kandungan nutrisi yang tertera sesuai dengan yang diinginkan, anda tinggal memasaknya untuk dijadikan biang POC. Setelah selesai dan menjadi dingin, masukkan ke dalam freezer.

Pada prakteknya, bagian tersulit adalah menilai efek produk akhir terhadap tanaman secara adil dan jujur. Dalam hal ini, perlu dipahami, bahwa satu / beberapa kegagalan produk / hasil akhir adalah hal yang wajar. Puluhan jenis bahan mentah organik pernah saya coba, hanya beberapa yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan POC, diantaranya adalah bawang putih (garlic). Ketidaktahuan merupakan hal yang dimiliki oleh setiap orang, menjadi salah atau gagal adalah proses untuk mengikis / mengurangi ketidaktahuan itu sendiri.

Semoga bermanfaat! ☺

Iklan

20 tanggapan untuk “Pupuk Organik Cair dan Tanaman”

  1. Sy sdh mncb dgn bhn dsr organik nabati,,dari buah,d campur dgn air cucian ikn at udang dgn parutan bngt putih ,,,trxta sgt baik. Dri sgi produksi dn kwlts dn kwntitsnya beras .trm ks

  2. Brp banyak pemberian pupuk berupa butiran2 kecil utk satu pot tanaman, dan pemberian pupuk apa hrs setiap hari ?
    Terimakasih…

    1. Hai Laila,

      Gali media tanam sekeliling tanaman sedalam 1 buku jari tangan. Taburi sepanjang galian tersebut dengan pupuk. Jangan terlalu banyak. Asal saja di sepanjang galian yang telah dibuat. Lalu tutup / kubur kembali seluruh galian yang telah di taburi pupuk tersebut.

      Untuk pupuk organik padat, umumnya diaplikasikan per 3 bulan sekali. Sedangkan untuk pupuk sintesis padat, anda bisa melihat instruksi cara pengaplikasiannya sebagaimana tertera pada kemasan pupuk (biasanya juga per 3 bulan sekali).

      Salam…

  3. sorry mas,,,, yang mau saya tanyakan apakah semua tanaman mimbutuhkan nutrisi yang sama? dalam hal ini NPK….
    terima kasih…

  4. mas, selain bikin poc dari bahan biota laut, ada gak dari bahan nabati yg mas coba dan berhasil?
    apa bisa kotoran ayam atau lainnya di jadikan bahan poc? trus bgaimna pembuatannya?

  5. Selaamat pagi… Mas sy pingin tau aja ada apa enggak pupuk yt di aplikasikan tiap hari.. Pada tanaman hias. Maksdnya dicampur sm air yg disiramkn tiap hari ditanaman…

    1. Hai Olla,

      Sayangnya nggak ada yaaa… 😊

      Beberapa jenis nutrisi untuk tanaman yang ada dalam pupuk, tidak mudah larut oleh air. Jika setiap hari diaplikasikan, akan bertumpuk dan menjadi racun bagi tanaman itu sendiri.

      Itu alasan mengapa pupuk (cair) harus diaplikasikan secara berkala sesuai takaran paling banyak seminggu sekali. Idealnya sih, dua minggu sekali jika disirami setiap hari.

      Salam. ☺

  6. apakah kompos yang diberikan pada tanah bersamaan dengan pupuk organik cair yang disemprotkan ke daun keduanya bisa berinteraksi (mengingat keduanya sama2 organik) dan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman?

  7. Mas ketika tanaman saya berbunga atau berbuah apakah sebaiknya tetap saya berikan pupuk cair atau seperti apa? Saya biasa pakai pupuk cair SOLUSI .. terima kasih jawaban nya..

    1. Boleh saja, tapi usahakan pakai pupuk dengan komposisi nilai NPK yang sama. Coba lihat tulisan yang tertera di kemasan pupuk solusi yang anda pakai sekarang. Kalau nilai NPK nya tidak sama, sebaiknya ganti untuk sementara dengan pupuk lain sampai bunga / buah menjadi mekar / matang.

      Salam. ☺

  8. Mas kl pupuk cair buatan sendiri dipakai ny ke daun atau hnya ke akar atau tanah dan brp kali dalam 1 mg?

    Kita tau nilai NPK yg dibutuhkan tanaman dari mana? NPK itu apa ya?

    Pupuk hydro A B bs dipakai untuk tanaman non hidroponik? Kl bs aturan ny seperti apa? Saya menanam sayuran.. baru mulai menanam.. terima kasih jawaban ny..

    1. Satu minggu sekali dengan cara disemprotkan hanya ke daun.

      NPK itu singkatan dari Nitrogen Phosphor Kalium. Itu tiga unsur kimia yang dibutuhkan untuk dijadikan makanan oleh tanaman. Saya belum mendapatkan rumus untuk mengetahui seberapa besar nilai NPK yang dibutuhkan untuk tanaman. Semua yang saya kerjakan berdasarkan pengalaman saja.

      Saya belum pernah mencoba pupuk hidroponik untuk tanaman non hidroponik. Banyak yang bilang berbeda dan tidak bisa dipakai untuk tanaman non hidroponik.

      Kalau untuk tanaman sayur-sayuran, ada baiknya anda juga mempelajari cara membuat pestisida organik. Biaya perawatan tanaman akan menjadi jauh lebih murah dan tidak merusak tanah.

      Salam. ☺

      1. NPK sangat penting buat tumbuhan
        Jadi harus tahu komposisinya nitrogen itu dibutuhkan banyak pada saat Fase vegetatif
        Masih tumbuh dan belum berbunga biasa saya pakai NPK (80% nitrogen) P 10% K 10%
        Nnnti kalau mau berbunga N = 15persen P= 70
        K =15%

        Kalau berbunga K lebih tinggi N cukup 15 P 15 dan K 70

    1. Saya belum mencoba sengaja mempelajari ketiga bahan tersebut secara serius untuk dijadikan bahan dasar pupuk.

      Air kelapa dan kecap memiliki kandungan gula. Bisa dijadikan bahan dasar pupuk, tapi tidak bisa terlalu sering diaplikasikan. Dan tidak bisa dalam konsentrasi tinggi untuk setiap kali pengaplikasian. Zat gula akan berfermentasi, dan saat proses itu berlangsung akan banyak mengundang hama tanaman.

      Penyedap masakan (MSG) juga memiliki kecenderungan berfermentasi, hanya sifatnya saja yang non-organic.

      Bahan-bahan seperti itu, lebih baik dipakai untuk membuat kompos dibanding langsung diaplikasikan.

      Secara garis besar, saya berpedoman menggunakan bahan yang sudah melalui proses fermentasi / pelapukan / dikeringkan untuk dijadikan bahan dasar pembuatan pupuk yang bisa diaplikasikan secara rutin. Sedangkan bahan-bahan yang masih segar (bahan yang masih memiliki kandungan air cukup tinggi), pemakaiannya hanya sesekali saja.

      Salam. ☺

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: