Thermo-hygrometer dan suhu ruangan…

Sekitar awal tahun 2001, saya mencoba membuat rancangan untuk sistem sirkulasi udara di rumah tinggal. Tujuan awal yang hendak dicapai adalah mengurangi rasa panas di dalam rumah saat musim kemarau dengan memaksimalkan penggunaan peralatan analog (non listrik), sehingga (pada akhirnya) dapat mengurangi ketergantungan pada peralatan pendingin ruangan yang menggunakan tenaga listrik.

Beberapa percobaan telah dilakukan, diantaranya dengan memasang turbin angin di genteng rumah. Setelah beberapa tahun tanpa hasil berarti, saya kembali mementahkan semua teori yang pernah dirancang dan kembali memulai dari awal lagi. Pada tahap inilah saya mulai mengenal hygrometer dan mengetahui kegunaan dari alat tersebut. Sebenarnya, alat itu diperlukan keberadaannya sejak awal percobaan untuk mendapatkan kepastian ukuran dari pengaruh kelembaban relatif terhadap suhu ruangan dari implementasi setiap rancangan. Sehingga dapat dianalisa sejauh mana perkembangan dan efek yang dihasilkan.

Sebelumnya, saya berpikir, cukup hanya dengan mengandalkan thermometer untuk dapat mengetahui suhu dalam sebuah ruangan. Ternyata pendapat tersebut tidaklah sepenuhnya benar. Ada keterkaitan sangat erat antara temperatur dengan kelembaban udara yang beredar di satu ruangan / area. Kelembaban akan mempengaruhi rasa dari suhu dalam satu ruangan secara significant. Artinya, suhu dalam sebuah ruangan akan “terasa” berbeda (walaupun pada dasarnya sama) jika tingkat kelembaban relatif di dalamnya bergerak turun atau naik.

Contohnya : pada temperatur yang sama (mis 28º Celcius) akan “terasa” panas jika kelembaban berada di posisi 70% – 80% dan berlaku sebaliknya (terasa sejuk) saat kelembaban berada di posisi 50% – 40%. Standard kelembaban relatif yang ideal dan terasa nyaman pada tubuh berada di kisaran 55% – 65%.

Tidak selamanya hujan dapat berfungsi sebagai pendingin suhu ruangan. Hujan yang turun sesaat disertai tingginya kelembaban udara di musim kemarau hanya akan menambah “rasa” suhu dalam satu ruangan menjadi lebih panas. Rasa suhu ini menjadi berbeda saat musim penghujan, kelembaban yang tinggi akan menjadikan suhu ruangan terasa hangat.

Banyak hal yang, ternyata, saling mempengaruhi “rasa” suhu dalam sebuah ruangan. Salah satunya pergerakan udara (angin) yang dihasilkan dari perbedaan temperatur antara di dalam dan di luar rumah. Percobaan yang (masih) saya kerjakan untuk mengatasi “rasa” suhu pada tingkat relatif lebih nyaman di musim kemarau, menunjukkan ke arah cenderung bisa diterapkan.

Pada musim kemarau tahun 2012, prosentase kelembaban rata-rata di dalam rumah setiap harinya berkisar antara 55% – 65%. Kadang-kadang naik hingga 70% – 80% ketika turun hujan, namun tidak berlangsung lama. Sedangkan di musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, tingkat RH berada di posisi rata-rata 65% – 75%.

Pada awal tahun 2014, saya melihat harapan bahwa sirkulasi udara di sebuah rumah bisa diusahakan dan dibentuk keberadaannya. Dan saya mendapatkan kemungkinan hal itu bisa diterapkan lebih umum. Tentu saja ada syarat minimal yang harus bisa dipenuhi, yaitu : terdapat pintu di area bagian depan dan belakang rumah sebagai akses jalur keluar- masuk udara.

Sebagaimana kita ketahui, udara adalah bahan / materi yang tidak kasat mata. Jadi, agak sulit untuk saya bisa menjelaskan kondisi “nyaman” atas pengaruh keberadaan sirkulasi udara terhadap suhu ruangan di dalam rumah. Namun, ada sedikit ulasan yang bisa saya sampaikan kepada anda mengenai usaha saya selama membangun sirkulasi udara di rumah.

Anda dapat menemukan pembahasannya pada bagian artikel Sirkulasi Udara di Rumah di blog Listrik di Rumah.

top

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s