Ventilasi dan Irigasi pada Pot

halaman 1 dari 4

Keberadaan ventilasi dan irigasi di sebuah pot, merupakan dua hal penting yang sering kali kurang mendapat perhatian. Jika kita menggunakan pot sebagai wadah untuk menanam, teknik irigasi merupakan hal mutlak diperhatikan. Banyak kasus kegagalan terjadi karena buruknya fungsi irigasi. Ada yang menyebutkan bahwa kunci keberhasilan dalam memelihara tanaman, apakah menggunakan pot maupun tidak, adalah terpeliharanya keberadaan fungsi irigasi.

Apa yang menjadikan irigasi begitu penting pada kasus menanam dengan pot? Sebagaimana kita ketahui, pot merupakan tempat untuk menanam dengan berbagai keterbatasan. Hampir 99% kebutuhan tanaman dalam pot sangat bergantung dari perhatian dan keperdulian orang yang menanam. Mulai dari kebutuhan air, unsur hara, kesegaran media tanam dan lain sebagainya. Sulit bagi saya menjaga keseimbangan kebutuhan tersebut. Tidak ada parameter cara mengatasi keterbatasan itu agar kebutuhan tanaman dapat terpenuhi sebagaimana layaknya kondisi di luar pot, sehingga sering terjadi ketidaksesuaian dalam cara memenuhi kebutuhan tanaman itu sendiri.


Fermentasi residu pupuk….

Sistem irigasi yang buruk akan menjadikan kelebihan mineral dan protein (nutrisi), dimana seharusnya terbuang terbawa air, mengendap bersama genangan air. Saat kondisi suhu udara hangat, ada dua hal yang mungkin terjadi akibat pengendapan tersebut. Pertama, terjadi proses penguapan genangan air hingga mengering dan meninggalkan residu mineral berbentuk garam. Kedua, genangan air akan tetap tinggal sampai tindakan penyiraman dilakukan lagi. Jika kondisi yang terbentuk adalah kemungkinan kedua dan tindakan penyiraman baru dilakukan setelah melewati waktu > 24 jam, maka akan terjadi fermentasi.

Fermentasi, secara sederhana, dapat dikatakan sebagai satu proses “pelapukan” akibat jamur. Proses ini merupakan suatu hal alami. Salah satu efek akibat fermentasi adalah pembusukan bagian akar yang terendam dalam genangan. Efek lainnya adalah mengundang hama siput dan hewan bertubuh lunak lainnya. Siput, sangat menyukai kondisi bahan fermentasi karena itu merupakan salah satu makanan favorit mereka. Jadi, mengurangi dan membuang bahan-bahan yang mengalami fermentasi (mis. daun busuk) dapat mengurangi peredaran hama siput di sekitar tanaman. Padahal, disisi tanaman sendiri, fermentasi menghasilkan zat-zat yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan. Dilema…


Fungsi dan efek penyiraman yang luput dari perhatian…

Air, walau sering dianggap sebagai penyebab terjadinya busuk akar jika diberikan terlalu berlebih, merupakan satu-satunya media yang dapat meminimalisir kelebihan maupun kekurangan unsur hara di media tanam. Sesering apapun frekuensi tanaman mendapatkan air, pada dasarnya, tidak akan membuat tanaman menjadi sengsara selama sistem irigasi tempat tumbuhnya dapat berfungsi dengan baik.

Bagaimana menghindari terjadinya fermentasi dalam pot?

Salah satunya dengan mengusahakan keberadaan ventilasi (jalur lalu-lintas udara) dan drainase (jalur lalu-lintas air) yang memadai pada pot. Jika tindakan penyiraman dilakukan setiap hari, akan mengganggu berjalannya proses fermentasi. Keberadaan drainase yang memadai akan mendukung sistem irigasi (pengairan) berjalan sebagaimana diharapkan. Genangan air yang bertahan di dasar pot akan terbuang dalam waktu < 24 jam akibat dorongan air baru dari tindak penyiraman.

Walaupun tekanan untuk mendorong keluar setelah penyiraman berkurang, air akan tetap mengalir keluar perlahan secara bertahap. Ventilasi merupakan faktor pelengkap kelancaran jalannya aliran air. Keberadaan ventilasi sebagai pendukung sistem aerasi (sirkulasi udara) dalam media tanam, turut menentukan efektifitas kerja sistem irigasi yang ada. Sistem aerasi dapat dikatakan sebagai satu kesatuan dengan sistem irigasi untuk menanam dalam pot. Keduanya mendukung fungsi kerja masing-masing bagian menjadi satu proses terciptanya kondisi aerasi dan irigasi yang baik.

Selanjutnya⇒

Iklan

One thought on “Ventilasi dan Irigasi pada Pot”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Iklan

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: