Ventilasi dan Irigasi pada Pot

halaman 4 dari 4

Membuat lubang Ventilasi dan Drainase…

Pot, sebagaimana yang kita banyak temukan saat ini, dibuat dengan berbahan dasar plastik. Menurut penjualnya, mayoritas pot plastik berwarna hitam dibuat dengan menggunakan bahan plastik daur ulang. Itulah alasan mengapa harganya relatif lebih murah daripada yang berwarna bukan hitam. Secara kualitas, tentu saja berbeda jauh. Menurut sepengetahuan saya, ada juga pot hitam berkualitas cukup bagus. Tergantung dari pabrikan yang memproduksinya juga.

Jika membeli pot baru, kita akan melihat lubang drainase dan ventilasi di bagian dasar pot. Besar dan jumlah lubang ini bervariasi, umumnya disesuaikan dengan ukuran pot. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, posisi ideal lubang drainase terletak di pertemuan dinding horisontal dengan dinding vertikal pot yang kecenderungannya berada di bagian horisontal. Diameter lingkaran dari ukuran lubang cukup sebesar 0,5 cm. Dibuat mengelilingi bagian dasar pinggir pot dengan jarak antar lubang ± 1 – 1,5 inci. Sementara untuk lubang ventilasi, diameter lingkaran lubang, idealnya, 1 – 1,3 cm. Dibuat mengelilingi dinding vertikal pot, mengikuti posisi letak lubang drainase. Jumlah lubang ventilasi yang diperlukan tergantung dari ukuran tinggi pot.

Ada beberapa cara untuk membuat lubang di dinding pot. Umumnya, beberapa penggemar tanaman hias menggunakan cara memanaskan paku di atas api yang kemudian ditusukkan ke dinding pot. Cara ini efektif dan tidak memakan banyak waktu. Saya menggunakan bor tangan (manual) untuk memperoleh hasil yang lebih rapi. Pengerjaannya jauh lebih lama dan sedikit rumit. Secara fungsi, saya tidak tahu sejauh mana perbedaan efek yang dihasilkan. Perbedaannya terlihat pada tingkat kerapian dari bentuk lubang hasil bor manual jauh lebih baik daripada menggunakan paku/besi yang dipanaskan.

Kerumitan dalam menggunakan bor manual adalah tingkat ketajaman ujung mata bor. Lubang akan terbentuk sempurna bila ujung mata bor terpelihara dengan baik ketajamannya. Kemampuan daya tahan ketajaman sangat ditentukan oleh kualitas dari bahan dasar mata bor. Tingkat ketajaman akan berkurang sesuai dengan frekuensi pemakaian. Jangan memaksakan untuk menggunakan mata bor dengan kondisi ketajamannya sudah kurang baik, karena dapat merusak pot (menjadi pecah) dan (lebih parah lagi) melukai penggunanya akibat memaksakan dengan menggunakan tenaga yang lebih besar.

Peralatan yang diperlukan untuk membuat lubang dengan menggunakan bor manual adalah :

  • 1 unit bor manual kecil
  • 1 unit mata bor ukuran 0,2
  • 1 unit mata bor ukuran 0,5
  • 1 unit bor manual besar
  • 1 unit mata bor ukuran 0,7
  • 1 unit mata bor ukuran 1,3
Bor Manual Besar dan Kecil

Saat hendak membuat lubang, hal yang harus dilakukan pertama kali adalah menentukan posisi lubang untuk ventilasi dan drainase dengan menggunakan bor manual kecil bermatakan 0,2. Langkah ini perlu dilakukan untuk menentukan posisi kedudukan awal ketika ukuran diameter lubang hendak diperbesar dengan menggunakan mata bor yang berukuran lebih besar. Setelah semua posisi lubang terpetakan, perbesar diameter ukuran lubang satu per satu dengan menggunakan mata bor yang lebih besar secara bertahap mulai dari mata berukuran 0,5 s/d 1.3. Pekerjaan ini harus dilakukan dengan sabar dan hati-hati, karena jika dipaksakan dapat menjadikan dinding pot pecah.

Lubang Ventilasi (Aerasi) dan Irigasi

Tampak atas pot


Jadi…

Banyak hal yang bisa diperoleh dengan mengusahakan tambahan lubang aerasi dan drainase pada dinding pot. Selain menjaga asupan oksigen dalam media tanam, juga turut memberikan kontribusi pada tingkat ke-stabil-an kondisi kelembaban media tanam.

Fungsi dan manfaat terbesar yang saya tuju dari modifikasi / penambahan lubang aerasi dan drainase pada pot adalah untuk menahan terjadinya proses pelapukan media tanam sedini mungkin. Jika kita bisa memperpanjang tenggang waktu saat sejak awal media tanam digunakan hingga menuju batas awal proses pelapukan dimulai, maka akan banyak faktor tindakan perawatan tanaman yang otomatis ikut berkurang frekuensi pengerjaannya. Kita bisa lebih mem-fokus-kan kelebihan waktu yang ada pada tindakan perawatan tanaman di sisi konsistensi menjaga kelembaban dan pengendalian peredaran hama tanaman di sekitar area kebun.

Keberadaan lubang aerasi dan drainase tersebut tidak akan menjadikan kita terhindar sepenuhnya dari tindakan perawatan media tanam. Kita tetap harus melakukan hal itu selama kita masih menghendaki proses tumbuh-kembang yang baik untuk tanaman di rumah. Hanya saja, frekuensi pengerjaannya bisa kita kurangi.

Ini semua adalah salah satu alternatif saya untuk mempermudah tindakan perawatan tanaman di rumah. Jika anda memilki cara yang lebih baik dan menyenangkan untuk dikerjakan, silahkan tetap pada pilihan yang anda kerjakan saat ini.

Semoga bermanfaat! ☺

Iklan

One thought on “Ventilasi dan Irigasi pada Pot”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Alternatif Cara Memelihara & Merawat Tanaman di Rumah

Iklan
%d blogger menyukai ini: