Thermo-Hygrometer

kitchen.thermo.hygrometerThermo-hygrometer adalah satu alat dengan dua indikator pengukuran, yaitu thermometer dan hygrometer. Thermometer berfungsi sebagai pengukur suhu dalam satu area / ruangan. Sedangkan hygrometer berfungsi untuk mengukur kelembaban (relative humidity – RH) dalam satu area / ruangan. Saya tidak pernah mengetahui kapan kedua alat ukur tersebut dijadikan dalam satu kemasan, karena yang saya ketahui sebelumnya, masing-masing alat ukur itu berdiri sendiri. Yaitu hanya thermometer dan / atau hygrometer saja.

Fungsi dan kegunaan thermometer merupakan sesuatu yang umum dan banyak diketahui banyak orang, namun tidak demikian halnya dengan hygrometer. Sebelum berkecimpung di dunia tanaman, saya tidak pernah melihat, apalagi menggunakan hygrometer. Informasi dan cerita mengenai hygrometer banyak terdengar dari pihak yang pekerjaannya berhubungan dengan kondisi cuaca / iklim, seperti Badan Meteorologi dan Geofifisika (BMG).

Mengacu dari fungsinya sebagai alat untuk mengetahui tingkat kelembaban, saya berkesimpulan bahwa hanya terdapat satu jenis hygrometer, tidak ada yang lain. Kalau pun ada, fungsi alat tersebut dibuat sesuai dengan lingkungan / area dimana alat tersebut diletakkan, yaitu : di dalam ruangan (indoor) dan di luar ruangan (outdoor).

Sulit bagi saya untuk menemukan alat hanya dengan fungsi hygrometer saja di toko-toko pada umumnya saat hendak membelinya. Kalau pun ada, biasanya sudah tergabung dengan thermometer. Jadi dalam satu kemasan, terdapat dua alat ukur berbeda, yang dikenal dengan nama thermo-hygrometer. Mungkin memang harus begitu adanya, saya kurang mengerti.

Apa yang membedakan secara spesifik fungsi dan penggunaan dari thermo-hygrometer, baik untuk indoor maupun outdoor, saya tidak mengetahui dengan jelas. Secara kasat mata, hanya terlihat dari bahan pelindung yang membungkusnya. Bahan plastik keras (resin) untuk indoor dan bahan logam tipis untuk outdoor. Display dari alat ini ada yang berupa digital (biasanya indoor) dan lainnya berupa analog (jarum).

Pada perangkat yang menggunakan display digital, sudah tentu lebih memudahkan kita untuk langsung mengetahui secara akurat informasi mengenai suhu dan kelembaban relatif dari satu ruangan / area. Namun demikian, bagi saya pribadi, lebih cenderung memilih thermo-hygrometer analog karena tidak ada perawatan penggantian baterei.

Dengan adanya kemajuan tekhnologi, besaran suhu dan kelembaban relatif yang beredar pada hari ini, dapat diketahui dengan cara mengakses internet. Apakah informasi tersebut dapat digunakan dan dijadikan sebagai satu ukuran / parameter? Mungkin. Saya tidak pernah mencobanya, karena informasi yang tersedia (biasanya) hanya terbatas pada kota-kota besar saja. Untuk mendapatkan informasi yang pasti hingga ke daerah pelosok (bahkan ke dalam rumah kita sendiri), saya lebih memercayakan dengan memiliki dan meletakkannya alat tersebut di rumah.

Saya baru merasakan manfaat dari keberadaan kedua alat ukur tersebut setelah mengalami banyak kegagalan untuk menyempurnakan aktivitas yang berhubungan langsung dengan kondisi suhu dan kelembaban udara, yaitu : berkebun dan membentuk sirkulasi udara di rumah.

Disini, saya mencoba mendeskripsikan bagaimana dua alat ukur dalam satu kemasan itu dapat memberikan kontribusi berupa informasi yang berkaitan langsung dengan kedua aktivitas tersebut.

Saya membagi keseluruhan cerita tentang thermo-hygrometer ini menjadi beberapa topik sebagaimana terlihat di sisi kanan layar komputer anda, dengan judul di atasnya : Artikel terkait Thermo-Hygrometer.

top

Semoga bermanfaat!

2 thoughts on “Thermo-Hygrometer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s