Tembakau dan Hama Bekicot

halaman 1 dari 2

Beberapa bulan lalu (November 2012), kebun di rumah saya mengalami serangan hama bekicot yang cukup parah. Tidak banyak bekicot yang terlihat beredar, hanya 5 ekor saja. Namun, cukup untuk merusak beberapa pohon anthurium di rumah saya. Kesulitannya dalam menghadapi bekicot adalah mereka beredar pada saat malam hari atau saat cuaca setelah hujan.

Mulanya, saya berasumsi ramuan pestisida daun mimba dapat mengatasi hama ini dengan baik sebagaimana terhadap siput kecil dan siput telanjang. Perkiraan tersebut tidaklah benar. Bekicot tetap beredar setelah ramuan diaplikasikan setiap satu minggu sekali selama 1 bulan. Kenyataan ini cukup membuat resah. Karena jika terlampau lama beredar, kemungkinan besar mereka akan berkembang biak.

Satu bulan setelah pengaplikasian pestisida, saya mendapati semakin bertambah jumlah bekicot yang terlihat beredar di kebun. Kemudian, saya lakukan tindakan pembasmian secara manual, yaitu bekicot yang terlihat dihancurkan cangkangnya dan dibuang. Tindakan ini cukup efektif untuk sementara waktu, tidak sampai tiga minggu kemudian muncul bekicot baru.


Beberapa informasi mengenai hama siput…

Setelah gagal menanganinya secara manual, saya teringat kembali sebuah jawaban di salah satu FAQ (Forum Answer & Question) di internet yang membahas mengenai mengatasi hama siput. Inti jawaban yang saya ingat, kira-kira sbb.:

Kesulitan dalam menghadapi hama siput (snails) adalah menghilangkan jejak yang telah dibuatnya. Membasmi hama ini secara manual memang efektif, namun serangan tetap akan berlanjut selama jejak yang ditinggalkannya tidak dibersihkan.

Tidak pernah terpikir sebelumnya di kepala saya bahwa jejak yang ditinggalkan siput (berupa lintasan lendir yang sudah mengering) akan membawa masalah di kemudian hari. Dan pengertian kata snails dalam bahasa Inggris yang saya tangkap pada saat itu adalah siput kecil, bukan bekicot.

Awalnya saat mengalami kejadian serangan bekicot, memang agak mengherankan ketika melihat kenyataan di lapangan bahwa serangan yang terjadi oleh beberapa bekicot pada tanaman berlangsung satu demi satu (tidak serentak). Mungkin pernyataan yang pernah saya baca di FAQ mengenai jejak siput ada benarnya juga. Jejak yang ditinggalkan merupakan “jalan setapak” bagi bekicot lain untuk berkunjung pada tempat yang dikunjungi bekicot sebelumnya.

Pernyataan di FAQ tersebut, memang dapat menjadi satu jawaban cukup masuk akal mengapa bekicot yang sudah dibunuh dan dibuang akan digantikan oleh bekicot lainnya.


Kebiasaan Bekicot pada umumnya…

Bekicot biasa bersembunyi dipermukaan media tanam saat siang hari dengan cara “meng-kubur-kan” 90% dirinya di bawah permukaan media tanam. Sehingga, hanya terlihat bagian atas cangkangnya saja. Dalam kasus ini, bekicot dapat memposisikan cangkang nyaris rata dengan permukaan media tanam. Sungguh teknik bersembunyi yang sangat baik dan nyaris sempurna. Hampir sebagian besar teknik bersembunyi bekicot ini saya temukan dalam kondisi seperti itu. Jika dilihat sepintas, tidak terlihat sesuatu yang berbeda di permukaan media tanam.

Tempat persembunyian ini akan meninggalkan bekas cekungan yang cukup dalam ketika bekicot pergi melakukan aksinya mencari makan di malam hari. Dia akan kembali lagi saat pagi hari sebelum matahari terbit ke tempat yang sama dengan posisi yang sama pula seperti hari-hari sebelumnya. Bekas cekungan ini baru terlihat dan kita sadari setelah bekicot mati atau pindah dan menemukan lokasi yang lebih nyaman baginya.

Mengapa tempat persembunyian ini bisa luput dari perhatian / penglihatan kita? Padahal, pada saat yang sama, bekicot juga melakukan serangan terhadap beberapa tanaman di area tersebut.

Saya menemukan satu perilaku beberapa bekicot yang cukup mengherankan, atau bahkan bisa dikategorikan “pintar”. Tempat persembunyian yang mereka buat, hampir selalu, tidak berada pada permukaan media tanam di bawah tanaman yang mereka konsumsi. Biasanya, tempat persembunyian itu terletak 1 s/d 1,5 meter dari tanaman yang menjadi target mereka.

Karena posisi letak persembunyian yang cukup jauh, kita tidak menyadari dan menyangka ketika menemukan bentuk cekungan di permukaan media tanam sebagai tempat persembunyian bekicot. Disamping itu, cekungan yang dibuat berbentuk mirip seperti galian bekas tikus ketika memburu makanan di bawah permukaan media tanam. Jadi, awalnya memang agak sulit untuk membedakan pihak mana yang mem-prakarsai pembuatan cekungan itu.

Identifikasi pembuat lubang cekungan baru dapat diketahui setelah kerusakan terjadi pada tanaman. Tikus sangat menyukai batang tanaman dan tangkai daun. Mereka akan mematahkan tangkai daun dan memakannya, kemudian meninggalkan sisa bilah daun utuh, Sedangkan bekicot akan melubangi dan memakan bilah daun hingga habis dan meninggalkan sisa tangkai dan tulang daun dengan posisi masih menempel pada batang / tangkai utamanya.

Iklan

8 pemikiran pada “Tembakau dan Hama Bekicot

  1. terima kasih … info bekicot sangat membantu . akan sy coba … sekali lg trimaksh … salam

    1. Terima kasih telah mengunjungi “kebun di Rumah”,

      Semoga artikel-artikel di situs ini dapat memberi kontribusi positif pada aktivitas berkebun anda.

      Terima kasih atas apresiasi yang anda berikan.

  2. Ini yang sedang terjadi di halaman rumah saya, bekicot itu memakan tanaman2 saya :-(,saya menemukan telur bekicot kecil2 berwarna kuning, sebesar permen telur cicak semasa kecil…hanya warnanya kuning terang…saya taburi garam yang banyak dengan harapan akan berkurang atau tdk menetas,tapi masiihh banyak aja, apalagi di bogor hujan terusss…jadi setiap malam atau habis hujan keluar semua anak beranak keong ituuu….dr yg besar sampe yg kecil…thx 4 ur info, saya mau coba pake tembakau, doakan ya mudah2n berhasil 🙂

  3. Saya biasa menabur garan utk ngusir berkicot. Sekarang jadi takut karena ternyata garam dpt mematikan tanaman.

    1. Tembakau juga bisa meracuni dan mematikan tanaman jika sering diaplikasikan dalam jumlah besar. Cukup disebarkan “dua minggu sekali” saja di seluruh area kebun. Biasanya, setelah dua kali tembakau diaplikasikan, bekicot sudah bisa teratasi.

      Salam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s