Ventilasi dan Irigasi pada Pot

halaman 3 dari 4

Penggemburan media tanam vs lubang ventilasi…

Jika tindakan penggemburan tetap harus dilakukan, apa gunanya fungsi lubang ventilasi?

Ada atau tidaknya lubang ventilasi, jika media tanam disiram secara berkesinambungan ditambah pupuk yang diaplikasikan, akan tetap menjadikannya padat akibat pelapukan. Selain untuk mengubah sistem aerasi dalam media tanam akibat tidak adanya kaki pot, keberadaan lubang ventilasi di dinding vertikal pot, berefek memperlambat proses kepadatan akibat pelapukan dan mencegah kemungkinan terjadinya fermentasi.

Jika anda memperhatikan media tanam di bagian permukaan pot, kondisinya terlihat tidak jauh berbeda dengan saat pertama kali diletakkan. Hal berbeda terlihat pada media tanam yang terletak di bagian tengah dan bawah pot. Berwarna coklat kehitaman dan relatif lebih lapuk daripada yang di permukaan. Logikanya, media tanam di permukaan selalu berinteraksi langsung dengan udara bebas dibandingkan yang berada dibawahnya.

Seandainya media tanam di bagian tengah dan bawah memiliki keadaan dapat langsung berinteraksi dengan udara bebas, maka kondisinya akan mirip media tanam di bagian permukaan. Namun, tidak ada cara untuk membuat kondisi media tanam di bawah permukaan otomatis sama dengan di permukaaan. Keberadaan lubang ventilasi, setidaknya, dapat memperlambat terjadinya proses pelapukan media tanam yang berada di bagian tengah dan bawah pot.


Bentuk dan fungsi pot sesuai kebutuhan pasar…

Mengapa pot yang dibuat dan beredar dipasaran hingga saat ini tidak memiliki lubang drainase dan ventilasi sesuai dengan deskripsi saya? Kenyataannya, tujuan pot dibuat tidak untuk menggantikan fungsi keberadaan hamparan tanah di kebun. Dengan pot, kita dapat memindahkan tanaman untuk sementara waktu ke tempat dimana tidak memiliki kondisi ideal bagi tanaman untuk hidup. Jika kita hendak memindahkan satu tanaman dari kebun ke dalam rumah atau ke ruang pameran, cukup menaruh tanaman tersebut dalam pot baru kemudian dipindahkan ke tempat sesuai keinginan kita. Tidak perlu dengan ikut memindahkan kebunnya, bukan?

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan populasi manusia yang kian membengkak, menjadikan lahan terbuka untuk menanam semakin dipersempit. Fungsi pot mulai bergeser dari tujuan awalnya. Sekarang, banyak ditemukan pohon buah seperti mangga, lengkeng, jeruk dan lainnya, ditanam dalam wadah pot atau lebih dikenal dengan sebutan “tabulampot” (tanaman buah dalam pot). Selain mudah dipindah-pindah, ukuran pot dapat disesuaikan dengan luas ruang yang tersedia.

Modifikasi lubang ventilasi dan drainase pada pot, lebih bertujuan untuk mencoba mendekati kondisi media tanam seperti layaknya hamparan tanah di kebun. Memang benar, merupakan hal yang mustahil untuk mencoba meniru secara persis kondisi yang telah dibentuk oleh alam. Dalam kasus ini saya mencoba, paling tidak, mengusahakan untuk bisa mendekati kondisi tersebut agar diperoleh hasil yang maksimal.

Pernah saya mencoba beberapa metode lain untuk mengeluarkan air dari dalam pot dalam waktu relatif singkat (< 24 jam), salah satunya dengan menyelipkan sepotong kain melalui lubang drainase yang telah ada (tanpa memodifikasi tambahan lubang aerasi dan drainase baru) . Cara ini cukup efektif pada awalnya, setelah beberapa lama kemudian potongan kain ditumbuhi lumut yang semakin lama semakin tebal.

Saat lumut mengering, pori-pori kain menjadi tertutup dan menghalangi kemampuan kain untuk meresap air dengan bebas. Ketidaknyamanan lainnya adalah pot harus diganjal agar potongan kain berada pada posisi menjuntai, agar air di dasar pot dapat mengalir lancar. Hal lain penting yang perlu diperhitungkan saat metode ini diaplikasikan adalah fungsi lubang di dasar pot sebagai drainase dan aerasi menjadi tertutup sehingga akhirnya mengembalikan masalah fermentasi di dalam pot terulang lagi.


Teknik Pot Gendong…

Istilah “Pot Gendong” ini sebutan dari teknik mengganjal pot yang saya terapkan di rumah. Sering kali pot berisi media tanam namun tidak terpakai karena tanaman di dalamnya sudah mati, digunakan untuk mengganjal pot lain yang masih aktif (ditanami). Tindakan ini dilakukan semata-mata karena rasa malas membereskan pot yang sudah tidak terpakai dan sekaligus menghemat ruang tempat menanam.

Ternyata, dari rasa malas tersebut, saya mendapatkan tanaman dalam pot yang diganjal mengalami proses tumbuh-kembang lebih baik dari sebelumnya. Saya tidak mengetahui penyebabnya. Kemudian, saya mencoba melakukan beberapa eksperimen untuk mendapatkan model “pot gendong” yang cukup layak diterapkan dan berguna dalam perawatan tanaman.

Berdasarkan hasil beberapa eksperimen saya mendapatkan bahwa teknik mengganjal pot merupakan salah satu alternatif cukup mudah dan efektif dalam menangani masalah pengaturan sistem aerasi dan irigasi pada pot. Media untuk mengganjal (pot sekunder) menggunakan pot berukuran 1 tingkat lebih kecil dari pot yang hendak diganjal (pot utama). Ada dua teknik yang dapat diterapkan, yaitu : posisi pot sekunder dibuat terbalik (menopang pot utama) atau menumpukkan pot utama di atas pot sekunder.

Efek yang dihasilkan kedua teknik ini nyaris tidak ada bedanya, menjadikan tingkat kelembaban mulai dari area tepat di bawah permukaan media tanam merata hingga ke dasar pot. teknik menumpuk pot menghasilkan efek kelembaban media tanam lebih merata dibandingkan teknik menopang. Namun, teknik menumpuk ini hanya saya terapkan pada pot berukuran kecil (=<30), sedangkan pot berukuran besar (>=35) digunakan teknik menopang. teknik menumpuk pada pot berkapasitas besar memiliki resiko pot utama tidak dapat dipisahkan dengan pot sekunder atau kemungkinan pot sekunder menjadi retak / pecah akibat tekanan berat beban pot utama.

Pot sekunder pada teknik menumpuk, sebaiknya dilengkapi dengan lubang ventilasi cukup di area dinding pot bagian bawah dan pot utama cukup dilengkapi dengan lubang drainase saja. Model / teknik menumpuk dapat diandalkan untuk menghasilkan proses tumbuh-kembang tanaman yang jauh lebih baik daripada model menopang. Saya sarankan, pot sekunder yang digunakan lebih baik dalam keadaan kosong. Selain lebih mudah dalam perawatannya, tidak akan terjadi kemungkinan lubang ventilasi tertutup akibat proses kepadatan media tanam.

Teknik menopang, walau pun memiliki hasil tidak sebaik teknik menumpuk, cukup efektif untuk menjadikan sistem aerasi dalam pot lebih baik daripada tanpa ditopang sama sekali. Perbedaan dengan tanpa penopang terletak dari tingkat kelembaban media tanam yang lebih kering pada area bagian bawah hingga dasar pot. Dibandingkan teknik menumpuk, dengan teknik ini tidak diperlukan lubang ventilasi tambahan pada pot sekunder. Namun, pada pot utama tetap diperlukan lubang ventilasi dan drainase yang memadai untuk mendapatkan sistem aerasi lebih baik akibat besarnya ukuran fisik pot.

Tujuan dari kedua teknik pot gendong ini adalah untuk menciptakan satu kondisi media tanam dengan kelembaban relatif lebih merata di dalam pot. Kedua teknik ini tidak dapat menggantikan keadaan porous dari media tanam sebagaimana diciptakan oleh bor media tanam. Sehingga, walau pun teknik pot gendong telah diterapkan, tidak serta-merta perawatan media tanam menjadi tidak diperlukan lagi. Tindakan penggemburan media tanam tetap diperlukan, sesuai dengan kondisi kepadatan media tanam akibat rutinitas penyiraman. Banyak kasus tanaman dalam kondisi stagnant (tidur) dapat aktif kembali dengan teknik ini setelah dilakukan tindakan penggemburan menggunakan bor media tanam.

Anda dapat mencoba salah satu atau kedua teknik tersebut sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Konpensasi dari menggunakan kedua teknik ini akan berakibat pada tindakan penyiraman yang lebih disiplin untuk dijalankan minimal satu kali sehari.

Selanjutnya⇒

Iklan

One thought on “Ventilasi dan Irigasi pada Pot”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: