Tembakau dan Hama Siput Telanjang (Slugs)

Ramuan resep Pestisida Organik Bawang Putih yang ada di situs ini, lebih ditujukan guna mengatasi hama secara umum. Dalam pemakaian guna pencegahan hama, ramuan tersebut “cukup” bersahabat untuk diaplikasikan setiap 1 minggu sekali secara rutin. Kelemahannya, tidak cukup mematikan bagi jenis hama-hama tertentu, yang mana salah satunya adalah hama siput telanjang (slugs).

Siput telanjang, bagi saya, merupakan hama yang cukup tangguh untuk dapat diatasi hanya dengan pestisida pada umumnya, termasuk ramuan bawang putih. Namun demikian, hama yang satu ini sangat peka terhadap tembakau.

Kekhawatiran saya memakai tembakau adalah pemakaian dalam jumlah berlebihan (baik disengaja atau pun tidak disengaja) atau berkesinambungan (dengan dosis yang terendah sekali pun) akan mengakibatkan tanaman keracunan nikotin. Hai tersebut, berlaku baik bagi tanaman yang memiliki toleransi terhadap nikotin maupun tidak.

top

Fleksibilitas Pestisida Organik Bawang Putih…

Ramuan Pestisida Organik Bawang Putih cukup efektif dijadikan sebagai dasar untuk dicampur dengan jenis bahan nabati tertentu.

Sehingga, jika anda mengetahui sebuah bahan organik nabati bersifat mematikan terhadap satu / beberapa jenis hama tanaman, jadikan bahan tersebut dalam bentuk cairan dan campurkan dengan ramuan.

Dengan cara seperti itu, pengendalian hama bisa dikerjakan secara lebih efektif dan tepat sasaran. Efek negatif dari satu / beberapa jenis pestisida nabati / organik terhadap tanaman juga bisa dihindari.

top

Eksperimen memperkuat efek pestisida…

Satu hari, saya mencoba memodifikasi resep ramuan pestisida organik bawang putih dengan air rendaman tembakau, seperti di bawah ini :

  • Tembakau sebanyak ¼ sendok teh (maksimum ½ sendok teh).
  • Rendam dengan 2 sendok makan air tawar (30 ml).
  • Diamkan selama 24 jam, kemudian saring dan masukkan air hasil rendaman ke dalam sprayer yang sudah diisikan ramuan Pestisida Organik – Bawang Putih sebanyak 200 ml.
  • Aduk rata, ramuan siap digunakan.

Volume ramuan memang sengaja dibuat dalam jumlah sedikit. Tujuannya untuk menghindari tindakan pengaplikasian ramuan secara berkesinambungan.

Dengan demikian, setelah ramuan habis terpakai, kita dapat mengamati efek yang dihasilkan dalam waktu kurang dari seminggu. Pada kesempatan ini, kita bisa memerhatikan sejauh mana pengaruh efek nikotin terhadap hama. Jika terlihat tanda-tanda hama agak berkurang peredarannya, berarti ada kemungkinan tembakau bisa digunakan sebagai bahan pengendali hama yang dimaksud. Kita bisa membuat ramuan baru menggunakan resep yang sama untuk diaplikasikan kembali.

Tindakan ini bertujuan semata-mata untuk mencegah terjadinya overdosis nikotin pada tanaman. Overdosis pemakaian tembakau akan menyebabkan bilah permukaan daun seolah-olah terserang jamur. Efek OD (Over-Dosis) ini akan bertambah parah seandainya pengaplikasian tembakau tetap dilakukan karena hama masih belum dapat teratasi.

Dalam situasi seperti ini, menggantikan tembakau dengan bahan lain tidak akan mengurangi masalah yang ada, atau bahkan dapat mendatangkan masalah yang jauh lebih parah.

Jadi, apabila setelah ramuan di aplikasikan dan hasilnya terlihat tidak bisa (sama sekali) mengendalikan hama yang beredar, sebaiknya tindakan pengaplikasian ramuan berbahan tembakau dihentikan sama sekali dan mencari bahan organik nabati lain pengganti tembakau.

Nah, dari eksperimen menambahkan air tembakau ke dalam ramuan pestisida organik bawang putih ini, saya menemukan hasilnya mampu untuk mengendalikan peredaran hama siput telanjang secara signifikan tanpa perlu khawatir efek nikotin akan meracuni tanaman. Perlu saya tekankan disini, bahwa kemampuan ramuan hanya dalam batas mengendalikan hama. Bukan membasmi (menuntaskan) keberadaan hama siput telanjang.

top

Membasmi hama Siput Telanjang…

Dulu, sebelum memiliki cukup pengalaman dalam berkebun, saya pernah mengalami serangan hama siput telanjang cukup parah dan berlangsung di seluruh area lahan pekarangan rumah. Waktu itu, saya menggunakan cara cukup ekstrim untuk bisa mengendalikannya. Dan, semua itu dikerjakan karena pengaplikasian pestisida sintetis sudah tidak dapat diandalkan.

Jika anda berniat melakukan hal yang sama, terlebih dahulu saya ingatkan untuk berhati-hati dalam melakukannya.

top

Membuat air rendaman tembakau…

Caranya cukup mudah, yaitu dengan menggunakan bahan dasar tembakau papan (sisa / baru) sebanyak 1-2 ons (untuk luas area 3 x 6 meter persegi) yang telah digiling / tumbuk (tidak perlu terlalu halus).

Ambil 10 gram bubuk tembakau papan tadi, rendam dengan 1 liter air tawar. Simpan rendaman dalam botol bekas minuman dingin (jangan menggunakan bekas botol air mineral), tutup tapi jangan terlalu rapat. Diamkan selama 6-8 minggu dan jauhkan dari jangkauan sinar matahari, anak-anak atau hewan peliharaan (kucing / anjing).

Setelah waktu perendaman selama 8 minggu telah dilewati, pisahkan hasil rendaman tembakau dari ampasnya dengan cara menyaring menggunakan kain. Simpan dalam botol dan tutup rapat. Sekali lagi, jauhkan dari jangkauan sinar matahari, anak-anak dan hewan peliharaannya. 

top

Meng-karantina area peredaran hama…

Selama periode perendaman, bagi rata sisa tembakau menjadi delapan bagian. Tebarkan 1 bagian setiap 1 minggu atau 2 minggu sekali (menyesuaikan dengan persediaan tembakau yang tersisa) di sekeliling area dimana hama beredar, tambahkan jika kurang.

Tindakan tersebut, berfungsi mencegah hama hewan bertubuh lunak lainnya memasuki area yang hendak disterilkan. Lakukan hal yang sama selama 8 minggu masa perendaman.

top

Cara mengaplikasikan…

Ambil 30 ml air rendaman tembakau dan campurkan dengan 2,5 liter air, masukkan ke dalam sprayer kemudian aplikasikan di seluruh permukaan area tempat peredaran hama. Lakukan pada waktu malam (saat tingkat kelembaban relatif naik) setiap hari atau dua hari sekali sampai air rendaman habis diaplikasikan.

Jika hujan turun setelah penyemprotan, lakukan kembali pengaplikasiannya setelah hujan berhenti.

Jangan semprotkan ramuan langsung pada seluruh bagian atas tanaman atau permukaan media tanam dalam pot, karena akan menyebabkan tanaman menjadi sakit akibat keracunan nikotin.

Walaupun tanaman dapat bertahan, perlu waktu cukup lama untuk menghilangkan efek nikotin yang telah diserap olehnya.

Tindakan penyemprotan rendaman tembakau langsung pada seluruh bagian tanaman, tidaklah membawa dampak positif dalam mencegah maupun mengatasi siput telanjang.

Untuk mencegah hama merayap ke bagian atas tanaman, sebaiknya digunakan ramuan pestisida dengan resep yang telah dimodifikasi seperti di atas. Batasi penyemprotan hanya di bagian pangkal batang tanaman saja karena disitulah tempat yang paling sering dilalui oleh hama untuk menuju ke bagian atas tanaman.

Singkirkan hewan peliharaan yang ada di area tersebut selama melakukan penyemprotan.

top

Tingkat keberhasilan sterilisasi…

Hasil yang saya peroleh dengan menggunakan cara tersebut, bisa dibilang efektif untuk mengendalikan peredaran hama siput telanjang saat itu. Setelah seluruh rendaman habis terpakai, hanya tersisa sebagian kecil (sangat kecil) hama yang masih terlihat beredar dan itu pun akan sama sekali lenyap setelah beberapa hari kemudian.

Saya tidak tahu sejauh mana efek tembakau dari tindakan sterilisasi ini terhadap organisme lain yang ada di area lahan, karena fokus yang tertuju hanya pada mengatasi serangan hama siput telanjang saja.

Sekali lagi saya ingatkan untuk berhati-hati selama proses tindakan sterilisasi dilakukan. Nikotin merupakan jenis racun yang berbahaya!

top

Siput : Bercangkang vs Telanjang…

Walau pun keduanya merupakan tipe hewan bertubuh lunak, terdapat perbedaan cara mengatasi antara kedua jenis hama tersebut.

Sistem pertahanan diri siput bercangkang selain berlindung dalam rumahnya (cangkang) yang berbahan cukup keras, juga memiliki lendir untuk mengantisipasi zat berbahaya bagi tubuhnya. Namun, keberadaan cangkang yang selalu menyertai kemana dia pergi, menjadikannya sulit untuk bersembunyi di bawah permukaan tanah. Dengan demikian, keberadaan dan aktivitasnya selalu terlihat di permukaan lahan.

Sistem pertahanan diri siput telanjang, walaupun terlihat lebih rawan dari siput bercangkang, memiliki kelebihan tersendiri. Selain bisa bersembunyi masuk ke bawah permukaan tanah (hingga ke bagian dasar pot!) karena tidak ada cangkang yang menyertainya, kuantitas lendir yang dimiliki jauh lebih banyak daripada siput bercangkang untuk menjaga tubuhnya. Lendir yang dihasilkan dari tubuh mereka, selain berfungsi menjaga kelembaban yang dibutuhkan, dapat digunakan juga untuk membungkus zat berbahaya yang mengenai tubuh mereka.

Terdapat perbedaan kualitas lendir sebagai pertahanan diri pada masing-masing jenis siput tersebut. Lendir siput bercangkang dapat ditembus dengan mudah oleh bawang putih daripada tembakau. Hal yang sebaliknya terjadi pada siput telanjang.

Walaupun begitu, akhirnya kedua jenis hama tadi akan mati juga setelah diberikan kedua bahan nabati tersebut dengan dosis cukup tinggi. Saya tidak mengerti bagaimana semua itu terjadi, tapi begitulah keadaan yang saya alami.

Siput telanjang tidak akan dapat bertahan dalam keadaan sekelilingnya di penuhi oleh kandungan zat yang dimiliki tembakau. Walaupun dengan dosis sangat ringan, siput telanjang akan berusaha menghindarinya. Mereka tidak akan merayap di atas permukaan area yang dengan sengaja ditebarkan serpihan tembakau dan tetap berefek selama serpihan tembakau itu masih dapat terlihat oleh mata kita (belum melapuk / tersapu hujan).

Bagi siput bercangkang, tindakan penebaran tembakau seperti itu hanya berefek 2 – 3 hari saja.  Di hari berikutnya, mereka bisa merayap dengan santai di atas serpihan tembakau seolah-olah tidak ada sesuatu yang salah.

Tindakan penyemprotan air rendaman tembakau, baik dicampur dengan ramuan atau tidak, akan membuat area tempat peredaran siput telanjang menjadi sangat terbatas.

Apa yang sebenarnya terjadi ketika saya melakukan penyemprotan air rendaman tembakau secara besar-besaran untuk membasmi mereka, saya tidak tahu persis. Keadaannya pada saat itu adalah hampir setiap pagi hari saya menemukan satu atau dua siput telanjang tergeletak tidak berdaya dan akhirnya mati saat menjelang sore hari di area yang disterilkan.

top

Semoga bermanfaat!

11 thoughts on “Tembakau dan Hama Siput Telanjang (Slugs)

  1. Andiko Alena

    Selamat malam pak,
    saya mau tanya, cara efektif agar siput telanjang ini tidak masuk kedalam rumah bagaimana pak?
    soalnya saya udah lumayan jengkel, hampir setiap hari saya menemukan sedikitnya 5 ekor di dalam rumah. Terima kasih.

