Ventilasi dan Irigasi pada Pot

halaman 2 dari 4

Faktor penunjang Aerasi dan Irigasi…

Hal yang sering disebutkan sebagai pendukung agar proses tumbuh-kembang tanaman berlangsung dengan baik adalah jenis dan susunan media tanam di dalam pot. Banyak sumber dengan serius menyatakan betapa pentingnya jenis dan fungsi media tanam yang tersusun dalam pot. Teori mengenai penyusunan jenis media tanam dalam pot, sudah diinformasikan sejak saya masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Saya lupa bagaimana persisnya, yang pasti dimulai dari jenis media berkarakter paling porous di bagian dasar (pecahan genting tanah liat) dan secara bertahap diikuti dengan beberapa jenis media tanam dengan tingkat porous semakin rapat hingga akhirnya ke permukaan (humus/kompos).

Rendaman Andam dan Daun Bambu

Sekarang, penerapan susunan jenis media tanam yang berbeda dalam satu pot, tidak pernah saya praktekkan lagi karena, bagi saya pribadi, tidak mudah dalam pelaksanaannya. Baik untuk memenuhi bahan-bahan yang diperlukan maupun tindakan perawatan ketika proses tumbuh-kembang tanaman sedang berlangsung.
Cara yang saya terapkan hingga saat ini adalah dengan terlebih dahulu mencampur beberapa jenis media tanam (biasanya dua jenis : andam & daun bambu), kemudian diaduk dengan air tawar dalam ember dan dibiarkan terendam selama beberapa jam, kemudian baru dipakai.

Tingkat kerapatan (porous) media tanam merupakan faktor utama berfungsinya sistem aerasi dan irigasi dalam pot. Tingkat kerapatan media tanam akan semakin tinggi setelah mengalami proses pelapukan akibat rutinitas tindakan penyiraman dan proses pengomposan. Keadaan ini dapat langsung dikenali dari berkurangnya (turun) volume media tanam dalam pot. Perlu dilakukan tindakan penggemburan dan penambahan media tanam baru hingga volume media tanam kembali seperti semula.

Faktor lain yang juga penting adalah keberadaan lubang drainase untuk kebutuhan irigasi sekaligus aerasi (secara tidak langsung). Logika letak lubang drainase pada pot paling ideal ada di pertemuan dinding dasar (horisontal) dan dinding samping (vertikal) pot dengan kecenderungan posisi berada di bagian horisontal. Walau pun pada prakteknya, fungsi lubang sangat dipengaruhi kondisi dan tingkat kepadatan media tanam di dalam pot (terjadi penyumbatan), letak lubang di bagian tersebut merupakan posisi terbaik untuk mengeluarkan air dari dalam pot secara maksimal.

Secara teori, ketika penyiraman dilakukan, volume air terbanyak yang masuk ke dalam pot terkonsentrasi di bagian tengah mulut pot atau di bagian pangkal tanaman. Saat air jatuh di permukaan daun, akan mengalir menuruni tangkai daun dan batang menuju pangkal tanaman. Sebagian besar langsung turun ke dasar pot melewati jalur akar dan menyebar ke segala arah bagian dasar pot, sehingga (genangan) air yang telah ada sebelumnya akan terdorong hingga keluar melalui lubang drainase. Untuk menghindari kemungkinan tersumbat, sebaiknya dibuat beberapa lubang drainase.


Keberadaan lubang aerasi dan drainase pot pada umumnya…

Keberadaan lubang ventilasi yang berfungsi untuk mengakomodasi aliran oksigen di dalam media tanam, sebenarnya telah terpenuhi oleh keberadaan lubang drainase di bagian dasar pot. Posisi lubang drainase sekaligus ventilasi di dasar pot sebenarnya sudah cukup sempurna. Permasalahannya, lubang ini akan tertutup oleh badan pot ketika pot berada pada posisi berdiri.

Model pot pada waktu-waktu sebelumnya, memiliki kaki di bagian dasarnya setinggi ± 1 cm. Fungsi kaki pot ini sangat besar manfaatnya untuk membentuk sistem aerasi media tanam di dalam pot berfungsi dan berjalan dengan semestinya. Entah apa yang menjadikan pot model sekarang tidak memiliki kaki lagi seperti model sebelumnya.

Untuk mengakomodasi kekurangan itu, tidak ada salahnya (bahkan lebih baik) membuat lubang ventilasi baru di bagian dinding vertikal (samping) pot. Berapa banyak lubang ventilasi dan drainase yang dibutuhkan pada sebuah pot? Semakin banyak, semakin baik.

Cara lain yang lebih mudah adalah dengan menambahkan kaki pada pot. Seandainya ini bisa dikerjakan, keberadaan lubang ventilasi di dinding pot dapat diminimalisir jumlahnya atau ditiadakan sama sekali keberadaannya. Tetapi, saya tidak mengerjakan cara itu karena pot dalam kondisi terisi media tanam dengan kandungan air cukup tinggi, ditambah berat fisik tanaman, tidak akan membuat kaki-kaki tambahan itu bertahan cukup lama. Faktor lain yang perlu diperhatikan menggunakan cara ini adalah ketebalan dinding dasar pot.

Silahkan anda menentukan sendiri pilihan cara terbaik dan termudah untuk diterapkan pada kondisi lingkungan yang ada. Tetapi, yang terpenting adalah posisi dan keberadaan lubang drainase di bagian pertemuan dinding horisontal dan vertikal sebagai jalan keluar air dari dalam pot.


Fungsi dan manfaat lain dari keberadaan lubang tambahan…

Lubang ventilasi di dinding vertikal pot, juga berfungsi sebagai lubang untuk membantu memperlancar jalur keluar air melalui lubang drainase yang terletak di bagian bawah pot. Saat air mengalir keluar melalui lubang drainase, secara bersamaan ikut menarik udara di luar masuk melalui lubang-lubang ventilasi dan mengisi ruang yang dilalui aliran air dengan udara.

Masuknya udara ke dalam media tanam akan bertahan selama tidak ada jalur untuk jalan keluar di atasnya, dimana (mungkin) terhambat oleh air yang belum sempat mengalir turun atau akibat tingginya konsentrasi tingkat kepadatan media tanam di bagian permukaan. Ini biasa terjadi pada jenis media tanam bersifat halus, seperti pasir atau kompos yang telah mati.

Kondisi ini membuat air di bagian bawah kembali tertarik oleh udara yang tertahan dan menyebabkan proses aliran keluar air melambat. Walaupun pada akhirnya air akan hilang diserap oleh media tanam, dibutuhkan waktu relatif cukup lama. Jika kepadatan media tanam merupakan faktor penyebabnya, perlu ada tindakan penggemburan agar kondisi tertahannya air dalam pot dapat keluar melalui lubang di bagian bawah pot dengan lebih baik dan lebih cepat. Ini merupakan salah satu alasan perlunya tindakan menggemburkan media tanam secara berkala dengan menggunakan bor media tanam.

Selanjutnya⇒

Iklan

One thought on “Ventilasi dan Irigasi pada Pot”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: