Thermo-Hygrometer dan Tanaman

Tanaman, memerlukan kelembaban cukup tinggi sebagai salah satu faktor penunjang proses tumbuh-kembangnya sehari-hari. Berapa RH ideal dibutuhkan oleh tanaman? Saya tidak mengetahui angka itu dengan pasti. Namun, beberapa sumber mengatakan tingkat RH ideal bagi tanaman berada pada kisaran > 80%. Untuk membuat kondisi RH pada tingkat > 80% di halaman rumah, tidaklah terlalu rumit. Cukup dengan menyiramkan air di area media tanam dan sekeliling tanaman setiap pagi dan malam hari saja.

Permasalahannya, bagaimana kita dapat mengetahui bahwa tingkat RH yang beredar adalah < 80%? Atau, perlukah penyiraman dilakukan pada saat RH > 80%? Bagaimana cara pasti untuk mengetahuinya? Bagaimana cara menjaga agar tingkat RH relatif stabil? Apa pengaruh tingkat RH pada proses tumbuh-kembang tanaman jika aktivitas penyiraman dillakukan secara rutin?

Perlunya melakukan tindak penyiraman setiap hari pada tanaman yang ditanam dalam pot adalah untuk menjaga kondisi kelembaban tanaman relatif stabil secara berkesinambungan selama 24 jam. Kendala yang sering terjadi adalah waktu ideal untuk melakukan penyiraman (biasanya pagi hari) seringkali berbenturan dengan kesibukan / aktivitas lainnya di rumah. Biasanya, dalam kondisi seperti itu, kita cenderung memperlakukan aktivitas yang harus diselesaikan berdasarkan skala prioritas. Dan, biasanya juga, tindakan penyiraman tanaman di kebun menjadi prioritas terakhir untuk dikerjakan / diselesaikan.

top

Perlu-tidaknya tindak penyiraman dilakukan…

Apakah tidak melakukan tindak penyiraman dalam satu pagi di satu hari bisa menjadi masalah untuk tanaman?

Pertanyaan seperti itulah yang, pada akhirnya, sering membuat aktivitas perawatan tanaman di rumah menjadi “agak” terbengkalai. Satu kondisi yang pasti diperoleh dengan melakukan tindak penyiraman di pagi hari adalah mempersiapkan tanaman untuk bisa bertahan dengan normal saat kondisi kelembaban udara turun di siang hari. Pada pagi hari, kita tidak pernah bisa menebak kondisi seperti apa yang akan terjadi di siang hari.

Nah, alat ini dapat membantu untuk kita memiliki perkiraan dan memutuskan perlu tidaknya tindak penyiraman dikerjakan pada pagi hari. Ada tiga kondisi yang bisa menjadi acuan perkiraan sebelum tindak penyiraman dikerjakan :

  1. Jika prosentase kelembaban pagi hari berkisar 60% – 70%, dengan asumsi cuaca cerah di siang hari, maka kelembaban di siang hari akan berkurang 5% – 10% atau mungkin lebih (tergantung pengaruh pergerakan angin). Pada kondisi seperti ini, tindak penyiraman perlu dilakukan.
  2. Jika prosentase kelembaban > 70%, penyiraman dapat hanya sebatas pengembunan saja atau, ditunda dan dikerjakan sore hari.
  3. Jika tujuannya untuk mengurangi kelembaban hingga besaran prosentase tertentu (60% – 70%), cukup hanya melakukan pengembunan saja. Jadi, penyiraman baru dilakukan jika prosentase kelembaban < 60% saja. Dengan cara seperti ini, tindakan penyiraman dapat diatur sedemikian rupa untuk mendapatkan tingkat kelembaban sesuai keinginan kita.

Jadi, tidak selalu tindak penyiraman harus dikerjakan setiap pagi hari. Mungkin, ada diantara anda yang membandingkan dan mempertanyakan konsistensi informasi tentang pentingnya tindak penyiraman pada artikel lain yang saya telah tuliskan.

Di beberapa artikel yang berbeda, saya sering menekankan untuk selalu menjaga dan memperhatikan kelembaban media tanam dengan cara melakukan penyiraman setiap hari. Terdengar kontradiktif dengan ulasan pada artikel ini. Benarkah demikian? Hampir…

top

Batas normal dari proses tumbuh-kembang tanaman…

Tidaklah salah untuk melakukan penyiraman setiap hari (jika tidak hujan) selama keberadaan aerasi dan drainase pada pot berfungsi dengan baik, sekali pun pada prosentase tingkat RH yang tinggi. Kelembaban tinggi merupakan kondisi ideal dan disukai oleh mayoritas tanaman hias.

Mengurangi frekuensi penyiraman dan menggantikannya dengan tingkat kelembaban sesuai keinginan kita menggunakan thermo-hygrometer, sudah tentu akan membawa dampak berbeda. Namun, hal tersebut bukan berarti akan membuat tanaman menjadi sengsara.

Hasil yang jelas terlihat (asumsi tanaman dalam keadaan sehat) seandainya penyiraman dilakukan secara rutin adalah pada tingkat kecepatan (aklerasi) pertumbuhan daun baru. Dengan kondisi nutrisi di media tanam terpenuhi kelayakannya, penyiraman secara rutin akan menjadikan pertumbuhan pucuk baru relatif lebih cepat. Mungkin, ini diakibatkan volume peredaran air dalam jaringan tanaman yang berkelimpahan, sehingga membuat peredaran unsur hara untuk pembentukan sel baru dapat berlangsung lebih baik. Saya tidak mengetahui secara pasti untuk proses tersebut.

Dari beberapa percobaan yang telah dilakukan, penyiraman setiap hari (pagi dan malam) akan membuat pertumbuhan pucuk baru relatif lebih cepat. Konpensasi dari semua itu adalah aktivitas perawatan media tanam-pun menjadi intensif diikuti dengan frekuensi pengaplikasian pupuk dan pestisida yang (relatif) lebih sering. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga agar pertumbuhan tanaman menjadi “relatif” normal, sehingga perkembangan tanaman “terlihat” seakan-akan tumbuh dengan sewajarnya.

Walau terasa menyenangkan melihat proses tumbuh-kembang tanaman yang subur / relatif cepat, cara ini mengundang resiko cukup tinggi karena semua tindakan perawatan tanaman dikerjakan hingga pada batas maksimum. Disiplin perawatan secara menyeluruh harus benar-benar dijaga, karena sedikit kesalahan saja akan berdampak dan terlihat pada perkembangan tanaman menjadi tidak wajar. Salah satu efek negatif dari metode ini yang langsung dapat diidentifikasi adalah pembengkakan populasi hama tanaman.

Mengandalkan thermo-hygrometer untuk menjaga besaran prosentase kelembaban tertentu (<80%) akan mengurangi rutinitas penyiraman yang berdampak mengurangi masa percepatan kepadatan media tanam. Jika masa percepatan dari kepadatan media tanam berkurang, maka rutinitas tindakan penggemburan media tanam-pun akan berkurang. Dengan demikian, jangka waktu penambahan / penggantian media tanam baru akan menjadi lebih panjang.

Secara otomatis, kondisi seperti itu juga akan mengurangi banyak aktivitas perawatan pada tanaman lainnya. Diantaranya adalah pengurangan pengaplikasian pupuk dan pestisida. Walau pun menyebabkan pertumbuhan relatif lambat, bukan berarti kesehatan tanaman menjadi terganggu. Jika sebelumnya kita melihat tanaman tumbuh subur karena tindak penyiraman yang konsisten, sebenarnya, cenderung bisa disamakan bahwa pertumbuhan tanaman terjadi di atas normal.

Sedangkan, jika kita menggunakan informasi dari thermo-hygrometer sebagai acuan dalam melakukan tindak penyiraman, sama dengan kita mengusahakan kondisi proses tumbuh-kembang tanaman se-normal mungkin atau apa adanya. Menurut saya, ini adalah pilihan terbaik untuk mempermudah kita dalam melakukan perawatan tanaman. Disamping itu, tanaman memiliki daya tahan lebih kuat terhadap serangan hama dan perubahan cuaca.

Parameter yang bisa kita jadikan acuan dalam perawatan tanaman adalah selama media tanam berada pada kondisi terpelihara dan terjaga (layak untuk ditanami) dengan baik, proses tumbuh-kembang tanaman akan tetap berlangsung sebagaimana mestinya.

top

Batas manfaat thermo-hygrometer dalam aktivitas berkebun

Metode mempertahankan kelembaban pada artikel Penyiraman, didasari dengan asumsi bahwa tidak semua pelaku tanaman memiliki hygrometer. Selama sistem aerasi dan irigasi pot berfungsi sebagaimana mestinya, metode seperti itu akan menjadikan posisi RH relatif stabil di tingkat kelembaban tinggi. Namun, seperti yang telah dinyatakan di atas, terdapat dampak positf dan negatif.

Metode dengan memanfaatkan thermo-hygrometer, sebenarnya, cenderung mengurangi suplai kebutuhan hingga batas minimal dapat diterima tanaman. Perlu atau tidaknya metode itu dijalankan, tergantung bagaimana kita melihatnya. Menurut saya, tidak ada salahnya membuat variasi perbedaan dalam perawatan tanaman. Apa pun perlakuan yang kita terapkan, tanaman akan tetap menerimanya sebagaimana adanya. Perbedaan cara perawatan akan memberikan pemahaman lebih banyak kepada kita untuk mengenal karakter satu / beberapa jenis tanaman.

Bagi saya, tidak ada salahnya untuk memiliki alat ini jika kita menyukai aktivitas berkebun. Minimal, alat tersebut dapat membantu untuk menentukan ukuran / parameter pada keadaan yang lebih pasti dalam melakukan aktivitas penyiraman setiap harinya.

Jika terdapat cukup banyak koleksi tanaman di halaman rumah anda, saya sarankan untuk memiliki alat ini. Secara harga, mungkin, sama dengan satu atau dua tanaman yang menjadi koleksi di halaman rumah anda saat ini. Namun, manfaatnya dapat berlaku di semua koleksi tanaman yang ada.

top

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s