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih telah mengunjungi “Kebun di Rumah”…

      Saya pernah mengalami hal serupa, namun tidak separah yang anda alami. Penyebab siput telanjang berkunjung masuk ke dalam rumah adalah perbedaan tingkat kelembaban (tanpa disertai sirkulasi udara yang memadai) di dalam rumah lebih tinggi daripada di luar rumah. Hama ini sangat sensitif terhadap kelembaban udara. Dia akan menghindari kondisi area ber-sirkulasi udara baik / lancar, karena akan “menguras” kelembaban tubuhnya. Tidak ada pestisida penolak (repellent) siput telanjang sebaik kelancaran sirkulasi udara di satu area.
      Di bagian akhir artikel Thermo-hygrometer, ada sedikit pembahasan tentang sejauh mana eksperimen mengenai tingkat kelembaban relatif dan sirkulasi udara yang telah saya kerjakan. Perbedaan jenis aktivitas di dalam rumah, tata ruang dan area luar di sekitar rumah menjadikan rancangan dasar tehnik mengkondisikan sirkulasi udara yang saya telah buat belum sepenuhnya bisa diterapkan secara umum.
      Untuk saat ini, hanya sebatas penjelasan di atas yang dapat saya informasikan untuk anda.

      Maaf, saya tidak dapat membantu anda lebih jauh lagi.

      Balas
  2. rini

    maaf pak mau tanya kalo siput yang ada di pot kan sangat kecil, trus berkembang biaknya cukup cepat dan menular ke pot yang lain. akibatnya tanamanan yang ada di pot akarnya rusak dan mati karena yang diserang akarnya. kalau mau diambil siputnya secara manual tidak mungkin karena jumlahnya yg banyak dan bisa campur dengan media tanahnya. gimana ya mengatasinya

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih telah mengunjungi “Kebun di Rumah”,

      Dari pengalaman saya, ramuan dari resep “Membuat Pestisida Organik dengan Bawang Putih” dapat digunakan untuk mengurangi populasi siput-siput kecil (bercangkang). Namun, tidak dapat digunakan terus menerus karena dapat merusak tanaman. Lebih cepat dan efektif dengan menggunakan ramuan resep “Membuat Pestisida Organik dengan Daun Mimba”. Anda cukup sekali saja menyiramkan ramuan yang telah diencerkan ke media tanam, maka urusan hama media tanam akan teratasi hingga 3 bulan ke depan.

      Balas
  3. fabian

    malam pak kalau daun tembakau kering bisa atau tidak, apakah harus daun tembakau yang basah? soalnya di tempat saya, adanya tembakau kering, untuk nginang atau rokok. terimakasih

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Terima kasih telah mengunjungi “Kebun di Rumah”,

      Tembakau kering, tapi bukan tembakau “rokok kretek”. Di tempat saya, penjualnya menyebut sebagai “tembakau papan” karena bentuknya kotak kerak seperti potongan papan. Biasanya, untuk dijadikan rokok, tembakau ini di-“linting” menggunakan daun kaung.

      Salam.

      Balas
  4. UTe

    Secara tidak sengaja, saya menggantungkan pengharum ruangan/mobil di dekat jendela atau pintu masuk. Ternyata, saya temukan siput-siput telanjang tersebut mati menjadi kering/hitam keesokkan paginya. Sudah beberapa kali terjadi. Sementara pada ruangan yang tidak ada pengharumnya.. mereka masih tetap masuk. Mungkin bisa dicoba.

    Balas
    1. Omar Ramlee Penulis Tulisan

      Hai Nail,

      Tembakau memiliki efek negatif cukup besar untuk memengaruhi proses tumbuh-kembang dari bunga dan buah tanaman jeruk kip di rumah saya. Efek yang jelas terlihat adalah waktu tanaman berbuah yang melambat dan fisik buah agak men-ciut.

      Saya belum pernah mencobanya pada tanaman cabe. Bisa jadi memiliki efek yang sama dengan jeruk kip.

      Saat ini, baik untuk tanaman hias dan jeruk kip, saya menggunakan ramuan pestisida daun mimba untuk mencegah siput telanjang merayap naik ke bagian atas tanaman. Dosisnya 30 ml ramuan : 9 liter air tawar. Di spray 2x seminggu selama tanaman sedang dalam masa produktif. Mungkin, cara yang sama bisa juga diterapkan untuk tanaman cabe.

      Anda perlu meminta saran pada pihak yang lebih kompeten dari saya.

      Salam…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s